
Abi terus saja menggangguku, dia kesal karena aku malah acuh tak acuh terhadapnya.
"Sayang." Abi mengendus-endus tubuhku.
"Hmm..." Aku hanya berdehem saja dan terus memakan jajanan kali ini aku makan cimol.
"Sayang makannya entar dulu dong, sini aku mau di peluk sama di cium kamu." Abi duduk di belakangku seraya merentangkan tangan dan kakinya, aku hanya menoleh sesaat lalu kembali fokus dengan aktivitasku memakan cimol.
"Hah." Teriakku, sontak Abi terkejut.
"Ada apa sayang?" Dia menatapku keheranan.
Aku menoleh ke arahnya. "Nggak."
"Udahan dong marahnya, kalau kamu marah terus nanti gak jadi quality time nya." Pekiknya, ia menjatuhkan badannya ke atas kasur.
Aku membalikkan badanku lalu ikut menjatuhkan badanku, kini aku menatapnya. "Sayang."
"Apa?" Kini giliran dia yang ngambek.
"Ngambek ya? Maafin aku deh ya, ya!" Aku menjewer kedua telingaku dengan tanganku sendiri.
"Iya deh aku maafin." Abi memelukku.
"Ah sayang."
*****
Malam hari suasana makan malam
"Abi sebentar lagi kan ulang tahun kamu, gimana mau di rayain di rumah apa di luar saja?" Ucap mama mertua.
"Ma, makan saja dulu ngebahas itunya nanti saja." Kata papa mertua.
"Mama kan cuma nanya." Lirih mama mertua kembali melanjutkan makannya.
Aku dan Abi malah senyum-senyum berdua saling tatap, seraya makan kami tak henti-hentinya saling sentil dan sesekali kamipun terbatuk-batuk kecil.
"Dari tadi aku lihat-lihat kalian kayak lagi seneng gitu." Ucap Lulu, mama mertua dan papa mertua menatap Lulu.
"Siapa lu?" Tanya papa mertua.
__ADS_1
Lulu menunduk lalu menatap wajah kedua mertuaku dengan seutas senyuman. "Tante sama om gak lihat kalau Abi dan Alena hari ini kayak lagi bahagia?"
Mama mertua kini menatapku. "Kalian lagi bahagia ya?"
"Setiap haripun kami selalu bahagia." Balas Abi.
"Oh begitu." Balas mama mertua.
Kami semua kembali melanjutkan acara makan malam ini dengan khusyuk, sampai selesai. Namun saat hendak ke kamar aku dan Abi di suruh datang ke ruangan khusus mama mertua bersantai, sangat mencurigakan apa kiranya mama mertua manggil kami berdua kesana.
"Ada apa ya sayang mama manggil kita berdua?" Aku bergidik sebelum masuk ke dalam ruangan mama mertua, karena sejauh ini selama menikah dengan Abi selama satu tahun lebih belum pernah aku memasuki ruangan itu kecuali bi Sumi, karena bi sumi yang membersihkan ruangan itu.
"Kamu takut ya?" Abi menatapku seraya tersenyum, dia mengejekku karena aku terlihat ketakutan.
"Siapa yang takut, aku cuma kaget aja gak biasanya mama manggil kita berdua ke tempatnya. Biasanya kan mama yang langsung nyamperin kita ke kamar kita."
"Begitu ya?"
Aku mengangguk saja, kini kami berdua sampai di depan pintu ruangan. Pintunya begitu tinggi dan lebar, ruang kerja papa mertua saja pintunya gak gini, dan biasa saja layaknya pintu yang lain tapi melihat pintu ruangan ini seakan ruangan ini sangat berhawakan dingin dan mencekam.
"Ayo sayang kita masuk." Abi menarik lenganku, akupun mengikutinya.
"Aku juga baru pertama kali masuk ke ruangan ini kok." Ucap Abi tiba-tiba, dia membuyarkan pandanganku.
"Kamu bohong." Lirihku.
