My Possessive Lover

My Possessive Lover
part 70


__ADS_3

Remon tersenyum. "Kamu mau kan menikah denganku?"


"Kita jalani aja dulu ya, setelah merasa benar-benar cocok aku siap menikah sama kamu." Remon sedikit kecewa, tapi dengan menjadi kekasih Lulu saja dia sudah bahagia setengah mati.


"Oke."


Dan akhirnya Lulu dan Remon resmi menjadi kekasih, misi balas dendam Lulu sudah hilang. Namun masih ada yang memendam dendam itu selain Lulu.


***


Di sisi lain, ayu menatap suaminya penuh ragu. Entah apa yang harus dilakukan nya saat ini, apa perceraian adalah jalan yang terbaik bagi pernikahan ayu dan doni.


"Aku gak nyangka aja, kok tega kamu main gila di belakang aku?" Tutur ayu seraya terisak dalam tangisannya. "Kurangnya aku dimana?"


Doni menghampiri ayu lalu merangkul istri nya itu, namun ayu memberontak.


"Aku salah aku mengakui itu, aku mohon jangan begini." Dengan sekuat tenaga Doni mencoba untuk menenangkan istrinya itu.


"Kamu kira memaafkan kesalahan kamu itu mudah? Kesalahan kamu terlalu fatal, kalau kamu memang sudah tak ada rasa sama aku sebaiknya bicara dengan jujur, bukan begini caranya ini menyakiti perasaan aku, Don." Lirih ayu.


Doni bersimpuh di hadapan ayu. "Aku memang gak punya malu, tapi aku gak akan berhenti untuk terus minta maaf sama kamu." Doni memeluk kaki ayu, namun ayu beringsut mundur. "Maafkan aku, maafkan aku. Aku mohon maafkan aku!"


Ayu menatap langit-langit rumahnya, dalam hati kecilnya ia sadar bahwa ia tak ingin berpisah dengan suaminya itu. Namun di sisi lain, ia juga kecewa dengan apa yang di lakukan suaminya itu di belakangnya.


"Belajar menerima keadaan tanpa membenci kenyataan itu sulit." Ayu menekukan lututnya menyeimbangkan tinggi dengan Doni yang tengah bersimpuh. "Aku punya hati kamu tahu itukan?"


Doni mengangguk. "Aku tahu kamu orang yang baik."


"Berjanjilah kepadaku dan kepada calon anak kita, kamu gak akan melakukan hal seperti itu lagi."


"Aku berjanji, aku gak akan mengulangi hal hina seperti itu lagi."


Ayu pun memeluk erat suaminya, keluarganya kembali seperti sedia kala lagi.


Skip


Sembilan bulan kemudian, dan hari ini dimana Alena sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan buah hati yang di tunggu-tunggu. Semua keluarga menunggu dengan risau, sedangkan Abi, dia menemani istrinya yang sedang lahiran itu.


"Semoga anak dan cucuku sehat." Tutur ibunya Alena.


Rega, Sera serta kedua orang tua Alena tengah berdoa memohon kesehatan untuk anak plus mantu juga cucunya.


Setelah melewati beberapa jam akhirnya lahirlah anak lelaki dari pasangan Abi dan Alena, Abi melihat anaknya yang masih berlumuran darah itu menangis begitu nyaring. Kedua sudut bibir Abi sontak terangkat, di ciumnya kening sang istri.


"Anak kita." Lirih alena, Abi pun mengangguk.


***


Semua anggota keluarga menghampiri Alena yang sedang menyusui anaknya, yang ditemani Abi.


"Cucuku." Panggil ibu Alena.


"Ibu ayah, kalian punya cucu. Lihat deh ganteng kan?"

__ADS_1


"Ganteng sekali kamu nak." Ucap ayah Alena.


"Lihat dong papa nya juga kan ganteng." Goda Sera, semua orang yang ada disana tertawa.


"Selamat ya bi akhirnya kamu jadi ayah." Ucap Rega memberi selamat pada anaknya.


"Iya pa, makasih." Balas Abi.


Saat sedang bersenda gurau sebuah ketukan pintu terdengar, dan semua orang menatap ke arah pintu bersamaan.


"Alena."


