My Notorious Gentleman

My Notorious Gentleman
#19


__ADS_3

"Jadi, ayahmu adalah mentor Lord Brentford muda," ujarnya dengan hati-hati.


Mereka kembali bergerak ke baris mereka masing-masing.


Grace ragu, namun tetap menjawab pertanyaan pria itu ketika kembali bergerak saling mendekat namun ke arah yang berbeda.


"Lord Brentford seharusnya tidak boleh berjudi," aku Grace.


"Dari yang kudengar, katanya dia sangat senang berjudi. Terkadang beberapa orang tidak pernah belajar dari kesalahannya."


Ketika mereka berpisah, kembali berdiri di seberang masing-masing, Grace dapat melihat kalau Lord Trevor menegang. Ia menatap pria itu dengan penuh tanya.


Lord Trevor menggeleng sambil tersenyum, dan berusaha terlihat kalau ia tidak apa-apa.


"Ada apa?" desak Grace ketika figur ketiga membuat mereka melakukan gerakan yang lebih sensual, telapak tangan saling ditempelkan.


"Ah, tidak ada apa-apa."


"Ada sesuatu," Grace mengira-ngira.


Trevor berusaha mengangkat bahu, kemudian mengalah, namun tetap berusaha menghindar dari sorot tajam Grace.


"Aku dulu juga punya teman seperti itu. Teman penjudi."


Grace menyadari raut duka di mata abu-abu pria itu.


"Dugaanku dia akhirnya mendapat masalah."


"Bisa dibilang dia bahkan hampir menjual diriku untuk menutupi kekalahannya. Kami berdua hampir saja terbunuh."

__ADS_1


"Apa yang terjadi kepadanya?"


"Berakhir di penjara, dan disanalah dia sampai sekarang." Lord Trevor menggeleng, terlihat penuh penyesalan.


"Kuharap ayahmu bisa membantu pemuda itu, lebih baik daripada yang bisa kulakukan terhapat temanku yang tidak beruntung."


Mereka berpisah lagi dan saling menatap tajam satu sama lain. Grace merasa ikut menyesal untuk pria itu dan mengatakannya ketika mereka kembali saling berdekatan dalam gerakan yang berikutnya, punggung dengan punggung saling berhadapan.


"Itu tidak penting. Justru aku mendapatkan pelajaran berharga dari kejadian itu."


"Apa itu?"


"Kua tidak dapat mempercayai siapa pun," ujar pria itu tenang.


"Bahkan teman sekalipun."


Grace mengerutkan dahi


"Oh? Seperti apa misalnya?"


"Ayahku. Aku. Banyak orang lainnya," ujar Grace menyakinkan pria itu.


Lord Trevor tersenyum geli ketika mereka berpisah lagi, seolah Grace adalah anak kecil yang masih lugu yang baru saja mengatakan sesuatu yang begitu naif danu menggemaskan.


Grace mengerutkan alisnya, merasa jengkel melihat senyuman pria itu, seolah ia yang paling tau, yang paling memahami dunia.


Namun tetap saja, saat ini menurut Grace, pria itu terlihat sangat tampan.


Grace langsung melupakan kejengkelannya begitu kembali bergerak ke arah Lord Trevor. Dengan postur tubuh yang kekar, pria itu merupakan seorang penari yang hebat, gerakannya begitu indah dan santai.

__ADS_1


Dengan lengan Lord Trevor di pinggang Grace dan tangan yang satu lagi memegang tangan Grace, pria itu dapat membuatnya bergerak lebih luwes.


Saat mendongak untuk menatap mata abu-abu Lord Trevor, Grace merasa dirinya menjadi cantik dan memesona karena cara pria itu memperhatikannya dan guratan senyuman di bibir pria itu.


"Aku mulai menyukaimu, siapa pun dirimu," gumam Lord Trevor dalam suara yang pelan dan lembut, persis dengan cara bicara pria itu ketika mereka hanya berduaan saja di atas.


"Aku ingin menenal dirimu lebih baik, Grace Kenwood"


Grace merona mendengar ucapan blak-blakan pria itu.


"Siapa pun aku? Tapi kau sudah tau namaku. Apa kau tidak ingat lagi?"


"Tidak, tentu saja tidak begitu, dasar gsdis konyol. Hanya saja aku merasa kau sedikit misterius. Kau berbeda dari orang-orang yang berada di sini."


Grace mendengus mendengarnya.


"Tidak ada satu pun hal yang misterius dari diriku. Ak bisa menjamin itu."


"Itulah persisnya yang membuatku tertarik. Kau persis seperti apa yang terlihat. Kau sepertinya tidak tau betapa jarangnya gadis sepertimu."


Dan Lord Trevor melepaskannya.


Ketika Grace kembali melangakah ke sisi yang berjauhan, ia gemetar, berusah keras untuk terbangun dari mimpi yang imdah ini.


Angan-angannya yang penasaran akan bagaimana rasanya saat pria itu bercinta dengannya menyentak Grace.


Ya ampun! Ada apa dengannya.


Pasangan berganti seiring dengan gerakan tarian, Lord Trevor berpasangan dengan wanita di samping Grace, sementara Grace sendiri menari bersama pasangan wanita lain.

__ADS_1


Namun pria itu menurut Grace sama sekali tidak manarik, meskipun masih muda dan terlihat tampan dalam balitan pakaian yang elegan.


__ADS_2