
Alena dan meta saling tatap saat melihat dua pria datang menghampiri mereka berdua, apalagi meta terlihat salah tingkah saat Kusuma mengelus pundaknya.
"Rupanya lagi asyik disini ya." Ucap Kusuma.
"Oh iya sayang, dia pak Kusuma." Ucap Abi seraya menunjuk Kusuma. "Suaminya wanita yang ada di sebelah kamu."
Alena tersenyum lalu berdiri dan berjabat tangan dengan Kusuma. "Saya Alena."
Kusuma sesegera membalas. "Kusuma."
"Silahkan duduk." Alena mempersilahkan Kusuma untuk join dengan meta. "Sayang kamu juga duduk."
"Iya."
Kini mereka berempat duduk tepat berdampingan dengan pasangan masing-masing.
"Meta ini Abi, suami aku." Alena menunjuk ke arah suminya untuk memperkenalkan nya kepada meta.
"Aku tahu kok." Balas meta.
Keadaan pun menjadi canggung, ke empat orang itu saling berdiam tak seorangpun yang berbicara.
"Alena tahun ini umur kamu berapa tahun?" Meta memecah keheningan diantara mereka berempat.
"Kebetulan tahun ini aku baru mau menginjak usia 22 tahun." Balas Alena.
"Masih sangat muda, beda satu tahun ya sama aku." Kata meta.
"Begitu ya." Alena mengambil gelas yang ada di depannya.
"Pak Abi sendiri, tahun ini berapa tahun?" Meta terus menerus memberi pertanyaan kepada sepasang suami istri itu.
"Tahun ini umur saya memasuki ke tiga puluh enam." Balas Abi seraya tersenyum tipis.
"Loh sayang bulan depan kan ulang tahun kamu." Tiba-tiba Alena mengingatkan bulan kelahiran suaminya.
"Ah betul, aku sampai lupa." Ucap Abi.
"Mau kado apa dari aku?" Tanya Alena, dia tak menghiraukan meta dan Kusuma yang masih ada di depan mereka berdua.
"Apapun itu aku pasti langsung menyukainya." Abi mencubit hidung Alena.
Meta menghela nafas dalam-dalam, rasa iri tiba-tiba menggebu. Padahal begitu jelas suaminya ada di sampingnya, tapi meta merasa jauh dari sosok suaminya itu.
Meta menatap sepasang suami istri yang saling menggoda, sesekali dia menoleh ke arah suaminya. Kusuma tak bergeming sama sekali dia fokus dengan acaranya dan segelas wine di tangannya, meta membuang pandangannya ke arah lain.
"Mas aku ke toilet dulu." Ucap meta meninggalkan tempat duduknya, Alena menyadari lalu dia menyusul meta.
"Sayang aku ke toilet dulu ya." Ucap Alena pada abi, Abi mengangguk membalas ucapan Alena.
Alena bergegas menyusul meta, tepat di depan pintu toilet Alena mendengar tangisan. Alena mengendapkan telinganya pada pintu, lalu mengintip.
"Meta."
Alena memasuki toilet dan menghampiri meta, meta terkejut melihat kedatangan Alena.
__ADS_1
"Alena."
"Meta." Alena memeluk meta, meta pun membalas pelukan Alena. "Kenapa kamu nangis sendirian disini?"
"Aku, aku hiks..hiks." Tangis meta pecah, Alena pun mencoba menenangkan meta.
"Tenang ada aku, kamu harus tenang." Ucap Alena lembut. "Kita keluar ya dari sini."
****
Alena dan meta duduk di kursi panjang yang ada di tengah taman, mereka memandang langit yang berawankan hitam.
"Kayaknya sebentar lagi mau hujan." Ucap meta seraya memandang langit.
"Iya." Balas Alena.
"Sudah sore rupanya, kamu kapan pulang?" Meta mengalihkan pembicaraan.
"Aku belum ketemu sama pengantin, jadi mungkin agak malaman sih. Kamu sendiri?"
"Aku sih terserah suami aja."
"Ngomong-ngomong kenapa kamu nangis?" Tanya Alena.
"Sebenarnya aku tuh iri lihat kamu sama suami kamu." Lirih meta sambil menatap bunga matahari yang ada di sebrang taman.
"Iri?"
"Iya iri, aku sampai punya niatan pengen bentak kamu tadi loh." Kata meta seraya menepuk-nepuk lututnya.
