
Pagi pun tiba. Nia di ajak papanya untuk joging sedangkan mamanya berbeda, Mirna yaitu mamanya Nia lebih memilih untuk bekerja dirumah.
Nia dan papanya pun pergi kelapangan sport dan mereka disitu berlari lari mengitari lapangan sport itu, hingga keringat keluar kepermukaan kulit. Saat Nia berlari, tiba tiba ada orang yang sedang menarik tangannya Nia dan Nia sadar bahwa yang memegang tangannya nggak mungkin papanya soalnya papanya sedang berada di depannya berlari.
Nia pun melihat ke sipemilik tangan itu dan ternyata Jason dan dua anak buahnya. Mereka mengajak Nia untuk bertanding bola voli .
Mereka masih kesal karena Nia telah belain Dion dan bahkan Nia juga dapat mengalah kan mereka sampe sampe mereka minta ampun kemaren ke Nia.
"Hei Nia, lo boleh malu maluin gua di sekolah tapi disini nggak!!!, gua mau ngajak lo tanding bola voli" Pria licik itu pun tersenyum licik.
"Kalau nggak mau gimana?" Tanya Nia dengan nada sedikit menantang.
"Lo curang" Ucap pria licik itu ke gadis bernama Nia dan tersenyum licik.
Nia yang mulai bosan campur jenuh mendengar bacotan Jason pun langsung menyanggupinya.
"Oke mari kita tanding" Ucap Nia dengan lantang, karena kesal melihat pria jahat dan licik itu.
"Cari teman lo untuk bertanding!" Perintah Jason ke Nia dengan sombong dan lagi lagi mengembangkan senyum licik yang sebagai khas nya.
Nia yang mulai bingung mencari teman untuk menjadi satu tim dengan nya, Nia menatap orang orang satu per satu, tiba tiba saja Risa dan Putri mengejutkan Nia dari belakang
"Hei" Kejut Putri dan Risa dari belakang Nia dengan kompak.
Mereka benar benar berhasil membuat Nia terkejut
"Eeeh kalian?, joging juga?" Tanya Nia dengan ekspresi gembira.
"Iya" Jawab kedua sahabat baru Nia.
Risa yang bingung kenapa Nia berada disini bersama Jason?, Risa pun bertanya.
__ADS_1
"Lo ngapain disini?" Tanya Risa penuh selidik.
Begitu juga Putri yang sama herannya seperti Risa.
"Sama mereka lagi?" Tanya Putri dengan terheran heran.
Nia mendengar pertanyaan kedua sahabatnya itu pun, langsung menjelaskan semuanya sesuai alur hingga menjadi konflik.
"Jadi gini, mereka bertiga itu nggak terima kalau mereka kalah kemarin, jadi mereka nantangin aku lagi untuk main voli, yah aku ikuti lah dan untung kalian ada, kalian berdua jadi tim ku okay" Nia pun menjelaskannya.
Mereka berdua yaitu Putri dan Risa dengan kompak mengatakan.
"Siap boss" Putri dan Risa menegakkan jempolnya ke Nia.
Mereka bertiga memanggil 3 orang lagi untuk menjadi satu tim nya Nia, dan akhirnya mereka telah mendapatkan ketiga orang itu, yaitu Veroh, Rina dan Ririn, mereka teman satu kompleks Risa dan Putri, dari mereka berenam hanya satu yang tidak tau pasing dan servis. Berbeda dengan Putri juga Risa yang jago banget tentang Voli, soalnya itu hobi mereka berdua, apa lagi kalau gabung sama bang Vano, sepupu Putri dan Risa, mungkin mereka akan pemecah rekor skor.
Begitu juga dengan Nia, jangan ditanya lagi, karena Nia sangat menggemari bola kaki, basket, dan juga voli.
Banyak orang yang sedang menyaksikan. Jason tersenyum licik dan kelihatan dia merasa puas karena merasa menang.
Nia merasa mulai kepanasan, terik matahari yang sudah mengenai kulit putihnya, membuat semangat menjadi berkurang.
Nia yang menatap kearah jam tangannya sudah menuju angka 1 Pm, di kota ini hari minggu berolahraga biasanya sampai jam setengah satu tapi jika ada perlombaan sampai jam 2 pun masih ramai.
Nia hanya memperhatikan penonton satu persatu dengan kilat, tanpa Nia sadari ternyata papanya juga menyaksikan pertandingannya dan berteriak untuk mensupport anak kesayangannya.
"Niaa semangat nak, jangan mau kalah" Teriakan papanya untuk mensupport anaknya itu. Dan ucapan papa nya itu adalah ucapan yang sering dikeluarkan papanya untuk Nia, saat Nia sedang berada dititik rendah semangat nya.
Nia yang mendengar dan melihat papanya seperti itu, langsung seperti memberi kan tenaga besar bagi Nia.
Nia pun berteriak kepada tim nya
__ADS_1
"Semangat" Ucap Nia dengan bergairah. Ternyata dukungan orang tua sangat menyemangati sekali yah.
Tim Nia pun semangat dan semuanya sedang bergegas mengambil posisi untuk melawan tim lawannya mereka.
Nia yang bersemangat kini telah mempunyai poin yang sama, yaitu17 sama, tim Nia mulai gembira lagi.
Dan akhirnya tim Nia pun benar benar menang dan Jason yang tadi tersenyum pun merasa kesal, sedangkan tim Nia semuanya sedang berpelukan atas kemenangannya.
Semua penonton bertepuk tangan. Nia langsung mengarahka matanya kejam tangannya, sudah Jam satu lewat dua puluh menit, Nia pun langsung bergegas mengajak papanya untuk langsung pulang.
"Pa pulang yuk" Ajak Nia menatap papanya.
Sambil berjalan papanya Nia memuji muji Nia
"Ternyata anak papa hebat yah" Ucap papa Nia dengan bangga.
Tapi Nia nggak memikirkan itu lagi, Nia hanya memikirkan Dion dan karena Dion rumahnya itu lebih dekat dari lapangan sport Nia pun menyuruh papa nya untuk pulang luan.
"Pah, papah pulang luan ya, aku mau kerumah teman ku"
papanya Nia pun mengizinkan putri kesayangannya itu.
"Jangan pulang malam yah" Nasehat papa Nia.
Nia pun menegakkan jempol nya menandakan menyanggupi permintaan papanya.
"Baik bos" Ucap Nia pada papanya.
Nia melihat kearah jam tangan nya lagi lagi dan ternyata udah jam tengah dua.
#JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT MAAF KALAU NGGAK NYAMBUNG#
__ADS_1