
Pov author...
Sedangkan di kamar lain, Lulu tengah menggendong anaknya.
"Jadi Alena hamil." Gumam Lulu.
"Semua orang berpaling dariku dan Valeri, aku harus menyingkirkan calon anak Alena." Ucap Lulu penuh kebencian.
****
Lulu menghampiri Alena yang sedang asyik mengupas buah di dekat kolam renang, dengan wajah yang pura-pura baik Lulu duduk di samping Alena.
"Bumil lagi apa nih?" Ucap Lulu basa basi.
Alena tersungging. "Lagi ngupas buah, kamu mau?"
"Boleh, aku minta apelnya ya!" Lulu mengambil potongan apel dan memakannya. "Seger banget."
"Valeria mana lu?" Tanya Alena.
"Lagi tidur." Balas Lulu.
"Lagi tidur kok di tinggal sih lu."
"Terserah aku, dia kan anak aku. Mau di tinggal kek mau di buang juga terserah aku, aku ibunya." Kesal Lulu.
Alena mengernyitkan keningnya seraya menatap Lulu. "Kamu ibu yang gila ya?"
"Kamu belagu ya mentang-mentang sekarang lagi hamil." Lulu menyinggung perasaan Alena.
"Kamu gak senang kalau aku hamil?" Tanya Alena seraya menatap Lulu.
"Iya aku gak senang, karena kehamilan kamu semua orang berpaling dari aku dan anakku." Teriak Lulu karena kesal dia mendorong Alena yang tengah duduk di kursi ke dalam kolam renang.
"Lulu." Teriak Alena dia makin tenggelam, kakinya kram dan tak bisa di gerakan membuatnya tak bisa berenang. "Tolong."
"Jangan main-main ya Alena, aku tahu kamu itu bisa berenang." Ucap Lulu meninggalkan Alena yang berusaha untuk menepi ke ujung kolam, namun kakinya yang tak bisa di gerakan membuatnya terus tenggelam.
"Bodo amat sama Alena." Lulu berjalan menuju dapur mengambil air minum dan kembali ke kamarnya.
"Kenapa ya sama nyonya?" Bi Sumi bertanya-tanya.
Sedangkan di kolam renang Alena masih berusaha mencoba berenang, namun tetap saja kakinya sangat sulit di gerakan, dan akhirnya Alena kehilangan kesadaran dan mengapung di atas air.
"Bibi, tolong di bersihin ya kolam soalnya banyak daun berjatuhan ke kolam." Ucap Sera pada bi Sumi.
"Baik Bu, bibi permisi mau bersihin kolam dulu ya."
"Iya."
Bu Sumi pun pergi ke kolam untuk membersihkan dedaunan yang jatuh ke atas air kolam, saat sampai di depan kolam renang bi Sumi menjerit.
"Aaa..... nyonya."
Sera yang mendengarnya sontak berlari menghampiri bi Sumi. "Ada apa bi, kok bibi teriak?"
__ADS_1
Bi Sumi menunjuk ke air kolam seraya tergagap-gagap. "I-i-itu Bu, nyonya."
Sera melihat ke kolam. "Ya ampun Alena." Dengan cepat Sera terjun ke air kolam, lalu menarik alena ke tepian.
"Nyonya." Bi Sumi panik melihat Alena yang tak sadarkan diri.
"Bi cepat telpon Abi, sekarang juga!"
"Baik Bu." Bi Sumi dengan cepat menelpon Abi.
Abi 'Hallo bi ada apa nelpon?'
Bi Sumi 'Hallo tuan, tuan, nyonya tuan'
Abi 'Nyonya kenapa bi?'
Bi Sumi 'Nyonya tenggelam di kolam renang'
Abi 'Apa? Saya segera pulang'
Abi bergegas pulang ke rumah, sesampainya di rumah Abi segera memasuki kamarnya, ia menghampiri Alena yang tengah terbaring di atas ranjang.
"Sayang." Abi menghampiri Alena, lalu duduk di sebelahnya.
"Ma, apa yang terjadi pada Alena kenapa Alena bisa jatuh ke kolam?" Tanya Abi pada Sera, ibunya.
"Mama juga gak tahu bi, mama tahu dari bibi itupun bibi menjerit ya mama otomatis menghampiri bibi. Dan mama juga terkejut melihat Alena sudah terapung di atas air." Jelas Sera pada Abi.
"Bi apa yang terjadi?" Kini Abi menanyai bi Sumi.
"Sekarang Abi mau cek cctv dekat kolam." Ucap Abi. "Mama sudah panggil dokter?"
