
Mama mertua menatapku sekejap dia terkekeh lalu menepuk lengan Abi, Abi pun ikut terkekeh.
"Ada apa ini? Apa kalian mempermainkan aku?" Aku menunduk lesu.
"Sayang aduh." Mama mertua menghampiriku lalu merangkulku, aku benar-benar bingung di buatnya. "Ayo berdiri."
"Kamu pasti sedih ya?" Tanya Abi, akupun hanya bisa mengangguk sambil menangis tanpa suara.
"Maaf ya sayang, konsep mama bikin kamu sedih." Mama mertua memelukku lalu menciu keningku. "Mana mungkin mama jahat sama kamu, kamu itu menantu kesayangan mama."
"Maksud mama konsep, konsep apa ma?" Aku bertanya, konsep? Entah apa yang mama mertua dan Abi sembunyikan dariku, tapi untuk saat ini aku benar-benar bahagia.
"Sebenarnya." Ucap mama mertua.
Pov author and Flashback....
Setelah Sera meninggalkan kamar Abi dan Alena, dia mengambil handphonenya lalu mencari kontak bernama anakku, dan menekan simbol telepon.
Anakku 'Hallo ada apa ma?'
Me 'Bi, tes DNA ini aslikan?'
Anakku 'Maksud mama apa?'
Me 'Jawab saja'
Anakku 'Asli'
Me 'Yakin?'
Anakku 'Abi sendiri yang pergi untuk melakukan tes DNA itu'
Me 'Mama merasa bersalah banget sama Alena, bi'
Anakku 'Memangnya kenapa? Apa yang mama perbuat sama Alena?'
Me 'Mama bikin Alena sedih bi, mama gak bermaksud loh bi. Mama jadi merasa bersalah banget sama Alena, gimana ya cara menebus kesalahan mama sama Alena?'
Anakku 'Emangnya kenapa sih ma?'
Me 'Ya sudah sudah dulu ya nelepon nya, bye selamat bekerja sayang anak mama'
Sambungan telepon seluler terputus, Abi menatap layar handphone nya. "Aneh banget sih."
"Karena aku sudah membuat Alena sakit hati karena ucapanku, aku harus membuat dia kembali bahagia." Gumam Sera.
"Bi Sumi, kemari sebentar." Panggil Sera kepada bi Sumi, kali ini dia berencana membuat surprise untuk menantunya.
Bi Sumi lari-lari kecil menghadap majikannya itu. "Iya Bu ada apa panggil bibi?"
"Bi tolong ambil kunci ruangan rahasia saya." Titah Sera, dengan sigap bi sumi segera mengambil kuncinya tanpa bertanya.
__ADS_1
"Alena juga harus tahu keberadaan ruangan ini." Lirih Sera seraya menatap pintu ruangan rahasianya yang tidak sembarang orang bisa memasukinya.
Bi Sumi kini sudah ada di hadapan Sera dengan sebuah kunci di tangannya, bi Sumi memberikan kunci itu pada Sera.
"Sudah hampir sebulan lebih ibu tak masuk ke ruangan ini lewat pintu ini, biasanya juga lewat pintu umum seperti pelanggan lainnya." Ucap bi Sumi, bi Sumi tahu betul tentang majikannya itu.
"Iya bi, kali ini saya harus memberitahu Alena tentang rahasia ini." Jelas Sera.
"Kalau non Lulu bagaimana?"
"Cukup bi! Jangan sebut nama itu, saya muak mendengarnya." Sentak Sera, bi Sumi tersentak mendengar sentakan Sera baru pertama kalinya dia dapat sentakan dari majikannya.
"Berarti ibu membenci non Lulu, aku harus hati-hati dalam bicara." Gumam bi Sumi seraya menepuk bibirnya pelan.
"Ada apa bi?" Tanya Sera.
"Tidak apa-apa kok Bu." Balas bi Sumi kembali menundukan kepalanya.
Pov author and Flashback end....
"Begitu ya ma, aku tersentuh banget makasih mama." Aku memeluk mama mertuaku, terharu sekali dengan kejutan yang menakjubkan ini.
"Pasti tadi kamu benci ya sama mama?" Ucap mama dengan raut muka kecewa.
"Eiy, mana ada aku benci sama mama." Aku kembali memeluk tubuh ibu mertuaku.
