My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#49


__ADS_3

Kedua anak laki-laki itu menyelinap di padang rumput, mengendap di antara rumput-rumput tinggi dengan kehati-hatian yang cukup mengesankan.


Setelah sampai di dekat rumah pertanian itu, mereka berusaha menajamkan pendengaran namun tidak mendengar apa-apa, jadi mereka masuk melalui jendela yang biasa.


Membuka kuncinya yang berkarat dan menyusup ke dapur. Setelah menuruni bak cuci piring, mereka berjinjit-jinjit keluar dari dapur kemudian menuju ke aula depan, sengaja menghindari lantai kayu yang berderak.


Tidak lama setelah itu, mereka menemukan si raksasa / ogre / troll itu sedang tidur di sebuah sofa tua yang terletak di dalam ruang duduk yang sudah usang.


Berimpitan di ambang pintu, kedua saudara kembar itu saling bertukar pandang. Karena kembar, mereka jarang perly berbicara untuk memahami apa yang ada di pikiran masing-masing. Kenny menunjuk; Denny mengangguk.


Kemudian mereka berdua merayap masuk ke ruang duduk, tidak satupun dari mereka yang bersuara.


Kenny menyelinap untuk memeriksa kotak-kotak dan peti-peti berisi buku yang dikeluarkan pria besar itu dari keretanya ketika sampai tadi.


Pria itu menyelinap ke tempat ini saat malam, namun tentu saja, si kembar ini melihat kedatangannya. Mereka tau hampir semua kejadian yang berlangsung di desa ini.


Tanpa bersuara, Kenny membuka kotak-kotak itu dan mengaduk-aduk tas perbekalan si raksasa, setengah berharap akan menemukan sesuatu untuk dimakan.

__ADS_1


Denny, sementara itu, memutuskan untuk meneliti si penyusup dari lebih dekat.


Denny sudah mendengar apa yang diceritakan semua orang, bahwa pria ini adalah pahlawan perang, bocah skeptis itu meragukannya.


Pemilik baru Grange ini sama sekali tidak terlihat seperti pahlawab bagi mereka, dengan meringkuk di sofa seperti itu, tertidur lelap, bahkan terdengar mendengkur.


Denny terpikir melakukan sesuatu untuk mengganggu pria itu, seperti menggelitik hidungnya dengan rumput dan melihat apa yang dilakukannya terhadap dirinya.


Bagi Denny, pria ini tidak terlihat seperti seorang pria yang patut ditakuti anak yang pintar.


Kemudian Kenny menyela pengamatan Denny terhadap orang asing itu dengan bisikan.


"Psst!" menyuruh saudara kembarnya untuk mendekat.


Denny bergerak pelan dari posisinya yang berada di samping raksasa yang sedang tidur itu.


Ketika Denny sampai di samping saudaranya dan mengintip ke dalam kotak kulit hitam panjang yang telah dibuka Kenny, keuda saudara kembar itu membelalak kaget.

__ADS_1


Di dalam kotak itu terdapat beberapa senjata mulus berkilat dan berbagai macam jenis pisau, jenis yang belum pernah dilihat oleh kedua anak itu sebelumnya.


Denny, yang tampak terpesona, mengulurkan tangannya untuk mengambil salah satu di antaranya. Tapi Kenny langsung memukul tangan saudaranya itu dan memelototinya.


"Apa?" bisik Denny.


"Aku bisa kalau aku mau!"


"Terlalu berbahaya! Lebih baik kita segera keluar dari sini!"


"Jangan cemas, dia sedang tidur."


"Bagaimana kalau dia terbangun?"


Follow akun instagram author :


@finkyalchaxiel

__ADS_1


__ADS_2