My Possessive Lover

My Possessive Lover
part 71


__ADS_3

"Lihat saja kebahagiaan mu hanya sesaat, Alena." Tutur seseorang di balik pintu ruangan yang tengah di tempati Alena.


***


"Akhirnya sampai juga di Indonesia." Pekik Lulu.


"Kamu lelah ya?" Ujar Remon.


"Valeri anteng banget kamu nak, anak baik gak nangis ya naik pesawat." Ucap Lulu yang memperagakan bahasa bayi, Valeri bayi pun tersenyum.


"Sayang aku dapat kabar dari mami kamu, katanya Alena baru melahirkan." Ucap Remon.


"Lantas kenapa?" Tanya Lulu.


Remon merangkul pinggang Lulu. "Tidak papa, kita pulang ya!"


Saat perjalanan pulang, Lulu tiba-tiba meminta supir untuk pergi ke rumah sakit.


"Pak, kita ke rumah sakit dulu ya sebentar." Ujar Lulu pada sang supir.


"Baik Bu." Sang supir mengikuti perintah majikannya itu.


"Ada apa?" Tanya Remon.


Lulu menatap wajah Remon lalu membuang kembali tatapannya itu.


"Kenapa? Ada yang mau di ucapkan sama aku?" Remon menarik tangan Lulu, di letakan nya tangan Lulu di atas paha Remon.


Lulu menarik nafas dalam-dalam. "Aku harus minta maaf sama Alena dan Abi, apa aku akan di maafkan sama mereka?"


Remon tertegun mendengar ucapan sang istri, akhirnya Lulu berbesar hati untuk mencoba meminta maaf kepada keluarga Abi. Karena selama ini Lulu hidup dengan penyesalan nya, selama tinggal di London Remon begitu khawatir melihat Lulu yang tidak menikmati hidupnya. Saat mendengar Lulu mengatakan ingin meminta maaf, Remon sangat senang mendengarnya.


"Kamu yakin?" Remon meyakinkan Lulu.


Lulu mengangguk. "Aku yakin, aku mohon temani aku ya!"


"Pasti."


Sesampainya di rumah sakit, Lulu menyuruh sopirnya pulang mengantarkan suster dan anaknya.


"Pak, pulang saja ya anterin suster sama Valeri." Titah Lulu.


"Baik Bu." Balas sang supir.


"Sus tolong kasih susu ya, dan tidurin Valeri. Takutnya saya dan suami pulang telat." Ujar Lulu pada suster yang mengurus Valeria.


"Baik Bu." Balas sang suster.


Lulu dengan berani menghampiri Alena dan Abi, walaupun masih dengan berat hati. Namun saat bersama Remon rasa takut dan gugup yang di rasakan Lulu, sirna saat sebuah tangan dengan erat memegang pinggang kecil milik Lulu.

__ADS_1


"Ini ruangannya kan?" Tanya Lulu.


"Iya." Balas Remon.


Di dalam terdengar suara kecohan, dari yang ketawa sampai yang menangis terdengar jelas di telinga Lulu.


"Apa aku gak akan ganggu mereka?" Lulu bertanya-tanya saat hendak membuka kenop pintu.


"Kita duduk dulu ya, kamu harus menyiapkan mental yang kuat buat masuk ke dalam." Tutur Remon.


Dari arah berlawanan datang empat orang laki-laki, itu semakin membuat gugup Lulu. Dari ke empat orang laki-laki itu yang begitu jelas di mata Lulu adalah Abi dan Doni, Lulu yang duduk sontak berdiri.


"Kita pergi dari sini." Ucap Lulu, namun Remon tak merespon dan malah asyik duduk.


Sedangkan ke empat laki-laki itu semakin mendekat, Lulu semakin gelisah kala sang suami yang di ajak pergi malah duduk santai.


Tak ada celah untuk kabur, akhirnya Lulu berpapasan dengan ke empat laki-laki itu.


"Lulu Remon?" Sentak Abi.


Remon berdiri di samping Lulu. "Abi, apa kabar?" Remon menjulurkan tangannya.


Abi pun menjabat tangan itu. "Baik." Lalu di lepaskan nya kembali jabatan tangan itu. "Sudah lama ya kita gak ketemu."


