My Possessive Lover

My Possessive Lover
part 59


__ADS_3

"Gak jadi deh." Aku beranjak, lalu tiba-tiba.


"Aku tahu masalah kamu, Len." Ucap mas Ken, sontak aku berbalik menoleh ke arah mas Ken. Dari mana dia tahu masalahku? Batinku.


"Kamu tahu apa mas?" Tanyaku. "Apa yang kamu tahu tentang masalah aku?"


"Duduklah dengan tenang." Mas Ken menyuruhku duduk kembali, akupun menurutinya.


"Apa mas, kamu tahu apa tentang masalah aku?"


Mas Ken menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan.


"Apa mas?" Aku terus saja bertanya karena kepenasarananku.


"Apa kamu kesini untuk meminta bantuan?" Bukannya menjawab pertanyaan ku ia malah berbalik nanya.


Bola mataku terbelalak saat mendengar pertanyaan mas Ken, dia kok tahu apa tujuan ku kesini? Apa dia paranormal? Pikiranku penuh pertanyaan di luar nalar.


"Nggak kok, aku, aku cuma mampir saja." Aku berdalih datang ke sini bukan untuk meminta bantuan.


"Begitu ya? Lantas ada apa kamu ke sini, gak salah masuk ruangan kan?" Mas Ken terus saja melontarkan pertanyaan, aku makin terpojok.


"Baiklah, sebenarnya aku datang kesini mau minta bantuan kamu mas." Dan akhirnya aku memberanikan diri untuk bicara kepadanya.


"Apalagi?" Tanyanya.


"Ini soal anak Lulu." Balasku agak berbisik.


"Anak Lulu bukan anak kandung Abi." Ucapnya, dari mana dia tahu anak Lulu bukan anak Abi? Apa Abi memberitahu mas Ken.


"Apa Abi yang memberitahu kamu mas?" Tanyaku, penasaran dari mana dia tahu tentang itu.


"Nggak, Abi gak pernah memberitahu hal itu padaku." Balasnya yang cukup membuatku makin heran.


"Lantas darimana kamu tahu itu?"


"Sudah cukup lama, tapi aku takut salah dengar saja."


"Maksud kamu apa mas?"


"Jadi..."


Pov author...


Flashback....


"Katanya gak ada yang sakit." Ucap Jia seraya membopong tubuh Ken.


"Kemarin sih nggak ada yang kerasa apapun, tapi pas tadi bangun tidur badan aku kayak habis di gebukin." Balas Ken seraya meringis.


"Ya sudah."

__ADS_1


Pagi ini ken meminta Jia untuk mengantarnya berobat ke dokter, karena setelah kecelakaan kecil itu terjadi badan Ken serasa habis di gebukin.


"Kamu tunggu saja di luar." Ucap Ken kepada Jia.


"Biar aku temenin ke dalam ya, takut ada yang serius." Ucap Jia khawatir.


"Tunggu saja ya."


"Dengan pasen bernama Ken Zain." Panggil suster.


"Iya saya." Ken mengacungkan tangannya. "Tunggu disini ya."


"Ya sudah aku nunggu disini."


Ken masuk ke dalam untuk mulai pemeriksaan, sedangkan Jia dia menunggu di luar. Jia tak sengaja melihat Lulu berjalan ke arah ruang dokter kandungan, Jia berpikir wajar saja kalau datang ke dokter kandungan toh dia sedang hamil.


"Sayang banget sih sama Lulu, ke dokter kandungan saja sendirian." Gumam Jia seraya terus menatap Lulu, namun yang bikin Jia heran dia di dampingi lelaki. Apa dia Abi pikir Jia, Jia pun tak menghiraukan Lulu.


Sekitar beberapa menit, Ken telah selesai dengan pemeriksaannya ia pun menghampiri Jia yang sedang duduk menunggunya.


"Lama ya?" Kata Ken.


"Eh sudah beres pemeriksaan nya, gimana kata dokter gak ada yang serius kan? Tanya Jia seraya menatap Ken penuh khawatir.


"Gak papa kok sayang, gak ada yang serius cuma bengkak aja bagian pinggang."


"Cuma kata kamu, astaga sayang kalau pinggang kamu lama sembuhnya gimana? Padahal pernikahan kita sebentar lagi loh." Jia terus nyerocos. "Oh iya sayang, tadi aku lihat Presdir sama Lulu loh."


