My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#17


__ADS_3

"Kau lagi."


Trevor menampakkan senyuman tipis.


"Tidak baik berbisik-bisik di depan mantan mata-mata, Miss Kenwood. Kami mendapatkan pelatihan yang cukup baik dalam hal semacam itu."


Trevor berjalan ke arah Grace, terlihat senang dengan apa yang telah ditemukannya, kerena sekarang dapat melihat Grace dengan lebih jelas di bawah cahaya.


Ya, Trevor akan semakin menikamati momen-momen bergairah mereka sebelumnya di ruangan yang gelap tadi, seandainya saja ia tau kalau wanita itu secantik ini di bawah cahaya.


Grace ternyata lebih tinggi dari yang Trevor bayangkan sebelumnya, dengan lekuk tubuh yang tegas, dan aura kemandirian yang terpancar jelas. Bahkan tubuh wanita itu seolah mengisyaratkan bahwa hanya ada sedikit hal dalam kehidupan ini yang dapat mengguncangnya. Dan setelah bertahun-tahun hidup menghadapi emosi dan suasana hati Laura yang berubah-ubah, Grace Kenwood tiba-tiba saja dapat membuat Trevor merasa santai, rasanya seperti menghirup dalam-dalam udara yang bersih dan segar.


Puncak kepala Grace hampir setinggi dagu Trevor, yang sedikit berbeda dari tipe idealnya, karena biasanya ia cenderung mencari wanita yang lebih kecil. Ia rasa ukuran mereka yang mungil mengeluarkan sisi protektifnya.


Tinggi badan Grace, membuat wanita itu dapat dengan mudah bertatapan dengan mata Trevor. Dan mata yang menyorotinya itu berwarnia biru terang yang indah.


Rambut ikal Grace yang tebal dapat dikatakan berwarna cokelat biasa. Kemudian Trevor teringat sapuan bulu mata panjang berwarna emas dan kulit lembut itu, yang Trevor yakin tidak pernah tersentuh oleh bedak ataupun perona wajah.


Sama sekali tidak ada trik-trik tipu daya dalam pembawaan Grace, dan hal itu membuat Trevor gemetar layaknya kuda yang telah dipacu terlalu jauh sebelum akhirnya digiring lagi ke kandang

__ADS_1


Mungkin dirinya lebih kelelahan dari yang selama ini Trevor kira, karena selalu hidul dalam amarah dan kegelisahan


Namun saat ini, ia berusaha untuk memberi senyuman ramah.


Grace balas tersenyum kepadanya, dan Trevor berpikir sikap wanita itu yang agak meremehkan dirinya mungkin merupakan hal yang paling menggemaskan yang pernah dilihat Trevor dalam hidupnya. Membuat Grace terlihat seperti anak-anak. Namun selain itu, setiap jengkal tubuh Grace menegaskan sosok wanita sesungguhnya.


"Seberapa banyak yang kau dengar?" tuntut Grace sambil menyilangkan tangan di depan dadanya yang berisi.


"Cukup banyak untuk mengonfirmasi apa yang sudah kau ketahui... bahwa aku bukanlah kesatria pengembala."


"Hmm, tidak juga." Grace mengetuk-ngetukan jemari ke lengannya sementara ia berusaha untuk menahan senyumnya.


"Tapi aku memang cerdas." Senyuman Trevor melebar.


"Karena itulah, Miss Kenwood, aku bisa menarik kesimpulan bahwa menyimpan informasi dari pelayanmu, biasanya tidak akan berhasil." ujar Trevor sambil membungkuk memberi hormat.


"Lebih baik kau tau itu sekarang. Siapa tau nanti kita benar-benar jadi tetangga."


"Benarkah?" Mata Grace tampak berkilau karena tertarik.

__ADS_1


"Apa kau hanya sedang berusaha menyenangkan seorang pria tua, My Lord, atau kau benar-benar tertarik dengan Grange?"


"Jika itu berarti aku bisa tinggal di sebelah rumahmu, aku mungkin akan tertarik." Trevor memperhatikan Grace selama beberapa saat, berusaha menahan raungan laparnya akan wanita itu, yang entah datang dari mana.


Namun tentu saja, memiliki hasrat sebesar ini untuk Grace mwerupakan hal yang sia-sia, karena cukup jelas sekali sekarang bahwa wanita yang dihadapinya adalah sebuah Menara Kebajikan.


Ah, baiklah. Berusaha agar tetap bisa menyentuh Grace meskipun dengan cara yang lebih sopan, Trevor meraih tangan wanita itu tanpa peringatan sebelumnya.


"Berdansalah denganku, Grace!" perintahnya.


"Mari kita lihat apakah kau pantas menyandang namamu."


Trevor menantikan jawaban Grace, Trevor berjalan ke arah lantai dansa, membawa serta Grace bersamanya. Ia berjalan melintasi kerumunan tanpa menoleh ke belakang.


"Lord Trevor!" protes Grace.


"Ayolah, ini pasti akan menyenangkan."


Trevor sama sekali tidak berniat memberi kesempatan kepada Grace untuk menolak.

__ADS_1


__ADS_2