
"Sayang kamu bisa bawa motor?" Tanya suamiku yang fokus membawa motor.
"Bisa dong, inikan motor aku." Balasku.
"Kayaknya aku mau nyoba di boncengin istriku."
"Iya iya."
Aku dan suami mengelilingi kampung dengan menggunakan motor, serasa nostalgia. Sudah hampir beberapa tahun, aku tidak jalan-jalan di kampung halamanku sendiri.
"Sayang berhenti." Ucapku tiba-tiba, ketika melihat tukang siomay langgananku waktu masih sekolah.
"Apa?"
"Berhenti." Teriakku.
Ckiitt....suamiku mendadak rem, aku tersuntul pada punggungnya.
"Sayang kamu gak papakan?" Tanyanya.
"Iya gak papa."
Aku turun dari motor dan menghampiri tukang siomay, suamiku pun mengikutiku.
"Bang siomaynya dua porsi, yang satu pedes yang satunya lagi biasa aja pedesnya."
"Siap neng."
"Sini sayang duduk disini, kita makan siomay dulu." Ucapku mempersilahkan suamiku untuk duduk.
"Kitakan habis sarapan yang." Komplainnya.
"Sudah sini aja, cobain ya jajanan masa masa sekolah aku."
"Ini neng, yang ini pedes yang ini sedang." Ucap tukang siomay, seraya menunjuk ke dua piring yang di hidangkan di meja tempat kami duduk.
"Makasih bang."
"Ini sehatkan?" Tanya suamiku, seakan makanan ini racun yang akan menganggu kesehatan.
"Sehat sayang, ayo makan. Coba buka mulutnya, aku suapin, aaa..."
Perlahan suamiku membuka mulutnya, satu sendok siomay mendarat di mulutnya.
"Gimana rasanya?" Tanyaku, suamiku terlihat menikmatinya.
"Enak, wah enak sayang. Sini gak usah di suapin, aku mau makan sendiri aja." Suamiku terlihat rakus, apa ku kata rasanya mengalahkan steak daging sapi premium.
"Jangan buru-buru gitu makannya."
"Kamu makan dong, kalau gak di makan nanti aku habisin deh punya kamu." Ancamnya, yang katanya gak suka tapi malah rakus.
"Enak aja." Aku melahap siomay milikku.
****
"Gimana jalan-jalannya, seru?" Tanya ayah kepada kami berdua, yang baru tiba sepulang jalan-jalan.
"Sangat seru ayah mertua, pokoknya Abi akan sering-sering kesini." Jawab suamiku excited.
"Oh ya? Emang seseru itu ya?"
"Tentu ayah mertua, sangat amat seru."
Aku tersenyum melihat tingkah suamiku. "Iya ayah, Alena kan sudah lama gak jalan-jalan."
"Loh, emangnya di Jakarta kamu jarang jalan-jalan?"
"Mana ada jarang jalan-jalan, paling sering kok ayah mertua." Sahut suamiku.
"Maksud Alena, jalan-jalan di kampung."
"Ah begitu, ayah ke belakang dulu ya." Ucap ayah, lalu pergi meninggalkan kami berdua.
"Sore-sore gini ngapain aja disini?" Tanya suamiku.
"Mandi aja dulu." Balasku.
SKIP
Malam
__ADS_1
Malam ini aku dan suami duduk santai di kursi yang ada di depan rumah, aku memainkan handphone sedangkan suami sibuk menatap langit yang penuh dengan bintang.
"Nih, ibu buatin teh manis hangat buat kalian berdua." Ucap ibu yang datang dari dalam rumah, membawa nampan yang isinya dua gelas teh manis hangat dan sepiring kue bolu.
"Duh ngerepotin ibu mertua jadinya." Ucap suamiku.
"Nggak kok, ayo di makan sama di minum ya." Ucap ibu lalu masuk lagi ke dalam rumah.
"Cobain deh sayang kue buatan ibu, enak loh." Aku mengambil kue lalu menyuapi suamiku.
"Emhh enak banget."
"Yakan? Makan sayang makan." Ucapku.
Tiing...
19.20 lagi ngapain malam-malam begini?
19.20 lagi duduk nyantai sama suami💋
Eh mas, aku sama suami selama satu
minggu gak masuk kerja ya
19.25 eh kenapa? Abi sakit apa kamu yang
sakit?
"Sama siapa sih kamu chating?" Tanya suamiku, karena dari tadi dia melihat aku main handphone terus.
