
"Jadi begitu ya?" Ucap Abi, Alena mengangguk.
Skip
"Good morning bumilku yang cantik." Sapa Abi pada Alena yang masih tiduran, Alena membalasnya dengan senyuman.
"Sayang kamu mau berangkat kerja ya?" Tanya Alena pada Abi yang sedang merapikan kemejanya.
"Iya, kenapa sayang?" Abi berbalik menanyaiku.
"Nggak, cuma nanya aja kok." Balas Alena.
Sedangkan di sebuah apartemen, Lulu tengah menatap jendela melihat ke luar sana sembari mengayunkan ayunan bayi. Tatapannya dingin, dendam begitu membara. Rasa sakit hati yang di torehkan Alena dan Abi, yang tak memberi peluang untuk masuk dalam rumah tangga mereka.
"Lihat saja, aku pasti balas dendam." Gumam Lulu.
Ding dong...bel apartemen Lulu berbunyi, sesegera Lulu membuka pintu itu.
"Anak mami." Kata Becky auto memeluk Lulu.
"Mami kok tahu Lulu ada disini sih?" Tanya Lulu, karena sebelumnya Lulu belum memberitahu keberadaan nya sekarang ini. "Mami tahu darimana?"
Becky melepaskan pelukannya. "Remon yang kasih tahu mami."
"Remon?" Lulu menyandarkan tubuhnya ke dinding seraya melipat kedua tangannya.
"Sayang mami gak terima sama apa yang keluarga Abi lakukan sama kamu, mami ingin balas dendam." Ucap Becky.
"Itupun yang Lulu pikirkan saat ini, mi." Sahut Lulu.
Becky dan Lulu saling tatap, tatapan mereka berdua penuh dengan ambisi untuk balas dendam.
Skip
Remon tengah bersiap untuk menemui Lulu di apartemennya.
"Akhirnya kamu terbebas juga dari rumah Abi." Gumam Remon seraya mengancingkan kancing lengan kemejanya.
Setelah selesai bersiap, Remon pun pergi melesat untuk menemui Lulu, wanita yang di cintai nya.
****
__ADS_1
"Mami pulang dulu ya sayang." Ucap Becky.
"Mih, apa papi tahu soal ini?" Tanya Lulu, ia lebih takut sampai papi nya tahu kalau ia tak jadi menikah dengan Abi.
"Mami masih menjaga rahasia ini, dan kamu tenang saja papi kamu belum bisa pulang ke Indonesia dalam waktu dekat." Jelas Becky.
"Syukurlah kalau begitu, hati-hati ya mih."
Becky pergi dari apartemen milik Lulu, anaknya. Saat hendak memasuki mobil, Becky berpapasan dengan Remon.
"Tante Becky?" Sentak Remon.
"Hey mon, mau kemana?" Tanya Becky.
"Lulu, Lulu nya ada kan Tante?"
Becky mengangguk seraya tersenyum, dan dia pun memasuki mobilnya. Remon menatap kepergian Becky, ada kekesalan dalam diri Remon saat melihat ibu dari wanita yang ia cintai nya. Tak banyak pikir, Remon pun bergegas menuju apartemen milik Lulu.
Ding dong....
Lagi-lagi bel apartemen Lulu berbunyi, dengan kesal Lulu pun membuka pintu.
"Ada apa?" Tanya Lulu bukannya menyuruh Remon masuk, Lulu malah menanyai Remon dengan ketus.
"Apa kabar?" Remon tak membalas pertanyaan yang Lulu lontarkan padanya, sebaliknya dia malah menanyai kabar Lulu.
Lulu mendesah keras. "Masuk."
Remon pun masuk ke dalam apartemen Lulu, dia menghampiri Valeria yang sedang anteng dengan mainan di tangannya.
"Hai cantik." Kata Remon pada Valeria, Valeria tersenyum kala melihat Remon yang menyapanya.
"Jauh-jauh dari anak aku!" Bentak Lulu seraya mendorong kuat tubuh Remon.
"Galak amat si, aku cuma mau nyapa si cantik doang kok." Ketus remon.
"Inget ya mon, aku jijik sama kamu setelah kamu ungkapin perasaan kamu sama aku." Ucap Lulu penuh penekanan.
"Jijik dari mananya sih lu?" Remon mendekat ke arah Lulu, Lulu yang risih dengan apa yang di lakukan Remon sontak beringsut mundur.
"Aku benar-benar jijik sama kamu." Teriak Lulu yang membuat Valeria menangis hebat, dengan cepat Lulu mengambil anaknya dan langsung menyusuinya dengan susu formula.