"Ruangan ini baru di renovasi, awalnya sih ini tempat bermain anak-anak dulu di buat khusus buat aku dan teman-temanku main disini, jadi gak perlu ke taman hiburan." Jelas Abi.
"Kenapa ada tempat semegah ini di dalam rumah?" Ucapku penuh ketakjuban, pertama kalinya aku melihat taman dan juga bioskop bersatu dalam satu ruangan. Abi memang orang kaya sungguhan, seketika aku sadar betapa beruntungnya aku memiliki suami yang kaya raya.
"Kita ke atas ya." Abi menuntunku untuk mengajakku ke atas, dalam ruangan ini masih ada ruangan lain di lantai dua.
"Pantas saja mama betah di rumah ya." Kataku yang tak henti-hentinya melihat keindahan ini.
"Nah itu mall kecil khusus mama belanja, disana juga ada pembantu khusus untuk menunggu mall milik mama." Ucap Abi seraya menunjuk ruangan yang di sekat oleh kaca begitu juga pintunya yang terbuat dari kaca, aku melihat ada dua orang wanita sedang duduk merapikan barang dan satunya lagi sedang duduk di kasir.
Seketika aku bingung, orang-orang itu kok bisa ada disini? Kemana jalannya bukankah kalau mau masuk ke sini harus melewati ruangan rumah, apa mereka datang di saat aku masih berada di kamar.
"Sayang, kalau mereka ada disitu bukannya kita akan berpapasan di rumah? Kok aku gak menyadarinya."
"Sayang kalau kamu masuk ke dalam pasti kamu akan terkejut lagi melihat banyak pengunjung yang datang."
__ADS_1
"Pengunjung?"
"Iya, sebelum ketemu sama mama, kita masuk dulu ke dalam ya." Abi mengajakku ke mall itu, dan betapa terkejutnya aku ternyata ini adalah tempat untuk umum juga.
"Jadi mini market yang ada di belakang rumah kita terhubung sama rumah ya, dan ini semua milik mama?" Betapa takjubnya aku dengan bisnis yang mertuaku jalankan, bukan hanya mini market tapi juga di bawah ada bioskop lalu taman.
"Kita ketemu sama mama yuk." Abi mengajakku menemui mama mertua.
Kini kami berdua ada di depan pintu yang bercatkan warna merah muda, kira-kira ruangan apa lagi ini?
Tok...tok...
"Masuk." Terdengar suara mama mertua menyuruh aku dan Abi masuk, kita berduapun masuk ke dalam.
Sedetikpun aku tak mengedipkan mata karena saking takjubnya, seperti di kamar hotel yang menghadap ke arah pantai. Betapa nyamannya, sampai aku terbawa suasana dan lupa pada Abi dan mama mertua.
"Alena baru pertama kali masuk ke sini ma." Ucap Abi, walaupun aku sibuk dengan apa yang aku lihat namun telingaku masih dengan jelas mendengar ucapan Abi dan mama mertua.
"Biarkan saja, dia sekali-kali harus mencuci matanya." Ucap mama mertua.
"Aku baru tahu kalau di sebrang sana ada danau yang begitu luas." Gumamku, mama mertua yang mendengarnya hanya terkekeh.
"Sayang itu bukan danau, tapi sungai." Potong Abi.
"Ah, apa sungai yang.." Aku lupa sungai apa ya. "Jembatan, iya itu yang sungai di jembatan itu kan?"
"Iya." Balas Abi singkat.
"Wah, aku baru tahu kalau sungai itu kelihatan jelas di tempat ini." Aku terus saja memandanginya.
"Kalau kamu mau, kamu bisa menghabiskan waktu berdua dengan Abi disini." Kata mama mertua.
Aku terperanjat lalu mendekati mama mertua. "Yang serius ma?"
Mama mertua mengangguk. "Serius, dan semoga saat kalian pulang ke rumah kalian bawa kabar baik."
"Tunggu ma!" Cegahku.
"Iya ada apa?"
"Bukannya mama marah sama aku, karena mama bilang kalau aku memanipulasi hasil tes DNA?"
__ADS_1