Orang yang mengetuk pintu masuk dengan sebuah buket bunga di tangannya, sedangkan seorang lagi membawa paper bag yang cukup besar entah apa yang di bawanya.


"Meta." Panggil Alena.


"Selamat ya." Meta menghampiri Alena dan memberikan buket bunga itu.


"Makasih ya sudah datang kesini, duh sama pak Kusuma nya lagi." Ucap Alena.


"Ini pak Abi." Kusuma memberikan paper bag itu pada Abi.


Abi mengambilnya. "Waduh jadi ngerepotin kalian berdua, makasih loh hadiahnya."


"Gak merepotkan sama sekali kok pak Kusuma, malahan saya dan istri sangat berterimakasih kepada kalian berdua." Jelas abi.


"Kalau begitu mama papa sama besan keluar dulu ya." Ucap Sera tak ingin mengganggu mereka berempat.


"Sudahlah yah, nanti giliran kita mah di rumah saja. Kalau kita ada disini takutnya mereka gak enak." Ujar ibu Alena.


"Oh begitu ya?"


"Iya yuk keluar yuk." Sera mengajak suami dan besan nya keluar.


"Len kamu tahu gak?" Ucap meta.


"Nggak tuh, apa?"


"Kabarnya Lulu dan Remon menikah."


"Lulu sama Remon?" Sentak Abi mengulang nama Lulu dan remon.


"Iya, aku nyuruh asisten mas Kusuma untuk mencari tahu. Dan dia menemukan kalau Lulu dan Remon sudah menikah." Jelas meta.


"Memangnya sekarang mereka ada dimana?" Tanya Abi.


"Menurut Jeff, asisten saya. Kalau mereka sekarang tinggal di London." Timpal Kusuma.


"Pantas saja beberapa bulan ini kita gak tahu kabar Lulu, tapi syukurlah kalau Lulu sudah menikah." Ucap Alena merasa bersyukur, berarti dia memang sudah merelakan Abi untuknya.


Tiba-tiba datang lagi dua pasangan suami istri datang bersamaan.


"Selamat sayangku." Jia berlari menghampiri Alena.

__ADS_1


"Adududuh, tante mu ini nak kok datangnya telat ya?" Sindir Alena.


"Maaf maaf, ini nih gara-gara mas Ken dia lambat banget milih hadiah." Ketus Jia seraya menatap Ken.


"Aku gak tahu soal hadiah buat bayi jadinya lama." Ucap ken.


"Hey Len, selamat ya." Ucap ayu.


"Selamat Len." Timpal Doni.


"Iya terimakasih." Balas Alena.


"Nih bi hadiah dari aku dan ayu." Doni memberikan sebuah kado kepada Abi.


"Thank you." Abi mengambilnya lalu menyimpannya di atas nakas.


"Ini dari aku dan mas Ken, semoga suka yaa." Ucap Jia seraya memberikan hadiah ya kepada Abi.


"Semuanya terimakasih." Ucap Abi.


"Kalian sudah tahu kabar tentang pernikahan Lulu dan remon?" Ucap meta memecah keramaian.


"Lulu dan Remon menikah? Wah hebat dong." Ujar Jia.


"Bukan hebat sih tapi bagus." Timpal ayu.


"Ihh lucu banget anak kamu yu, dia gak nangis di keramaian." Ucap meta yang sedari tadi memperhatikan anak ayu.


"Sena nangis kalau ngantuk sama mau nyusu." Ujar Doni.


"Sini sayang sama ibu." Ayu memangku putrinya.


"Lebih baik kita cowok-cowok keluar kali ya." Ajak abi.


"Ide bagus." Timpal Kusuma.


"Syukurlah dari tadi aku sudah ingin sekali keluar dari sini." Cetus Ken.


"Ya sudah sana keluar." Balas Jia.


"Iya kamu mau keluar kok." Balas Ken.


Para lelaki pun keluar, meraka tidak ingin mengganggu para wanita yang asyik membicarakan hal-hal yang para lelaki tak tahu.


"Shhtt...anak aku tidur jangan terlalu berisik takutnya malah bangun." Ucap alena.


Mereka berempat bersenda gurau bersama, sedangkan para lelaki pergi mencari makan.


**


"Lihat saja kebahagiaan mu hanya sesaat, Alena."


kira kira siapa ya?

__ADS_1


__ADS_2