__ADS_1
"Aku cuma mau ngasih tahu kamu, yang sudah melepas dan meninggalkanmu jangan kamu tahan dalam ingatan, biarkan dia jauh dan menghilang kamu hanya perlu melanjutkan langkah untuk kehidupan yang lebih cerah." Tegas Remon.
"Jangan ngaco kamu, kehidupan ku akan cerah kalau aku bisa bersama Abi." Lulu tetap pada pendiriannya, dia benar-benar tergila-gila pada Abi.
"Hampir 10 tahun lebih aku menyukaimu lu, tapi aku berani mengatakannya saat pesta kembang api itu. Dan dengan teganya kamu bilang aku itu jijik, hanya karena menyatakan perasaan sama kamu." Jelas Remon. "Kamu gak ingat saat menolak Abi di usia kalian yang masih kecil, kamu melukai perasaan Abi. Dan itu berbekas sampai sekarang, kalau saja dulu kamu gak segitunya bilang gak suka sama abi mungkin hari ini, ah bukan, bukan hari ini tapi dari dulu kalian berdua sudah bersama. Tapi aku bersyukur lu, karena kamu dulu menolak Abi jadi ada kesempatan buat aku menyukaimu dan menyatakan perasaanku sama kamu, dan walaupun nasibku sama kayak Abi dulu. Di tolak!"
Lulu menidurkan Valeria lalu mendekati Remon. "Apa kamu benar-benar menyukaiku?"
Entah apa yang merasuki Lulu, setelah mendengar perkataan Remon, dia menjadi lemah.
"Aku memang salah, kenapa aku dulu menolak Abi? Kenapa?" Lulu bertanya-tanya kenapa dia dengan tega menolak Abi, dan pada akhirnya dia sendiri yang paling mencintai Abi dan dia yang kecewa.
"Apa ini karma buat aku?" Ucap Lulu seraya terisak, dengan cepat Remon memeluk Lulu.
"Kamu memang salah, tapi salah itu wajar yang nggak wajar adalah tidak belajar dari kesalahan. Jadi aku harap kamu harus belajar mengikhlaskan." Ucap Remon, Lulu pun mengangguk.
"Aku akan berubah mulai sekarang, aku akan mencintai diriku dan anakku." Kata Lulu, Remon mengangguk dan tersenyum.
"Aku harap kamu benar-benar akan berubah, ingat kata aku. Jika sudah di tampar oleh ketidak pastian, jangan terus memeluk erat sebuah harapan. Karena sudah jelas Abi tak menginginkan kamu, lu."
Remon benar-benar lelaki yang meyakinkan, kenapa Lulu menyia-nyiakan lelaki bijak seperti remon? Pikir Lulu.
"Ingat, kebahagiaan dalam cinta adalah ketika kamu di cintai kembali oleh orang yang kamu cintai. Tapi cobalah mencari orang yang benar-benar mencintai kamu, memang Abi adalah lelaki yang kamu cintai sekarang tapi dia sudah menemukan cinta sejatinya, aku harap kamu menemukan orang yang benar-benar mencintai kamu." Ucap Remon, dia pergi meninggalkan Lulu yang mematung. Namun belum saja membuka pintu sebuah pelukan dari belakang menghentikan langkahnya untuk keluar, Remon membalikan badannya.
"Ada apa?" Tanya Remon.
Lulu menatap manik mata Remon, setelah beberapa detik menatap mata itu Lulu mengecup bibir Remon. Remon kebingungan dengan apa yang dilakukan Lulu padanya, lalu memegang bibirnya yang baru saja di kecup Lulu.
"Apa ini?" Tanya Remon, Lulu tersenyum lebar lalu memeluk erat tubuh Remon.
"Aku baru menyadarinya, kamu orang yang paling mencintai ku dan aku gak boleh menyia-nyiakan orang seperti kamu." Jelas Lulu.
Remon tersenyum. "Kamu mau kan menikah denganku?"
"Kita jalani aja dulu ya, setelah merasa benar-benar cocok aku siap menikah sama kamu." Remon sedikit kecewa, tapi dengan menjadi kekasih Lulu saja dia sudah bahagia setengah mati.
"Oke."
Dan akhirnya Lulu dan Remon resmi menjadi kekasih, misi balas dendam Lulu sudah hilang. Namun masih ada yang memendam dendam itu selain Lulu.
Jangan lupa mampir ke cerita terbaruku 'my troubled boyfriend'
__ADS_1