"Nah sekarang untuk sementara waktu kalian berdua tinggal di secret rooms punya mama ya, nanti kalian kalau mau pergi dari sini tinggal lewat pintu utama jangan lewat pintu rahasia dalam rumah kita. Mama gak mau sampai Lulu tahu." Jelas mama mertua pada kami berdua.
"Oke ma!" Balas Abi dan aku hanya manggut-manggut saja.
"Gak ngambek lagi kan?" Tanya Abi.
"Nggak." Jawabku singkat.
"Sebenarnya ada yang ingin aku bahas sama kamu." Ucap Abi tiba-tiba.
"Mau bahas apa?"
"Aku sudah memutuskan kapan membongkar rahasia Lulu." Ucap Abi begitu serius.
"Kapan?"
"Saat perayaan ulang tahun aku." Tekan Abi, ia menoleh padaku lalu memegang tanganku. "Sayang semuanya akan berakhir."
"Sayang, aku gak mau merusak hari bahagia kamu." Lirihku seraya menatap manik matanya.
Abi terlihat muram, di usapnya wajahku dengan perlahan. "Kamu jangan khawatirin itu semua karena setiap hari pun aku selalu bahagia, asal ada kamu aku akan selalu bahagia."
"Bukan karena hari bahagia kamu, tapi ada hal yang harus aku lakukan lagi sebelum semuanya terbongkar." Batinku.
"Iya aku pun begitu asal ada kamu aku pasti bahagia." Balasku.
__ADS_1
"Kita tidur ya, sudah malam." Ajak Abi akupun menjatuhkan badanku ke atas kasur nan empuk itu, begitupun Abi.
****
Skip
"Sayang aku berangkat kerja dulu ya." Abi menghampiriku lalu mencium keningku.
"Iya sayang." Balasku.
Setelah Abi pergi bekerja, kini giliran ku untuk bersiap-siap menjalankan misi. Misi ini harus segera terpecahkan sebelum hari ulang tahun Abi, aku harus menyempurnakan kejutan Abi.
"Kelihatannya Abi sudah benar-benar pergi."
Aku mengambil tas dan kunci mobil, bergegas menemui mas Ken.
Drrrt...drttt...
"Pesan masuk."
Akue membuka pesan itu, rupanya dari meta.
'aku di taman, ketemuan yuk sekarang'
"Timingnya gak tepat lagi." Aku melajukan mobilku menuju taman, aku berniat ketemu dulu dengan meta setelah itu baru menemui mas Ken.
Taman
"Hei met." Sapaku pada meta yang sedang minum kopi seraya menikmati pemandangan taman.
"Hei Len, nih kopi buat kamu." Meta memberikan satu cup kopi, akupun mengambilnya dan meminumnya.
"Ada apa nih, tumben pagi-pagi sudah nongkrong di taman?" Tanyaku.
"Kamu ingat gak sama si ayu ayu itu." Kata meta tiba-tiba menanyakan si ayu.
"Iya ingat, emangnya ada apa met?"
"Tempo hari aku ketemu sama dia, dia curhat sama aku. Katanya ada hal yang harus dia sampaikan pada kamu, makanya aku suruh kamu kesini." Jelas meta, rupanya meta ingin mempertemukan aku dengan ayu.
"Begitu ya, sekarang mana ayu nya?" Aku melihat-lihat namun tak ada keberadaan ayu sama sekali di taman.
"Dia masih di jalan, tunggu ya!" Pinta meta, aku pun menganggukan kepalaku.
Sekitar beberapa menit akhirnya ayu datang, aku heran kenapa ayu menggunakan masker dan topi. Sangka aku hanya karena fashion saja, tapi keren juga.
"Len." Panggil ayu padaku, suaranya terdengar serak sepertinya dia habis nangis.
"Iya." Jawabku singkat.
Ayu membuka maskernya betapa terkejutnya aku, pada ujung buburnya terdapat luka.
__ADS_1
"Kenapa dengan wajah kamu yu?" Aku begitu panik sampai tak sengaja menyenggol perutnya, dan betapa kesakitan nya ayu. "Kenapa yu, kok kamu kesakitan begini?"
Ayu menatapku begitu dalam tatapannya sangat sendu. "Sebenarnya."