Nion

Nion
#KELIMA BELAS # #NION#


__ADS_3

Sesampai rumah Dion, Nia pun langsung memincit bel tamu, dan Dion pun membuka pintunya


"Niaaa" Teriak Dion bahagia melihat Nia yang datang kerumahnya.


Sangkin bahagianya, Dion pun memeluk Nia sedangkan Nia yang dipeluk hanya diam terpaku dah heran.


"Maaf aku refleks" Jawab Dion dengan sedikit canggung.


"Ia nggak apa apa kok asal jangan ke seringan" Nia memakluminya, lagi pula kan teman.


Dion yang merasa canggung menggarut garut kepalanya yang tidak gatal


"Soalnya gue datang kerumah lo tadi, gue kira lo nggak mau kerumah gue, by the way kamu kok keringatan sih?" Dion pun bertanya pada Nia yang merasa bingung.


"Maaf yah aku datangnya telat, soalnya aku tadi joging dan tiba tiba ada Jason juga kedua anak muridnya menantang ku untuk bermain voli untung ada Risa dan Putri yang menjadi tim ku makanya kami menang dan gara gara itu juga aku telat kesini" Nia pun menjelaskannya dengan detail.


Dion mendengarnya, merasa bersalah.

__ADS_1


"Maaf ya gara gara gue kalian jadi di incar incar sama Jason, maaf yah" Ucap Dion dengan nada sedih dan bersalah.


"Yah udah deh nggak usah di pikirin, ajak aku masuk aja nih!" Nia yang mulai capek berdiri pun berkomentar.


"Oh iya jadi lupa, maaf, yuk masuk" mendengar keluhan Nia, Dion langsung mengajaknya kerumahnya.


Mereka pun masuk dan ternyata rumahnya megah banget, sofa nya bagus lemari hias besar dan ada piano di bawah tangga. Ternyata Dion adalah anak terakhir dari dua bersaudara abangnya udah sma kelas 1 di London. Tentunya Nia belum mengenalnya.


Lalu Dion pun mengajak gadis itu kebelakang.


Nia melihat taman nya yang begitu indah, ada danau buatannya juga sampan dan disitu ada gubuk kecil.


"Kau pandai main gitar?" tanya Nia ke Dion.


"Hm, lo mau bernyanyi biar aku yang membawa gitar nya" Jawab Dion dan seketika bertanya.


"Nggak suara ku fales ,aku malu" Nia pun menggeleng.

__ADS_1


"Kalau aku boleh nggak nyanyi?" Dion bertanya pada Nia.


"Boleh" Ucap Nia tersenyum


Dion pun bernyanyi


"Coba dari pertama tuh ko bilang, dari awal tong ketemu, ko tak pernah ada rasa, karna ko tak pernah untu rasakan, rasa yang begitu dalam, yang selalu sa rasakan, sio ado sa begini karna cinta, sio ada sa begini karna sayang, tapi ko tak pernah mo mengerti, ae biar susah simpan di hati, dan sa harap sayang coba tolong ko dengar, ko anugrah terindah ko yang sa gemar, penantian besar sa hadir untuk ko, ko kas tinggal sa dan sa masih rindu mopolo dan sa harap sayang coba tolong ko dengar ko anugrah terindah ko yang paling sa gemar, penantian besar sa hadir untuk ko, ko kas tinggal sa dan sa masih rindu mopolo" Suaranya serasi banget dengan alunan gitarnya, suara yang merdu.


"Kau keren deh Ion" Puji Nia ke Dion.


"Makasih" Ucap pria itu karena merasa dipuji.


Dion menawarkan gadis itu untuk membaca tulisannya yang di tulisnya tapi dia tidak ingin 2 lembar nya lagi dibaca.


Yang pertama tentang Dion senang bisa masuk ke sekolah yang di mimpikannya, dan kedua tentang Dion kesel dengan Risa karna suka mengikutinya dan ke tiga tentang Dion yang kesepian dirumah, keempat tentang Jason yang mengompasin nya dan kelima tentang ke juaraanya, keenam dia di beri hadiah gitar dan ketujuh dia di berih piano dan kedelapan dia merasa sedih karena kesepian. Yang 2 lembar nya lagi tidak diperbolehkan untuk membacanya


"Ion kamu enak yah bisa kayak gini enak tau!" Nia menatap semua pemandangan yang ada disitu.

__ADS_1


"Iya enak ada danau buatan, taman yang indah tapi kalau hanya bermain sendiri untuk apa?" Dion pun menjawab ucapan Nia.


#DAH DULU YAH KALAU GAK NYAMBUNG TOLONG DI MAAFKAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT#


__ADS_2