My Possessive Lover

My Possessive Lover
part 56


__ADS_3

Kafe born star


"Aku masuk dulu ya." Aku berpamitan kepada Abi sebelum masuk ke dalam kafe.


"Kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi aku ya." Ucap Abi.


"Siap, aku masuk ya."


"Iya, aku juga mau berangkat ke kantor."


"Hati-hati di jalan sayang." Aku melambaikan tanganku lalu Abi membalasnya seraya melajukan mobilnya, kini mobilnya tak terlihat lagi dari pandanganku.


Aku memasuki kafe, lumayan banyak orang di dalam meskipun masih pagi. Banyak anak muda seumuran aku yang tengah mengadakan perkumpulan disana, namun aku melihat sosok yang sangat tak asing bagiku, aku mulai sedikit mendekat ke arah perkumpulan itu. Aku menyipitkan mataku pantas saja tak asing, rupanya ayu yang ada di perkumpulan itu. Ku urungkan niatku menghampirinya karena buat apa aku menghampirinya, akupun duduk di kursi yang kosong tepat di sebrang meja tempat ayu dan teman-temannya berkumpul.


Seorang pelayan datang menghampiri ku.


"Mau pesan apa kak?" Tanya sang pelayan itu.


"Kopi latte satu." Balasku.


"Baik kak, apa lagi?" Tanyanya lagi.


"Itu saja."


"Baik kak, tunggu sebentar ya!"


Aku mengangguk mengiyakan ucapan pelayan itu, sembari menunggu pesanan datang aku merogoh tasku untuk mengambil handphone.


"Alena." Panggil seseorang, aku tak menghiraukan panggilan itu dan tetap fokus pada handphone ku.


"Ini benarkan Alena?"


Aku mendongak karena dia terus menyebutkan namaku, sudah kuduga ayu.


"Iya, ada apa ya?" Aku pura-pura ambigu.


"Ini aku ayu masih ingatkan?" Ucapnya lalu duduk di hadapan ku.


"Ayu?" Aku mengulang menyebutkan nama ayu.


"Iya aku ayu." Ayu menunjuk dirinya sendiri.


"Ah ayu." Ucapku seraya mengernyitkan dahi.


"Aku ayu yang nikah sama Doni, masa udah lupa padahal suami kamu ngado mobil loh buat kita." Jelasnya.


"Ah iya ayu yang itu, gimana apa kabar kamu?"


"Baik, kamu sendiri baik kan?"


"Iya aku baik, ngomong-ngomong kamu ngapain disini?"


"Aku lagi ada arisan sih disini, kamu sendiri ngapain sendirian disini?" Ayu berbalik bertanya padaku.


"Aku mau ketemuan sih sama teman aku tapi dia belum datang." Balasku atas pertanyaan ayu.


"Oh begitu, gimana kamu udah punya baby apa belum?" Tanya ayu membuatku mendadak lemas.

__ADS_1


"Itu aku belum, kamu sendiri?"


"Aku lagi ngisi ini anak pertama." Balasnya begitu sumringah.


"Selamat kalau begitu, berapa bulan?"


"Baru empat bulan, belum kelihatan ya?" Kata ayu seraya mengelus perutnya.


Aku mengangguk pelan, wajah ayu terlihat bahagia saat sedang mengengelus perutnya.


Di ujung pintu masuk datang meta seraya melambaikan tangannya padaku, dia menghampiriku.


"Maaf ya pasti nunggu lama." Ucap meta. "Eh ada siapa ini?"


"Maaf saya ganggu acara kalian." Kata ayu.


"Gak papa, ayo ikut aja sama kita." Ucap meta.


"Duduk dulu." Aku menyuruh meta untuk duduk, meta pun duduk.


"Kenalin aku meta." Meta menjulurkan tangannya kepada ayu, sesegara ayu menjabat tangan meta.


"Saya ayu."


"Senang berkenalan sama kamu, semoga kita bisa berteman dengan baik ya." Ucap meta.