"Mas Ken."
"Ngapain sih si bujang lapuk itu, chat istri orang malam-malam?" Cetus suamiku, memasang raut wajah cemberut.
"Nggak sayang, aku cuma ngasih tahu dia kalau kita gak akan masuk kerja selama satu minggu." Jelasku biar dia gak salah paham.
19.50 nggak mas, aku sama suami lagi
liburan ke rumah ayah ibuku
19.50 ohh iya
"Eh sayang, mama video call."
"Coba angkat."
Me 'Hai mah'
Mamer 'Kalian pergi kok gak bilang sama mama sih?'
Me (abi) 'Maaf ya ma'
Mamer 'Iya deh iya deh'
Me 'Mama lagi ngapain, papa mana mah?'
Mamer 'Mama lagi makan malam, papa ada lagi makan juga'
Me 'Makan aja dulu ma, nanti video call lagi'
Mamer 'Mama kan rindu, matikan aja dulu mah kita kan lagi makan' terdengar samar suara papa mertua
Me (abi) 'Lanjutin aja dulu mah'
Mamer 'Mama matiin ya, bye'
Me (aku dan suami) 'Bye'
"Kamu belum ngantuk sayang?" Tanya suamiku.
"Belum sih, kamu udah ngantuk ya?"
"Belum sih, tapi pengen itu." Pintanya sontak membuatku melongo.
"I-itu, ayo."
Kami berdua masuk ke rumah lalu ke kamar, siap-siap melakukan itu.
****
__ADS_1
Pov author...
Pagi
Pagi-pagi jia sudah berangkat ke kantor, hari Senin hari yang sangat di benci Jia.
"Ah aku benci hari senin." Umpat Jia, memasuki lift. Sebelum menutup sempurna, ada tangan yang berhasil membuka kembali pintu lift.Jia menatapnya dengan tatapan datar.
"Pagi." Sapanya.
"Pagi juga." Jia berbalik menyapa.
"Jawabnya gak semangat banget."
"Apa sih pak?"
"Kamu kenapa sih, sensi amat?"
"Bapak sih banyak ngomong."
"Saya cuma nyapa, kamunya aja yang sewot."
"Siapa yang sewot si, orang aku biasa aja." Cetus Jia.
"Sudahlah, saya nyesel sudah menyapa kamu." Ucapnya yang tak kalah kesal dari Jia.
"Saya juga lebih nyesel sudah menyapa balik sama bapak."
Pintu lift terbuka di lantai 10, tempat Jia bekerja sedangkan Ken menuju ke lantai 15.
"Akhirnya aku terlepas dari lelaki itu." Gumam Jia.
****
"Kenapa si Jia, kayak kesel gitu sama aku? Aku kan gak ada salah sama dia, cewek aneh." Gumam Ken.
Pintu lift terbuka, Ken keluar lalu berjalan menuju ruangannya. Pekerjaan begitu menumpuk tapi pemiliknya tidak hadir.
"Jadi repot sendiri."
Drrrt...drrrt...
"Siapa lagi pagi-pagi yang nelpon?"
Me 'Hallo'
'Hallo selamat pagi, ini dengan sekretaris Ken?'
Me 'Iya betul, ini dengan siapa ya?'
'Saya dengan Tina, sekretaris pak Remon dari RA entertainment'
Me 'Iya, ada perlu apa ya pagi-pagi anda sudah menelepon saya?'
Tina 'Saya di suruh atasan saya, untuk memberikan kontrak kerja kepada ibu Alena. Tapi pihak perusahaan anda, belum memberikan kepastian dengan kerja sama ini'
Me 'Untuk saat ini ibu Alena tidak masuk kerja, nanti saya konfirmasi kembali dengan anda terkait kerja sama ini'
Tina 'Baik kalau begitu, terimakasih'
Me 'Sama-sama'
Sambungan telepon seluler terputus.
"Tugas baru, sepasang suami istri itu kompak liburnya." Keluh Ken.
****
"Gimana mih, apa sudah nemu cara buat menekan keluarga Abi?" Tanya Lulu.
"Sudah, tenang aja mami hari ini akan datang ke rumah Abi." Balas Becky.
"Aku ikut."
"Gak perlu, ini biar jadi urusan mami."
"Semoga hasilnya memastikan ya mih."
"Iya, mami pergi dulu ya."
"Iya."
__ADS_1
Becky pergi ke rumah Abi, dia berangkat sendiri tanpa melibatkan anaknya.