My Possessive Lover

My Possessive Lover
part 68


__ADS_3

"Aku ayah Valeria." Ucap seseorang dari arah belakang Sera dan Abi, Abi menoleh ke arah suara itu.


"Sayang." Ucap Abi saat melihat alena dengan lelaki yang mengaku ayah Valeria.


Alena menghampiri Abi dan Sera, dia menatap tajam ke arah Lulu. Raut mukanya yang menunjukan kemarahan yang membuncah, Lulu yang melihatnya seolah ketakutan lalu beringsut mundur perlahan dan mengalihkan pandangannya dari Alena, yang sedari tadi menatapnya penuh amarah.


"Apa hah?" Lulu menaikan kepalanya seakan menjago.


Alena mendekat ke arah Lulu. "Kamu wanita paling hina yang pernah aku temui di dunia ini." Bisik Alena tepat di sebelah telinga Lulu, Lulu yang mendengarnya tak menerima atas apa yang di ucapkan Alena, sontak mendorong tubuh Alena sekuat tenaga sampai tubuh Alena sempoyongan.


"Apa-apaan kamu hah?" Abi menghadang Lulu, dia tak terima alena di perlakukan dengan sedemikian rupa.


"Sayang sini." Sera memapah menantunya itu.


"Jelaskan kenapa Doni mengaku kalau dia ayah anak kamu?" Tegas Abi.


Doni mendekat ke arah Abi dan Lulu. "Sudah aku katakan gugurkan anak itu." Pekik Doni.


"Jangan gila kamu, mana mungkin aku tega membunuh anak itu." Teriak Lulu.


"Aku sudah katakan kalau aku punya istri, tapi kamu malah nekad membesarkan kandungan kamu."


Abi, Alena dan Sera hanya menyaksikan pertikaian Lulu dan Doni, Abi tidak menyangka kalau Lulu hamil anak Doni. Dari dulu Abi maupun Alena curiga terhadap Remon, namun semuanya ternyata salah.


"Cukup Don! Anak ini sudah lahir, kamu gak usah ikut campur atas anak ini." Kata Lulu.


"Tapi tetap saja, fakta kalau anak itu anak aku gak akan pernah hilang." Timpal Doni.


"Aku bilang kamu gak usah ikut campur, aku akan membesarkan anak ini bersama Abi."


Mata Abi terbelalak kala mendengar ucapan Lulu. "Kok jadi bawa-bawa nama aku."


"Dengerin aja sayang, perdebatan mereka." Ucap Alena.


"Aku gak terimalah sayang, Valeria kan bukan anak aku." Ucap Abi dengan penolakannya.


"Diam deh kalian, yang debat cukup Lulu dan Doni. Kalian diam saja, mama lagi rekam nih." Kata Sera, benar saja dia sedang merekam perdebatan antara Lulu dan Doni. "Seru nih kayak di film film."


Alena menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan apa yang di lakukan mertuanya itu. "Terserah mama saja."


"Mama terlalu melankolis." Ucap Abi.


"Bukan melankolis sih yang, mama terlalu mendalami peran sebagai kameraman." Timpal Alena seraya menatap mertuanya itu.


Abi merangkul Alena dan menjauh dari ibunya yang asyik merekam Lulu dan Doni. "Menjauh sayang, takut kelakuan nya nular ke baby kita."


Alena mengangguk." Iya sayang."


****


"Dengar ya, aku gak akan pernah tanggung jawab sama kamu." Ucap Doni pada Lulu.


"Sudahlah mending bawa Lulu dan anaknya pergi dari rumah ini." Kata sera seraya bertolak pinggang.


"Tante, Lulu mohon jangan usir Lulu." Lulu bersimpuh di kaki Sera, Sera pun mundur.


"Lu, Tante gak bisa menerima orang yang berbohong seperti kamu. Tante alergi sama pembohong, jadi Tante mohon pergilah selagi Tante mengusir kamu secara baik." Jelas Sera.


"Tapi Tante." Lulu masih bersikeras.


"Berdiri lu." Ucap Doni. "Anak kamu nangis."


Lulu pun bangkit dan mengambil anaknya. "Sayang jangan nangis."


"Ayo lu." Ajak Doni. "Ini tanggung jawabku yang terakhir buat kamu dan anak kamu, aku akan mengantarmu ke rumah kamu."


"Nggak usah, aku akan menelpon seseorang." Ucap Lulu seraya menggendong anaknya dan menarik kopernya.

__ADS_1


Abi dan Alena melihat kepergian Lulu dari atas, Lulu menyadari kalau Abi dan Alena sedang melihatnya.


"Aku akan balas dendam sama kamu, Alena." Gumam Lulu.


"Jangan aneh-aneh sama Alena!" Pekik Doni, Lulu mendelik saat doni memintanya untuk tidak aneh-aneh pada Alena.


"Terserah aku." Cetus Lulu.


Skip


"Akhirnya rumah ini bebas juga ya." Ucap Sera saat sedang melaksanakan makan malam.


"Bebas kenapa ma?" Tanya Rega.


"Ya ampun papa kan belum tahu ya, kalau Lulu udah pergi dari rumah ini." Balas Sera.


"Loh kok bisa pergi?" Rega tidak mengetahui apa yang terjadi di rumahnya, karena dia hanya fokus pada bekerja.


"Nanti mama lihatin deh video nya." Ucap Sera, seraya mengangkat handphone nya.