"Iya, tapi maaf saya gak bisa lama-lama disini saya sedang ada arisan." Kata ayu lalu beranjak dari duduknya.


"Yah padahal baru saja kenalan." Ucap meta kecewa.


"Dia juga punya urusan sendiri." Timpalku.


"Mana sih pesanan aku kok gak datang-datang juga." Aku mengalihkan pandanganku ke segala arah.


"Emangnya kamu sudah pesan apa?" Tanya meta.


"Aku pesan kopi loh tapi gak juga datang pesananku, padahal dari tadi aku pesan." Keluhku.


"Ya ampun gimana sih pelayanan disini lambat banget." Meta kesal sendiri.


"Kamu mau pesan apa?" Tanyaku pada meta.


"Apa saja deh."


Kami berdua pun memesan minuman dan makanan yang sama, setelah pesanan datang kami makan seraya berbincang bincang-bincang.


"Oh iya, ada hal apa yang ingin kamu sampaikan sama aku?" Tanyaku mengawali perbincangan seraya menyendok makanan ke dalam mulutku.


"Iya begini." Gumamnya dengan makanan penuh di mulutnya. "Aku kan semalam keingatan sama ucapan kamu."


"Ucapan yang mana?" Aku menyimpan sendok ke atas piring dan menyudahi acara makanku.


"Yang agresif itu." Bisiknya seraya menyeka saus di sudut bibirnya.


"Astaga." Aku membungkam mulutku dengan kedua tanganku. "Kamu lakuin itu?"


"Karena aku harus mencoba, bukan?" Kata meta seraya mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Terus gimana?" Jujur sih aku sedikit kepo.


"Awalnya sih dia menolak sentuhan dari aku, tapi.." meta tidak melanjutkan ucapannya dan malah mesem gak jelas.


"Cukup aku tahu kok." Aku tersenyum tipis.


"Kamu sangat berpengalaman ya?" Goda meta padaku, dasar junior.


"Cukup berpengalaman." Timpalku.


Kami berdua terhanyut dalam percakapan gak jelas yang hanya membahas hubungan intim dalam pernikahan masing-masing, jujur aku geli ngebahasnya tapi kalau sama meta semua kegelian itu rasanya hilang. Dan kami tak menyadari kalau waktu berputar begitu cepat, handphone ku pun berbunyi tertera nama suamiku di layar handphone ku dan sesegera aku mengangkat teleponnya.


Me 'Hallo sayang ada apa?'


Suamiku 'Kamu dimana?'


Me 'Aku masih di kafe, ada apa?'


Suamiku 'Aku juga ada di jalan menuju pulang, aku jemput kamu ya!'


Me 'Okey!'


"Suami kamu ya?" Tanya meta.


"Iya, dia mau jemput aku." Balasku.


"So sweet banget sih suami kamu, andai suami aku se sweet suami kamu." Ucap meta.


"Udah udah ah, aku mau ke depan ya mau nunggu suami aku." Aku beranjak dari duduk ku. "Aku duluan ya."


"Iya."


Aku keluar kafe dan menunggu jemputan dari suamiku, sekitar sepuluh menit menunggu akhirnya mobilnya sudah ada di depanku.


"Lama ya nunggu nya?" Suamiku turun menghampiri ku.


"Nggak kok."


****


Rumah


"Cape banget." Keluh Abi seraya berjalan menuju kamar.


"Tunggu!" Cegah Tante Becky dari arah berlawanan.


Abi menghentikan langkahnya lalu mengernyitkan keningnya.


"Ada apa lagi?" Tanya papa mertua yang baru datang dari arah belakang.


"Kalian ingin tahukan hasil tes DNA anak lulu?" Ucap Tante Becky.


Aku segera menjajarkan diriku dengan Abi lalu memegang tangannya.


"Kita dengarkan saja." Bisik Abi, aku mengangguk saja.


"Apa hasilnya?" Tanya mama mertua.

__ADS_1


"Hasilnya."


"Cukup mih." Teriak Lulu, aku dan Abi saling tatap keheranan.


__ADS_2