My Possessive Lover

My Possessive Lover
part 23


__ADS_3

Nana?


Seingatku dulu waktu kecil aku pernah ketemu sama anak cowok yang lebih tua dariku, tapi aku lupa namanya.


"Oh begitu." Aku ber oh saja.


SKIP


"Gak masuk dulu ke dalam mas?" Tanyaku pada sekretaris Ken.


"Nggak, aku ada keperluan." Balas sekretaris Ken.


"Kalau begitu, terimakasih dan hati hati di jalan."


"Iya." Sahut sekretaris Ken, mobilnya melaju dan tak nampak. Aku memasuki rumah, di sana sudah ada mama mertua dan wanita asing sedang duduk.


"Malam ma." Sapaku pada mama mertua, sontak mama mertua menghampiriku.


"My dear, mama sudah rindu sama kamu. Abi mana kok gak kelihatan?" Tanya mama mertua mencari keberadaan Presdir.


"Suami lagi dinas dulu ma." Balasku.


"Sayang, kenalin ini Lulu teman masa kecil suami kamu." Nada mama mertua kayak sengaja gitu, apa mama mertua gak suka sama Lulu?


"Hai, kenalin nama saya Alena Putri istri dari Abi Pangestu." Ucapku sombong.


"Saya Lulu Luciana Maharani, teman kecil kak Abi." Balasnya yang tak mau kalah dariku.


"Senang berkenalan dengan teman masa kecil suami saya." Kataku menyombong lagi dan mengulurkan tangan.


Dia membalas uluran tanganku. "Saya juga senang berkenalan dengan istri kak abi."


"Oh iya ma, aku capek nih. Kamar aku sama suami dimana?" Aku menanyakan kamar presdir.


"Sini sayang ikuti mama." Ucap mama mertua memanduku ke kamar presdir eh bukan kamar presdir tapi kamar kami.


"Iya ma."


"Oh iya, kopernya tolong bawain ya Lu. Kasihan mantu tante baru datang pasti capek." Titah mama mertua kepada Lulu.


"Iya tante." Sahutnya kesal.


Kayaknya mama mertua gak suka sama si lulu, apa karena pernah melukai perasaan presdir? Ah mana mungkin sih, masa presdir cerita tentang perasaan dulu sama mamanya.


"Nah sayang ini kamar kalian." Ucap mama mertua seraya membuka pintu kamar presdir.


Woah, apa ini benar benar sebuah kamar? Besar sekali ini mah bukan kamar tapi ruang tengah rumahku juga gak sebesar ini sih, aku mendadak kaya.


"Aku masuk ya ma, mau istirahat sebentar kalau suami pulang aku turun." Ucapku pada mama mertua.


"Iya sayang selamat istirahat, mama tinggal ya." Ucap mama mertuaku seraya meninggalkan kamar.


"Iya ma, oh iya makasih ya buat kamu sudah bawain koper saya. Pasti berat ya, soalnya itu baju sama barang barang saya." Ujarku pada Lulu.


"Sama sama, bawa nih kopermu berat tahu." Lulu mendorong koper miliku, mungkin dia benar benar kesal padaku.


Bodo amatlah yang penting aku happy.


****


Sebuah tangan mendarat di pucuk kepalaku, dia mengelus pelan pucuk kepalaku.


"Alena, apa kamu sakit lagi?"


Aku terbangun setelah mendengar suara bas yang terngiang di telingaku.


"Presdir?" Panggilku seraya mengucek pelan mataku.

__ADS_1


"Apa kamu sakit lagi?" Tanyanya padaku.


"Ehmmm.." Aku berdehem. "Nggak kok, saya cuma kelelahan jadinya ketiduran."


"Saya kira kamu sakit lagi." Ucapnya seperti orang yang hawatir.


"Bapak baru pulang?" Tanyaku yang masih mengantuk.


"Iya, kalau ngantuk lanjutkan tidur saja. Saya mau mandi dan lanjut tidur." Ucapnya seraya memasuki kamar mandi.


Aku pindah ke bawah dan menggelar selimut lalu aku mengguling alhasil aku aku tidur dalam lilitan selimut. Dan melanjutkan kembali tidur, karena malam masih panjang.


Pov Abi..


Setelah selesai dengan berbagai pekerjaan aku bergegas pulang, Alena pasti sudah di rumah.


Sesampainya di rumah aku tidak mendapati alena, yang ku lihat hanya ada Lulu yang asyik memainkan ponselnya.


Aku nyelonong masuk tanpa menghiraukan Lulu.


"Kakak." Panggilnya, tadinya aku tak mau menyapa terpaksa harus menyapa.


"Eh lu, selamat malam." Aku menyapa Lulu lalu berjalan lagi menuju kamar.


"Alena dari tadi tidur kok kak." Ucapnya, padahal aku tak mau tahu dari dia.


"Iya aku tahu." Aku berlalu dari pandangan Lulu.


"Abi benar benar berubah." Batin Lulu.


Cklek...


Kulihat alena tengah berbaring di atas ranjang, aku mendekatinya. Ku lihat mukanya yang begitu teduh, aku mengusap pelan pucuk rambutnya. Aku takut alena sakit kembali.


"Presdir?" Panggilnya seraya mengucek pelan matanya.