"Iya, kami kesini mau lihat keadaan Alena." Ucap Remon, dia begitu santai beda halnya dengan Lulu dia matung dan tak mengeluarkan suara sedikitpun.


"Sudah membaik, nanti juga sudah di perbolehkan pulang." Ujar Abi.


"Iya." Balas Lulu seraya menunduk.


"Ngomong-ngomong Valeria mana?" Tanya Doni.


Lulu tak menjawab pertanyaan itu, dengan cepat Remon menjawabnya.


"Valeri pulang, dia harus tidur karena lelah." Balas Remon. "Aku senang kamu menanyakan Valeri, karena bagaimanapun dia tetap anak kandung kamu."


Doni tak menggubris perkataan Remon dan memilih masuk ke dalam untuk menghampiri ayu, istrinya.


"Bicaranya terlalu jujur ya!" Ujar Ken tepat berada di belakang Abi, ia pun menyusul Doni ke dalam.


"Saya juga ke dalam deh." Timpal Kusuma, kini tinggal Abi, Lulu dan Remon.


"Mending kita ngopi dulu di kantin." Ajak Abi.


"Ide bagus." Balas Remon. "Kamu mau ikut apa mau masuk ke dalam saja?"


"Aku ikut kalian saja." Lirih Lulu.


Disini Lulu benar-benar kikuk, entah apa yang akan dia lakukan. Dia serasa tak di harapkan oleh orang-orang disini.

__ADS_1


Abi dan Remon asyik saling melontarkan pertanyaan, dari menanyai kabar, pekerjaan dan sebagiannya.


"Wah RA entertainment memang keren ya, produksi acara nya beragam. Artis artis nya juga pada terkenal." Ujar Abi yang asyik membicarakan perusahaan yang di pimpin oleh Remon.


"Yah begitulah." Lirih Remon.


Aku seakan tak di anggap disini, mereka asik sama dunia mereka, batin Lulu.


***


"Kalian dari mana sih?" Tanya Jia.


"Habis nyari angin." Balas Doni.


"Nyari angin kok lama banget?" Timpal ayu.


Alena memperhatikan orang yang masuk, suami Jia ada suami ayu ada dan suami meta juga ada, hanya suaminya ya g tak terlihat.


"Abi mana?" Tanya Alena.


"Abi pergi menemui.." Belum saja selesai bicara pintu terbuka dan menampakan sosok lelaki dan perempuan.


Alena terbelalak saat melihat siapa yang masuk ke dalam.


"Apa kabar Len?" Tanya Lulu.


"Lulu, Remon?" Sentak Alena, semua mata tertuju pada Lulu dan Remon.


"Bolehkan aku masuk?" Tanya Lulu, Alena pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Lulu.


Lulu dan Remon mendekat ke arah alena, Lulu meraih tangan Alena.


"Maafkan aku Len, dulu aku dengan teganya ingin merampas kebahagiaan kamu. Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf." Ujar Lulu.


"Aku sudah maafin kamu kok, dari dulu loh." Ucap Alena.


"Makasih Len, aku janji gak akan begitu lagi." Lulu melepaskan tangannya lalu mengelus pipi anak Alena.


"Karena sudah ada aku di sampingnya." Timpal Remon, semua yang ada disana tertawa mendengar ucapan Remon.


Sedangkan di sebuah parkiran Abi tengah menyimpan barang pemberian Lulu dan Remon ke dalam mobil, dia hendak kembali ke dalam. Tiba-tiba saja sebuah mobil sedan menabraknya sampai terpental ke dinding, tubuh Abi ambruk dan darah segar mengalir dari kepalnya sedangkan pemilik mobil itu pergi dengan kecepatan tinggi.


"Suamiku mana?" Tanya Alena.


"Dia ke parkiran dulu katanya." Balas Remon.


Seorang suster datang dengan wajah gelisah dan menghampiri Alena.


"Ada apa sus? Saya gak minta suster buat kesini kan?" Tanya Alena.

__ADS_1


"Saya kesini ingin memberitahukan kalau suami ibu kecelakaan." Ucap suster dengan nafas terengah-engah.


"Apa?"


__ADS_2