My Possessive Lover

My Possessive Lover
part 42


__ADS_3

Abi melamun sendirian di kamarnya, sesekali melihat jam. Kini jam menunjukkan pukul 21.00, dan Alena masih saja belum pulang.


"Pasti kamu masih asyik berduaan sama ken." Gumam Abi.


Abi menyalakan televisi, dia melihat berita ada sebuah kecelakaan, seorang wanita muda di tabrak lari saat hujan. Hati Abi seketika terguncang melihat berita itu, dia mengambil handphonenya lalu menelepon Ken.


"Bukan Alena, Alena masih di kantor." Gumam Abi menenangkan dirinya.


Ken 'Ada apa malam malam nelepon aku?'


Me 'Dimana kamu?'


Ken 'Di rumah (ayo makan dulu)'


Me 'Sama siapa?'


Ken 'Jia'


Me 'Jadi kamu gak sama Alena?'


Ken 'Nggak, dari sore aku sama Jia di rumahku. Ada apa, Alena gak papakan?'


Me 'Nggak'


Abi mematikan teleponnya, lalu bergegas menjemput istrinya.


"Mau kemana kak?" Tanya Lulu, tapi Abi tak mendengarnya.


"Bi mau kemana, di luar hujan lebat." Teriak Sera, namun Abi lagi-lagi tak mendengarnya.


Abi menancap gas, dia melakukan mobilnya secepatnya. Tujuannya adalah kantor.


Sedangkan di suatu tempat Alena masih berjalan menyusuri jalanan, sesekali dia duduk di trotoar.


"Suamiku sayang, kamu gak peduli ya sama aku." Gumam Alena seraya tersenyum.


"Aish, kenapa hujannya gak berhenti berhenti?" Gumam Alena seraya menghapus air matanya.


Dan Abi, dia sampai di kantor. Dia mencari ke setiap sudut ruangan di setiap lantai, tapi tetap saja tak menemukan Alena.


"Dimana kamu sayang?" Gumam Abi, frustasi. "Maafkan aku, harusnya aku nungguin kamu kita pulang bareng."


****


"Siapa yang nelepon bapak malam-malam begini?" Tanya Jia penasaran.


"Abi." Balas Ken.


"Pak Presdir? Kenapa dia nelpon bapak?" Tanya Jia.


"Nggak papa, ayo makan." Ucap Ken.


"Baiklah."


"Apa yang terjadi, kenapa Abi sampai menelponku?" Batin Ken.


"Ada apa pak? Kok bapak melamun?" Tanya Jia.


"Gak papa, ayo lanjutkan makannya."


"Baik pak."


****

__ADS_1


"Sayang kamu dimana?" Gumam Abi seraya mengemudikan mobilnya.


Abi melirik ke arah kanan kiri, memastikan keberadaan Alena.


Makin malam hujan makin lebat, Alena masih berjalan menyusuri jalanan tanpa menggunakan payung.


"Kenapa semuanya nampak buram." Gumam Alena.


Abi turun dari mobilnya, mencari Alena dengan berjalan.


"Sayang." Teriak Abi, memanggil Alena.


Abi berlari menyusuri jalanan, dia melihat seorang wanita yang tengah berjalan sempoyongan.


"Alena." Ucap Abi, lalu berlari menghampiri wanita yang sempoyongan itu.


Abi berdiri di hadapan wanita itu, ya rupanya wanita yang sempoyongan tadi adalah Alena, istri Abi.


"Sayang." Panggil Abi seraya menunduk menatap wajah Alena.


Alena pun mendongak ke atas menatap wajah Abi. "Abi." Ucap Alena lemah lalu tersenyum.


"Maaf." Imbuh Abi lalu memeluk erat Alena, di tengah lebatnya hujan.


"Aku kira kamu benar-benar gak peduli sama aku, kamu tahu? Aku menyusuri jalan selama 4 jam. Aku kira kamu bakal datang, aku kira kamu akan segera menghampiri aku, dan aku kira kamu hanya duduk menungguku pulang sendiri, dan ku kira lagi kamu malah sibuk berduaan sama Lulu. He...." Ucap Alena begitu parau, air mata dan senyuman terlukis jelas pada wajah Alena.


Penyesalan begitu dalam, sampai Abi berlutut di hadapan istrinya. Dia bersalah karena berasumsi bahwa istrinya sedang berduaan dengan lelaki lain, padahal yang berduaan bukanlah Alena, melainkan dirinya.


"Jangan seperti ini." Alena mengangkat kedua tangan suaminya, menyuruhnya untuk bangkit.


"Aku salah, aku membiarkan kamu hujan-hujanan. Aku salah, aku benar-benar salah." Ucap Abi.


