My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#30


__ADS_3

Dalam kebingungannya, Grace hampir tidak menyadari kalau Bitsy dari tadi mencengkranm celemeknya.


"Cepatlah!" desak Callie.


"Jika dia pergi selama kau di sini hanya membuang waktu saja, aku akan mencekikmu!"


"Tunggu, kumohon... biarkan aku berpikir sebentar."


"Memikirkan apa?" Callien menatap Grace dengan tidak sabar.


"Ada apa denganmu? Jangan tidak ramah begitu!" Kemudian Calpurnia melipat tangan di depan dadanya ketika matanya memancarkan sorot itu.


Tatapan yang Grace tau apa maknanya, dan bahkan George tau lebih baik. Tatapan manja, keras kepala, kerjakan- seperti-yang-kumau.


"Aku akan tetap pergi ke sana dengan atau tanpamu, Grace." ujarnya.


"Callie, ayolah. Kau tau kalau itu tidak pantas. Kau pastinya tidak ingin dia mendapat kesan pertama yang kurang baik terhadap dirimu, kan? Beri dulu ruang baginya untuk bernapas..."


"Maksudmu mengabaikannya? Tapi itu kasar sekali, bahkan itu sangat tidak tau adat!"


"Omong kosong. Dia akan datang kemari dan mencari kita jika sudah siap," Grace menyakinkan Callie, berusaha terdengar normal.


"Kenapa mau melakukan itu?"


Grace mulai merasa bersalah.

__ADS_1


"Hmm, well, kita adalah tetangga paling dekat, dan..."


Callie mengangkat sebelah alisnya, terlihat curiga.


"Oh, baiklah! Dia kenalan Papa," aku Grace.


Mulut Callie langsung menganga.


"Ayahmu mengenalnya? Gracie, kenapa kau tidak bilang dari tadi?''


"Aku tidak tau kalau dia benar-benar akan datang. Aku tidak mau melambungkan harapan kepadamu."


Atau harapanku sendiri.


Callie melompat-lompat, menjerit, dan bertepuk tangan.


"Kita harus memberi ruang untuk pria itu. Dia baru saja kembali dari perang..."


Callie terkesiap.


"Dia seorang tentara?" Kemudian ia mencengkram dadanya pandangannya menerawang.


"Aku jamin dia pasti tampan sekali jika berseragam."


"Ya, aku yakin begitu, tapi..."

__ADS_1


"Apakah dia sudah menikah?"


"Belum."


"Sempurna! Siapa namanya tadi kau bilang?"


"Lord Trevor Montgomery," dengan enggan akhirnya Grace mengatakannya juga.


"Montgomery... seperti nama keluarga Duke of Haverlock?"


Grace mengangguk.


"Ya, dia putra bungsunya "


Callie hanya menatap Grace sambil terperangah senang, kemudian gadis itu berbalik dan beranjak ke keretanya.


"Ayo. Kita pergi."


"Calpurnia, tidak."


"Oh, jangan begitu lagi!" Gadis cantik berambut pirang itu mengentakkan kakinya.


"Kau selalu merusak kesenangan yang ada. Kenapa aku tidak boleh bersenang-senang sedikit pun?"


"Dia masih lajang! Kau tidak boleh kesana sendirian."

__ADS_1


"Grace, aku tau kau tidak peduli dengan mode yang sedang tren sekarang, tapi kau tidak paham. Aku pernah mendengar nama prian itu sebelumnya, dan maksudku bukan hanya di Debrett's," ujar Callie dengan gaya paling tau.


"Aku tau sekali siapa Lord Montgomery itu."


__ADS_2