Rega mengernyitkan dahinya, entah apa yang di maksudkan Sera. Video? Video apa yang akan Sera tunjukan pada Rega, pikir Rega.


"Sudah pa, makan saja jangan terkecoh sama apa yang mama katakan. Nanti Abi jelaskan semuanya sama papa." Ucap Abi. "Kalau ada waktu."


Alena menyenggol lengan Abi.


"Apa sih sayang?" Tanya Abi, Alena menggelengkan kepalanya saja.


"Ngomong saja, kalau gak mau ngejelasin." Ketus Rega.


"Yaelah papa gitu aja ngambek, tenang pa kan ada mama. Mama tahu semuanya, kamu juga bi, gak usah sok sokan mau ngejelasin." Ucap Sera.


"Maaf ma." Abi menundukan kepalanya.


***


"Iya sayang, ada apa?" Tanya Alena yang sedang mengelus-elus perutnya yang masih rata.


"Kok bisa Doni ada disini tadi? Terus apa kamu percaya kalau Doni itu ayah kandung Valeria?" Beberapa pertanyaan terlontar dari mulut Abi.


"Aku percaya sayang, karena aku dengar sendiri dari ayu. Aku juga awalnya ngira kalau Remon ayah kandung Valeria, tapi nyatanya salah." Jelas Alena. "Padahal aku harap pas di acara ulang tahun kamu, Remon mengaku."


"Terus kok bisa Doni ada disini?"


Flashback...


Handphone Alena berdering, Alena pun beranjak untuk mengambil handphone nya yang ada di atas meja rias.


"Ayu?" Lirih Alena.


Alena 'Hallo yu, ada apa kok tumben nelpon?'


Ayu (seraya terisak) 'Len, suami aku bermain wanita lain'


Alena 'Apa? Kok bisa sih yu?'


Ayu 'Aku dengar sendiri, dia bilang kalau dia hamilin seseorang'


Mata Alena terbelalak. Alena 'Gak mungkin yu'


Ayu 'Awalnya aku juga gak percaya, tapi aku dengar sendiri saat dia bicara dengan seorang cowok namanya kalau gak salah Remon'


Alena 'Remon? Terus-terus siapa wanita yang di hamilin Doni?'


Ayu 'Lulu, Len' (suara ayu serak karena tak henti-hentinya menangis)


Alena 'Apa?'

__ADS_1


Ayu 'Aku harus gimana Len? Aku juga lagi hamil. Gak mungkin kan kalau aku cerai dari Doni'


Alena 'Yu, tolong suruh Doni ke alamat rumah aku sekarang juga'


Ayu 'Untuk apa Doni ke rumah kamu'


Dengan terpaksa alena membohongi ayu.


Alena 'Aku akan menasihati Doni, tenang saja kamu gak akan rugi pokoknya'


Ayu 'Baik kalau begitu'


Alena 'Aku sudah send alamatnya ke kamu'


Ayu 'Okey, aku mau hampiri Doni dulu'


***


"Sayang." Panggil ayu pada Doni yang sedang mainkan handphone nya.


"Hmm.." Doni hanya berdehem saja.


"Sayang tolong kamu ke alamat ini deh, teman aku katanya mau bayar utang sama aku jadi tolong ambilin ya!" Ucap ayu berbohong.


"Okey, mana alamat nya?" Tanya Doni to the points.


"Aku sudah send ke no kamu." Kata ayu, dengan segera Doni pergi ke alamat itu.


Sesampainya di alamat itu, Doni melihat Alena yang sedang duduk di teras depan seraya menikmati teh dan camilan.


"Alena?" Sentak Doni, Alena yang melihat Doni sontak tersenyum.


"Selamat datang di rumah aku." Alena menyambut Doni penuh senyum.


"Ini rumah kamu?" Tanya doni seraya melihat sekeliling, besar sekali rumahnya bak istana saja pikir Doni.


"Iya." Balas Alena singkat.


"Ada apa ini? Apa yang kamu butuhkan dari aku?" Tanya Doni.


"Tolong mengaku di depan suami dan mertua ku, kalau kamulah ayah kandung Valeria." Pinta Alena seraya bersilang tangan.


"Valeria? Siapa Valeria aku tak mengenal yang namanya Valeria." Doni tak tahu kalau anaknya di beri nama Valeria.


"Valeria itu anak kamu dan Lulu." Cetus Alena.


"Gak, untuk apa aku mengaku? Aku pergi."


"Aku mohon Don, aku minta sama kamu baik-baik loh."


"Len, aku punya istri dan dia juga sedang hamil. Kalau dia tahu, gimana reaksinya?"


"Kamu tuh bodoh ya Don, gak kamu kasih tahu pun istri kamu sudah tahu kalau kamu main belakang sama cewek lain."


Doni terkejut, apa iya istrinya mengetahui kelakuan saat di belakangnya? "Jangan merusak rumah tangga aku Len!"


"Kalau kamu gak percaya aku akan telepon ayu, sekarang juga."


"Tunggu! Aku percaya." Doni tak mau ada pertengkaran lagi dalam rumah tangganya. Dia pun menyetujui permintaan Alena.


Alena dan Doni memasuki rumah, mereka melihat pertikaian antara Abi dan Lulu. Doni pun datang.


"Aku ayah Valeria." Ucap Doni lantang, Alena tersenyum mendengarnya.


Flashback end...


"Jadi begitu ya?" Ucap Abi, Alena mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2