"Abi?"


"Padahal Abi bukan tipe orang yang seperti itu."


"Maksud kamu?"


"Iya dia bukan tipe orang yang akan bertanggung jawab atas kesalahan yang bukan dia perbuat, padahal dia bersikeras kalau dia nggak menghamilinya." Jelas Ken, ia tahu jelas sahabat sekaligus bosnya itu.


"Mungkin dia kasihan sama Lulu." Enteng Jia.


"Kita pulang saja." Ajak Ken.


Ken dan Jia menuju parkiran.


"Sayang bentar aku kebelet nih, kamu tunggu dulu ya di mobil!" Ucap Jia.


"Iya." Ken pun masuk ke dalam mobil dan menunggu Jia datang, saat menunggu Jia, Ken tak sengaja melihat Lulu.


"Lulu?" Ken mengintip Lulu dari dalam mobilnya. "bukannya dia bareng Abi, tapi Abi nya mana?"


Seorang lelaki datang menghampiri Lulu, sialnya lelaki itu membelakangi Ken jadi dia tak melihat siapa lelaki itu. Mereka berdua terlihat asyik mengobrol dan mereka berjalan ke arah Ken, sontak ken pun menunduk.


"Kapan kamu mau mengakhiri semua ini?" Ucapannya terdengar samar di telinga Ken, mereka berdua kini ada di sebelah mobil Ken.

__ADS_1


"Tunggu sampai anak ini lahir." Balas Lulu.


"Kamu tega banget sama aku, dia anak aku bukan anak Abi." Ucap lelaki itu.


"Cukup!" Bentak Lulu. "Aku sudah janji jika aku sudah menghancurkan hubungan abi dan alena, aku akan datang ke pelukan kamu bersama anak kita." Ucap Lulu, Ken yang mendengarnya ingin sekali menampar menjambak dan merobek mulut Lulu, tapi di urungkannya niat tersebut.


"Kamu janji ya?"


"Iya aku janji."


Ken mengintip, dan betapa jijiknya Ken melihat Lulu yang sedang bercumbu dengan lelaki itu. Dalam pikirannya terlintas jelas bayangan Alena dan Abi.


"Gak bisa di biarin." Saat hendak keluar dari mobil, Jia datang.


"Hei sayang."


Lulu tergesa-gesa masuk ke dalam mobil, dan mobil yang di tumpangi Lulu melaju begitu cepat.


"Kita pulang ya, maaf aku lama tadi handphone aku ketinggalan ke toilet jadi aku balik lagi buat ngambil handphone aku." Jelas Jia.


"Gak papa kok." Balas Ken.


Flashback end...


"Kenapa kamu gak ngasih tahu aku sih mas?" Alena mengusap wajahnya dengan kasar, membuat lipstik yang di gunakan nya belepotan.


"Maaf." Ken hanya bisa meminta maaf.


"Aku frustasi mas, ibu mertuaku dia gak percaya sama aku." Ucap Alena matanya terlihat berkaca-kaca.


Ken menatap Alena, ia menyadari raut wajah Alena begitu berantakan apalagi lipstiknya yang belepotan. Dengan spontan tangannya menyeka noda lipstik yang menempel di wajahnya.


"Noda lipstik." Kata Ken lalu tersenyum.


"Ah makasih mas." Alena menepis tangan Ken yang menyentuh wajahnya.


"Kamu mau minta bantuan apa sama aku?" Tanya Ken ke intinya.


"Tolong cari siapa ayah kandung anaknya Lulu." Pinta Alena. "Dan satu hal lagi, jangan ada yang tahu kalau aku minta bantuan sama kamu."


"Oke!"


"Gimana sama pernikahan kalian?" Tanya Alena tiba-tiba.


"Begitulah." Balas Ken saat di tanya Alena wajahnya berseri-seri.


"Wah kelihatan banget kalau kamu bahagia, selamat ya mas." Alena menjulurkan tangannya.


"Apa ini?" Tanya Ken, bola matanya menunjuk ke arah tangan Alena.


"Selamat, gak mau menjabat tangan aku ya?"

__ADS_1


Ken menjabat tangan Alena seraya tersenyum begitupun Alena.


"Kalian sedang apa?


__ADS_2