
Setelah keluar dari deretan pepohonan di kebun buah, Grace sampai di hamparan rumput dan langsung melihat dua sosok di samping arus sungai yang deras.
Bayangan yang satu tinggi serta berotot dan yang dari tadi mengeluarkan suara.
Sosok yang kecil adalah Denny, tampak ketakutan.
Denny Nelcott tidak pernah ketakutan.
"Kau tidak punya kepentingan untuk menyelinap ke sini! Kau lihat apa yang terjadi? Kau bisa saja tebunuh, dasar kau begundal kecil! Sebaiknya aku tidak pernah melihatmu atau pun saudaramu lagi di lahan ini. Kau pahan?"
"Ya, Sir."
Apa pun yang telah terjadi di sini, si kembar itu tidak terlihat mengalami luka yang serius.
Sebaliknya, Lord Trevor justru tampak basah kuyup dan tak berbahaya, juga agak sedikit menyedihkan, dengan disengaja, tentu saja.
Lord Trevor Montgomery bukanlah pria dengan kriteria seperti itu.
Ketika Grace berjalan dengan cepat menghampiri keduanya, yang masih belum menyadaru karena baik yang besar ataupun yang kecil sedang kesal, ia tidak yakin bagaimana perasaanya saat mendengar omelan tegas pria itu kepada si anak nakal.
Grace sendiri, karena tadi ia begitu panik ada sesuatu yang menimpa anak itu, secara naluriah ingin merangkul dan memeluknya karena merasa lega. Trevor jelas tidak merasakan hal serupa.
Ketika Grace mendekat, ia dapat melihat kalau pria itu benar-benar murka. Omelan itu bukan pura-pura.
__ADS_1
Sesuatu jelas sudah terjadi, si kembar pasti sudah melakukan kenakalan. Tapi tetap saja; teriakan Trevor kepada anak-anak yatim ini menyulut naluri Grace untuk melindungi dan langsung membuatnya menjadi jengkel .
Namun ketika Grace mendekat, satu perasaan lagi ikut berbaur dalam hatinya yang gelisah ketika ia merasakan hantaman gairah saat melihat pria itu.
Trevor benar-benar basah kuyup, cahaya matahari pagi membuat kulitnya tampak berkilauan, rambut hitamnya menempel di kepalanya.
Baju Trevor menempel di setiap lekuk otot-ototnya, membentuk jelas lekukan maskulin di paha dan bokongnya.
Kemeja putihnya menggantung terbuka di bagian dada, hampir tampak transparan.
Grace berusaha menelan ludah dengan susah payah, kesal sendiri karena membayangkan dirinya membantu pria itu mengganti pakaiannya yang basah...
Jantung Grace berdebar kencang, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan lari tadi. Ia mengertakkan gigi, berjuang melawan godaan itu, berusaha mengabaikan hasrat yang menjalarinya.
Pria itu masih mengomeli Denny Nelcott. "Jika aku melihatmu lagi di tanahku..."
-----------------------------------
Trevor menoleh, omelannya mendadak berhenti.
Oh, sempurna. Inilah yang dibutuhkannya sekarang. Guru sekolah minggu yang marah-marah sedang berjalan ke arah Trevor, dengan ekspresi wajahnya yang mirip ibu beruang yang siap menyerang pemburu yang tanpa sengaja telah mengganggu anaknya.
Bagaimanapun, Trevor tidak dapat mengabaikan betapa manisnya wanita itu dalam balutan pakaian rumah.
__ADS_1
Pandangannya langsung menyelidik tubuh wanita itu, kehangatan menjalarinya dari dalam meskipun saat ini bajunya basah dan dingin.
Wajah Grace tampak merona, mata birunya berkilau dengan amarah. Leher jubah tidurnya yang berbentuk V membelah turun di dekat dadanya, dan pakaian ini lebih minim dibandingkan dengan gaun sopan yang dipakainya di pesta keluarga Lievedon.
Sungguh, Grace terlihat benar-benar memukau, rambut panjangnya tergerai di bahunya, berkilau dalam cahaya matahari pagi dan melamabai-lambai karena tiupan angin saat Grace berjalan ke arah Trevor sambil memelototinya.
Sementara itu, tahanan ciliknya, menyadari kalau konsentrasi Trevor teralihkan, melepaskan diri dari cengkeramannya dan berlari ke arah si penyelamat yang cantik.
Trevor membiarkannya. Anak itu berlari secepat mungkin, dan sepatu botnya yang basah berdecit-decit.
Si begundal cilik yang kuyup itu berlari ke belakang Grace, bergabung dengan kembarannya.
"Apa yang terjadi di sini?" tuntut Grace dengan suara tegas dan tajam.
"Kenapa tidak kau tanyakan saja kepada mereka?" balas Trevor, hanya untuk menyadari dengan terlambat bahwa jawabannya justru membuatnya terdengar seperti bocah ketiga daripada seorang pria dewasa.
Grace mengangkat alisnya ke arah Trevor, kemudian berbalik untuk melihat anak-anak yang berimpitan di belakangnya.
Anak-anak itu bersembunyi dari Trevor dan berencana membuat Grace bersimpati kepada mereka.
Dan rencana monster-monster kecil itu ternyata berhasil.
"Denny, apa kau baik-baik saja?"
__ADS_1
Follow akun instagram author :
@finkyalchaxiel