"Sudahlah, sebaiknya kita pulang." Ucap Alena.


Saat berjalan menuju mobil, Alena terjatuh dan tak sadarkan diri. Abi panik, dia menggendong Alena dan segera membawanya ke rumah sakit.


Rumah sakit


Abi panik, dia mondar mandir di depan pintu IGD menunggu dokter yang memeriksa Alena.


"Jangan panik, fokus dan rileks, istrimu tak apa apa Abi." Gumam Abi seraya menarik nafas dalam-dalam.


Dokter yang memeriksa Alena pun keluar dari ruang IGD, sesegera Abi menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Abi.


"Istri bapak hanya kelelahan saja, mohon jaga kesehatan istrinya ya pak. Kalau di biarkan terus menerus bisa berakibat fatal, meskipun awalnya hanya kelelahan." Jelas dokter lalu pergi meninggalkan Abi.


Abi memasuki ruangan IGD, menghampiri Alena yang tengah terbaring lemah di atas brankar rumah sakit.


"Sayang maafkan aku." Ucap Abi yang duduk di sebelah Alena, dia mencium tangan Alena.


Pagi


Alena membuka matanya, dia menoleh ke arah sampingnya. Mendapati Abi yang masih tertidur dengan menggenggam tangan Alena, Alena pun mengelus pelan pucuk kepala Abi.


"Maaf sudah bikin kamu khawatir." Ucap Alena, Abi pun terbangun saat mendengar perkataan Alena.


"Sayang kamu sudah bangun." Ucap Abi seraya tersenyum menatap wajah Alena, Alena hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu kenapa gak pulang?" Tanya Alena.


"Kalau aku pulang, kamu disini sama siapa?" Abi berbalik bertanya.

__ADS_1


"Aku sendiri aja juga gak papa." Balas Alena serak.


"Maaf ya sudah membuat kamu sakit." Abi mendekat lalu memeluk Alena.


"Gak papa, aku baik baik aja kok." Ucap Alena.


"Baik baik gimana, lihat sekarang aja kamu masih pakai infusan di tangan, itu tandanya kamu sakit." Ucap Abi.


" Bawel banget sih suami aku." Imbuh Alena seraya tersenyum. "Kamu pulang dulu ke rumah, takutnya mama khawatir karena kamu gak pulang."


"Tapi..." Kata Abi, belum saja selesai Alena sudah memotong ucapan Abi.


"Gak ada tapi tapian, ayo pulang. Kalau sudah selesai kamu cepat balik lagi ke rumah sakit." Ucap Alena.


"Kalau kamu maksa terus ya sudah aku pulang ya."


"Iya, hati hati ya jangan ngebut bawa mobilnya!"


"Siap nyonya."


****


"Lu kamu lihat Abi gak?" Tanya Sera.


"Nggak tante, dari tadi juga Lulu gak lihat kak Abi." Balas Lulu.


"Loh, Abi sama alena kok gak ada di rumah." Gumam Sera. "Bi Sumi, sini bi."


"Iya Bu, sebentar." Bi Sumi menghampiri Sera, majikannya.


"Ada apa Bu?" Tanya bi Sumi.


"Semalam lihat Abi pulang gak?"


"Loh tuan sama nyonya belum pulang dari semalam juga Bu." Jelas bi Sumi.


"Apa?" Teriak Lulu. "Kak Abi sama Alena belum pulang semalaman."


"Kok non Lulu yang kaget, bisa sajakan tun sama nyonya tidur di hotel." Ucap bi Sumi, memanas manasi Lulu.


"Hotel?" Gumam Lulu, gelisah.


"Benar juga ucapan bibi." Timpal Sera.


"Benarkan Bu ucapan bibi?" Tanya bi Sumi pada Sera.


"Benar sekali bibi, mereka kan suami istri wajarlah kalau mau berduaan saja." Ucap Sera yang senang juga memanas manasi Lulu. Lulu pun kabur ke kamarnya seraya memasang raut wajah yang kesal.


"Rasain kamu." Ucap bi Sumi lalu tersenyum sambil menatap majikannya.


"Bi tolong telepon Abi ya, saya khawatir banget soalnya." Ucap Sera.


"Baik Bu."


Belum saja menelpon, Abi sudah ada di depan pintu rumah.


"Bu, ini tuan sudah pulang." Ucap bi Sumi.


Sera pun berlari menghampiri anaknya yang baru tiba, yang semalaman gak pulang pulang.


"Alena mana?" Sera mencari keberadaan Alena.


"Ah iya, Alena di rumah sakit ma." Enteng Abi.

__ADS_1


"Rumah sakit?"


__ADS_2