"Kamu tuh romantis banget tahu gak, aku berpikir kapan aku bisa kayak kamu. Bercanda dengan suami, tapi sayangnya itu gak mungkin terjadi padaku, sangat mustahil." Lirih meta.
"Hey jangan begitu, kamu tuh harusnya coba agak agresif sedikit sama suami kamu. Jujur ya menurut aku, suami kamu tuh gak tua tua amat." Jelas alena mencoba menghibur meta.
"Gak tua gimana?" Meta menatap Alena heran.
"Menurut aku ya dia itu hot Daddy." Bisik Alena, meta yang mendengarnya terkekeh.
"Apa sih?" Meta menepuk tangan Alena, mereka berdua terkekeh bersamaan.
Air hujan turun rintik-rintik, Alena dan meta sesegera berlari menuju tempat yang teduh. Alena sibuk menyibakan rok dressnya yang sedikit basah, sedangkan meta dia menatap air hujan yang jatuh ke tanah.
"Salah kostum." Gerutu Alena.
"Menurut aku dress kamu cantik tahu, apalagi yang pakai nya kamu makin tambah cantik." Puji meta.
"Kamu pandai memuji ya?" Alena dan meta saling tatap lalu mereka terkekeh bersamaan.
Tiba-tiba sebuah jas mendarat di pundak Alena, sontak Alena menoleh ke belakang.
"Sayang." Alena kaget ternyata suaminya yang menutupi tubuhnya dengan jas milik Abi.
"Kamu kemana saja sih? Aku panik nyari kamu." Ucap Abi.
"Maafkan saya pak Abi, tadi saya mengajak Alena keluar tanpa memberitahu bapak terlebih dahulu." Kata meta, dia takut Abi memarahi Alena.
__ADS_1
"Hei ngapain sih kamu." Alena menepuk lengan meta. "Nggak sayang, tadi aku tuh ngerasa sumpek terus di dalam jadi aku ajak meta keluar cari udara segar."
"Kalau tahu sumpek kenapa kamu gak bilang sama aku?" Abi mengelus pucuk kepala Alena.
"Eh meta suami kamu.." Ucapan Alena terpotong.
"Tadi saya juga mencari kalian bareng suami kamu." Ucap Abi.
"Suami saya?" Meta menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, tuh dia orangnya." Abi menunjuk Kusuma yang baru saja keluar dari dalam, Kusuma menghampiri meta dengan nafas terengah-engah.
"Meta." Panggil Kusuma.
"Mas Kusuma?"
"Kami masuk dulu ya, mau menghampiri pengantin dulu." Ucap Alena kepada meta.
"Iya, makasih ya." Meta mengedipkan sebelah matanya ke arah Alena, Alena membalasnya dengan anggukan dan sedikit senyuman.
"Kita pulang ya." Ucap Kusuma seraya merangkul pundak meta, meta yang dapat perlakuan begini sontak kebingungan. "Baju kamu basah."
"Ah iya tadi kehujunan." Kata meta.
"Kita pulang."
Meta mengangguk mengiyakan ucapan Kusuma, mereka berdua pun pulang. Sedangkan Alena dan Abi masuk ke dalam menghampiri Ken dan Jia.
Pov author end...
Setelah selesai berbincang dengan meta aku kembali masuk ke dalam untuk menyapa pengantin.
"Kemana saja kok baru kelihatan?" Ucap Jia gelisah lalu dengan cepat Jia merangkul Alena.
"Ngapain sih lebay amat." Alena mengelus punggung Jia.
"Ken selamat ya atas pernikahan kalian berdua, saya turut berbahagia." Ucap Abi.
"Terimakasih bos." Balas Ken.
"Akhirnya kamu melepas masa jomblo karatan kamu." Ledek Abi, Ken yang mendengarnya mengepalkan tangannya.
"Kalian tuh ya." Jia tertawa.
"Masih saja ya." Timpal Alena.
"Selamat ya buat kalian berdua." Abi mengucapkan kata selamat lagi dengan serius.
"Terimakasih pak Presdir." Kali ini Jia yang membalas ucapan selamat dari Abi.
"Semoga keluarga kalian berdua selalu harmonis ya." Kata Alena.
"Amin, makasih ya Len." Kata Jia.
Pov author end....
__ADS_1