Nion

Nion
KESEPULUH #NION#


__ADS_3

Nia pun masuk kerumah dan langsung mendapati mama nya yang sedang membungkus kue banyak


"Wah banyak banget mak kuenya? siapa yang mesan?" Tanya Nia itu pada mamak nya.


Lalu mamak nya Nia pun menjawab


"Ada satu kompleks yang mesen kue kita, namanya jeng Ririn"


Nia pun mengangguk angguk mengerti.


"Nanti nak Nia, boleh nggak ngantarin kue nya ke alamat ini" Ibu paruh baya itu pun menunjukkan alamatnya.


Alamatnya satu kompleks mereka tapi nomornya 37 dan Nia 30 berarti beda 7 rumah dong


"Yaudah mak aku ganti baju dulu ya" Ucap Nia.


Nia pun bergegas mengganti baju seragamnya dengan baju biasa dan Nia pun ingin pergi namun mamak nya menyuruhnya makan duluan, dan setelah makan dan istirahat 5 menit Nia pun langsung bergegas, mengambil kue bolu yang ada di atas meja yaitu ada 10 bolu yang udah disusun mama nya, Nia pun mengangkat nya pelan pelan dan kelihatan besar tapi sebenarnya tidak berat hanya saja kotaknya yang buat besar.


Nia pun membawanya dan menghitung rumah rumah namun Nia sedikit tidak menyangka karena rumah nomor 37 ini besar banget rumahnya bertingkat lagi, apa mungkin mereka yang memesannya?, tapi nomor rumahnya sama, tanpa berpikir Nia pun memincit lonceng nya dan ada orang yang menjawab dari dalam


"Iyah tunggu sebentar"


Dan tuan rumah itu pun membuka pintunya, tapi dari suaranya tadi Nia seperti mengenal dan Nia melihat ketuan rumah yang membuka pintu dan ternyata adalah Dion.


"Dion kau ngapain disini?"


Dion malah tersenyum


"Lah lo yang ngapain disini, ini kan rumah gua"

__ADS_1


Nia yang mendengarnya merasa aneh dan sangat heran juga, tidak nyangka seorang


Dion mempunyai rumah yang gede.


Tamannya tertata rapi walau kecil, tapi rumahnya bertingkat dan besar sungguh Nia merasa tidak menyangka.


"Jadi ini rumah mu?" Tanya Nia.


Lalu Dion mengangguk angguk.


"Hm hm hm"


Nia hanya diam tenggorokan yang tadi terasa masih seperti biasa, kini terasa susah untuk menelan ludah nya sendiri, dan Dion bertanya lagi.


"Lo mau ngapain ke sini?, kok tau rumahku?"


Tiba tiba kata kata gadis imut itu terputus karena mendengar suara dari dalam rumahnya.


"Dion..., Dion kamu bicara sama siapa nak??"


Dion pun menjawab kearah sumber.


"Nih ada orang di luar"


Mamanya Dion pun keluar dan melihat gadis mungil yang sedang menggenggam kue ditangannya.


"Oh iya kamu, pasti anaknya jeng mirna kan?"


Gadis mungil itu pun mengangguk angguk

__ADS_1


"Iya tante ini bolunya" Nia pun mengulurkan genggamnya yang ada kue ditangan mungilnya itu.


Ririn mama nya Dion pun mengambil kue nya dan memberi uang sebanyak 500.000 dan pergi meninggalkan kami berdua.


"Oh yaudah mama pergi dulu ya Dion, tante pergi yah nak" Pamit ibu paruh baya itu.


Ibu paruh baya itu pun pergi dan membawa kue nya kedalam bagasi mobil dan gadis mungil itu melihat Dion teman barunya itu seperti kesal, melihat nya, Nia pun ingin menghiburnya, tapi Nia sendiri nggak tau cara untuk menghibur dan Nia juga nggak biasa menghibur orang, karna Nia takut mama nya marah kalau anak gadis nya itu pulang agak lama. Nia pun pamitan denga Dion.


"Ion jangan sedih, kan mamak mu untuk bekerja" Hibur Nia sebelum pamitan.


Dion pun mengangguk anggauk dengan muka lesu. Kasihan yah Dion, punya segalanya tapi gak pernah di perhatiin orang tua nya.


"Eh maaf gua lupa untuk ngajak lo masuk, ayo masuk ayo" Ucap Dion mencari topik pembicaraan.


Nia pun tersenyum


"Nggak deh aku nggak sempat lagi nanti mama ku kecarian apa lagi mama ku tadi nyuruh aku hanya nganterin kue dan aku nggak izin mau pergi bermain, mungkin lain waktu aja yah" Pamit Nia yang sedari tadi ingin pamit.


Dion pun tersenyum, menatap Nia.


"Yaudah nggak apa apa kok, asal janji lain waktu kuajak mau yah" Dion membuat perjanjian kepada Nia.


Nia pun mengangguk angguk.


"Siap boss, aku pulang dulu yah dadada" Nia pun melambaikan tangannya ke Dion.


#sampai sini dulu maaf kolo nggak nyambung#


^jangan lupa like dan coment^

__ADS_1


__ADS_2