"Ehmmm.." Alena berdehem. "Nggak kok, saya cuma kelelahan jadinya ketiduran."


"Saya kira kamu sakit lagi." Ucapku memastikan dia baik baik saja.


"Bapak baru pulang?" Tanyanya yang masih mengantuk.


"Iya, kalau ngantuk lanjutkan tidur saja. Saya mau mandi dan lanjut tidur." Ucapku seraya memasuki kamar mandi.


****


Setelah selesai mandi aku membuka pintu kamar mandi, aku kaget apa itu yang tergeletak di lantai? Aku menghampiri dan membalikannya, ternyata alena. Apa dia tidur di bawah?


Aku memindahkannya ke ranjang, dia begitu nyenyak sampai tidak sadar aku memindahkannya. Aku bersiap tidur, sebelum tidur aku mengambil kasur busa kecil ku gelar di lantai.


"Selamat malam alena." Aku mengucapkan selamat malam kepada alena.


Pov end..


Pagi


Hoamm....nyaman sekali, aku menggeliat bak anak kera yang baru bangun. Aku memandangi setiap ruangan, tidurku senyenyak ini. Aku menjatuhkan kembali badanku, tiba tiba aku tersadar. Kenapa empuk sekali? Aku melihat ke samping dan mengelus elus alas tidurku, aku ada di ranjang? Kapan aku pindah, perasaan semalam aku gak pindah nggelindur pun nggak. Presdir mana? Aku mencari keberadaan presdir, rupanya dia tidur di bawah. Jadi semalam presdir memindahkan aku ke atas ranjang, dan dia tidur di bawah.


Aku turun dari ranjang dan mendekati presdir yang masih tidur pulas.


"Selamat pagi suami." Sapaku pelan karena takut kedengaran.


Hoamm....dia menguap, matanya mulai terbuka. Aku sedikit menjauh darinya, dan kembali duduk di atas ranjang.


"Alena." Lirihnya.


"Iya, ada apa?" Aku menghampirinya.

__ADS_1


"Ini hari apa?" Dia menanyakan hari, apa dia lupa apa pura pura lupa.


"Ini hari kamis." Balasku.


"Apa kamu mau ikut pergi bersama saya?" Ucapnya tiba tiba mengajakku pergi.


"Kemana pak?" Sahutku.


Dia terdiam seketika setelah mendengar pertanyaan ku, apa yang sebenarnya ingin dia katakan.


"Pak ada apa?" Aku bertanya lagi namun dia tetap diam sambil memejamkan matanya.


"Alena." Panggilnya seraya bangun dari posisi tidurnya. "Saya ingin bicara sama kamu."


"Apa itu pak?" Jujur aku heran dengan sikapnya ini.


"Sebenarnya saya.." Ucapannya terpotong kala mendengar ketukan pintu.


"Biar saya yang lihat ya, bapak naik saja ke ranjang kalau mau rebahan dulu." Aku bangkit dari duduk ku, dan bergegas membuka pintu.


"Sebentar." Ucapku seraya mendekati pintu dan siap membukanya.


Cklek..


Betapa terkejutnya aku, kenapa pagi pagi gini wanita ini sudah mengganggu saja apa tidak ada kegiatan lain selain mengganggu orang.


"Ada apa?" Tanyaku, tapi dia tak menggubris pertanyaanku.


"Minggir." Dia mendorongku dan masuk begitu saja ke dalam kamar.


"Eh tunggu mau ngapain sih?" Aku menyusul wanita itu.


"Kakak." Panggilnya dengan nada manja.


"Lulu?" Presdir kaget melihat lulu masuk ke kamar.


"Kakak tolongin lulu." Rengeknya manja, aku hanya mematung di belakangnya sambil melipat kedua tanganku di atas dada.


"Ada apa sih lu? Kamu ganggu orang lagi istirahat." Sahut presdir ketus.


"Pokoknya kakak harus bantuin lulu." Rengeknya lagi, sebenarnya aku muak melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.


"Minta tolongnya nanti saja, kamu gak lihat aku masih tiduran gini? Dan kamu juga alena, kenapa kamu nyuruh lulu masuk." Apa apaan ini kenapa aku kebawa bawa, toh wanita itu yang nyelonong sendiri.


"Dia maksa masuk, sampai sampai saya di dorong." Ucapku.


"Kamu gak sopan banget lu, alena istriku kalau alena gak ngijinin masuk jangan maksa terus nyelonong gitu saja." Hardik presdir, mampus kau wanita manja.


"Kakak jahat, biasanya juga lulu masuk ke kamar kakak tanpa harus minta ijin." Ucapnya seraya nangis.


"Beda sekarang aku ada istri." Bentak presdir, seru sekali pagi pagi sudah nonton pertunjukan di kamar sendiri.


"Kakak jahat."


Rupanya pertikaian yang terjadi di kamar kami terdengar oleh mama dan papa mertua.


"Ada apa sayang?" Tanya mama mertua padaku.


"Nggak ada apa apa kok ma." Balasku.


Papa mertua masuk ke dalam kamar tanpa menyapa ataupun sekedar senyum kepadaku.


"Apa kalian benar benar saling mencintai?" Tanya papa mertua tiba tiba.


"Tentu." Balas presdir.


"Tapi apa ini?"

__ADS_1


__ADS_2