"Sebentar lagi dokter datang, kamu jangan khawatir mending cek cctv nya sekarang juga." Ucap Sera, Abi pun mengangguk lalu pergi untuk mengecek cctv.
***
"Kondisi Bu Alena sekarang sudah membaik, dia hanya mengalami kram di bagian kakinya jadi dia tidak bisa menggerakan kakinya dan kehabisan nafas." Jelas dokter pada Sera.
"Begitu ya dok, kalau begitu terimakasih." Ucap Sera. "Bi tolong antar dokter keluar."
"Baik Bu." Bi Sumi mengantar kepulangan dokter dari kediaman Abi dan keluarganya.
Abi datang dengan terengah-engah, dia memeluk Alena yang masih berbaring namun Alena sudah sadar.
"Kamu apa-apaan sih?" Alena di buat bingung oleh tingkah Abi yang tiba-tiba memeluknya.
"Kamu gak papakan sayang?" Tanya Abi seraya menyelidik ke setiap badan Alena.
Alena tersenyum seraya memeluk Abi. "Aku baik-baik saja." Alena melepaskan pelukannya. "Lihat aku baik-baik saja bukan?"
Abi mengangguk. "Ini ulah Lulu, ma."
"Maksud kamu?" Sera menatap Abi.
"Lulu yang dorong Alena ke kolam, dia gak nolongin Alena dan malah pergi meninggalkan Alena." Jelas Abi, ada gurat amarah pada nada bicaranya. "Aku harus menemui Lulu."
__ADS_1
"Gak usah sayang, aku takutnya kamu malahelampiaskan amarah kamu sama Lulu." Cegah Alena.
"Apa-apan kamu Len, pantas dong kalau Abi marah sama Lulu. Toh dia yang udah bikin kamu jadi gini." Sela Sera, mendukung keputusan Abi untuk menemui Lulu.
"Tapi ma..." Alena tak melanjutkan ucapannya.
"Kamu istirahat saja ya, Lulu biar aku yang urus." Abi bergegas menghampiri Lulu di kamarnya di ikuti Sera.
Brakk...
"Mas Abi?" Sentak Lulu, dia kaget mendengar pintu kamarnya terbuka dengan kasar.
"Kemari lu!" Perintah Abi pada Lulu, Lulu pun menghampiri Abi dengan termesem-mesem, pikirnya Abi merindukannya dan Valeria.
"Ada apa kamu sampai kesini?" Tanya Lulu.
"Bi." Panggil Sera pada Abi.
Lulu menoleh ke arah suara milik Sera. "Tante juga kesini?"
Sera tak menjawab dia malah menyilangkan kedua tangannya di atas dada.
"Kalian pasti mau ngebahas pernikahan kita kan?" Tanya Lulu begitu percaya diri.
"Pernikahan?" Sera mengulang kata pernikahan yang di ucapkan Lulu. "Jangan mimpi kamu."
Lulu mengernyitkan dahinya, lantas untuk apa Sera dan Abi menghampirinya, pikir Lulu.
"Lantas apa yang membuat kalian berdua kemari?" Tanya Lulu.
Abi menarik nafasnya dengan kasar. "Pergi dari rumah ini sekarang juga!" Tegas Abi.
Lulu makin tak mengerti maksud Abi. "Apa maksud kamu? Kenapa kamu ngusir aku?"
"Aku bilang, pergi dari rumah ini sekarang juga." Bentak Abi, kesabarannya sudah hilang.
"Kamu tega ya ngusir aku sama anak kamu." Lulu tak mau kalah dari Abi.
"Anak Abi?" Sentak Sera, lalu terkekeh.
Lulu melihat Sera yang terkekeh membuatnya panik, dia takut semuanya berakhir hari ini padahal dia belum mendapatkan Abi, dan belum bisa memisahkan Alena dari Abi.
"Pergi sekarang juga!" Perintah Abi pada Lulu secara perlahan.
"Kamu udah gila ya, anak kamu butuh kamu." Ucap Lulu dengan nada tinggi.
"Dia bukan anak aku." Tegas Abi.
"Dia anak kamu, hasil tes DNA pun menyatakan kalau Valeria anak kamu." Kata Lulu penuh penegasan.
"Dia bukan anak aku." Ucap Abi dengan nada tinggi tak kalah dari Lulu.
"Kamu mau menyangkal kalau Valeria bukan anak kamu? Kalau begitu siapa ayah Valeria kalau bukan kamu, hah?" Nada bicara Lulu makin meninggi.
"Aku ayah Valeria." Ucap seseorang dari arah belakang Sera dan Abi, Abi menoleh ke arah suara itu.
__ADS_1
"Sayang." Ucap Abi saat melihat alena dengan lelaki yang mengaku ayah Valeria.