Nion

Nion
#KEDUA PULUH SATU# #NION#


__ADS_3

Bel pun bunyi, menandakan masuk


"Drinkkkkk drinkkk"


Dan jam ini adalah pelajaran seni yaitu buk Friska, pada hari ini guru itu masuk kekelas mereka namun ada telfon. Ibu itu berkata


"Sepertinya hari ini saya harus pergi, karena ada yang penting nak" Ucap guru berpostur tubuh gendut itu.


Para siswa dan siswi pun merasa senang namun muka sok sedih alias munafik hahaaha seperti kawan Nia yang satu ini banyak cerita.


"Aiihh buk Friska kok pergi padahal kan kita kan mau belajar serius" Itu lah yang diucapkan kata kata Jeri sok baik alias munafik.


Dan buk Friska pun pergi meninggalkan kelas 8-2 tentunya aja para murid murid ribut semua, nggak ada guru jadi mereka mah bebas.


Nia berbicara pada Dion


"Ion kau mau nggak kerumah ku besok???" Tanya Nia menatap Dion.

__ADS_1


Tapi pria itu hanya diam dan yang Nia pikirkan kolo Dion bilang bakalan marah, nggak mau berbicara dengan ku, ternyata terjadi dan dia pergi dan Nia langsung menggeser kaki nya agar dia berjalan tidak terhambat.


Nia pun terdiam melihat sifatnya yang seperti itu dan bertanya tanya dihati "Apa dia marah sungguhan?, apa nanti dia nggak mau ngajak aku pulang barengan lagi? atau jangan jangan dia nggak mau nengok aku lagi????" itulah yang ada dipikirkan Nia.


Yang Nia pikirkan hanya Dion dan tiba tiba Risa bertanya, yang membuat Nia tersadar "Nia kok diam? biasanya paling heboh, ada masalah yah??" Ucap Sahabatnya itu.


Nia pun menggeleng kan kepala nya, karena menurut gadis itu menceritakan nya langsung belum tepat.


Namun mereka para sahabat nya itu menatap Nia curiga, hingga buat Nia semakin merasa takut melihatnya, soalnya Risa melihatin Nia kayak detektif gitu.


Setelah lama diam bel pun berbunyi menandakan pulang.


Namun berbeda dengan Nia yang lesu karena memikirkan Dion yang masih marah pada gadis itu.


Nia melihat parkiran dan ternyata Dion sudah nggak ada, begitu juga sepedanya, Nia hanya bisa diam berjalan sembilu, rasanya Nia kesal dengannya, kenapa coba harus marah cuman gara gara nggak diterima pemberiannya.


Lagi pula kan bisa masih di jual sama orang atau hadiah untuk cewek lain kok harus Nia??.

__ADS_1


Dan akhirnya pun Nia sampai dirumah nya dengan muka lelah, hati lesu, mata ngantuk.


Nia hanya diam dirumah hingga menunggu hari besok kan datang, apa mungkin dunia sworang Nia akan lebih buruk atau kan lebih indah?? gadis itu nggak tau.


Esokan harii.........


Nia bangun lebih awal dan Nia menunggu kedatangan Dion yang biasa lewat di rumah nya namun kini batang hidung nya pun nggak nampak lagi.


Nia hanya bertanya di dalam hati "Apa mungkin dia sudah pergi luan ke sekolah???" Ucap gadis itu.


Nia melihat jam yang sudah menunjukkan angka tujuh kurang 15 menit, hingga membuat Nia berubah pikiran untuk menunggunya, Nia pun langsung bergegas pergi hingga akhirnya pukul tujuh pas, Nia sampai di sekolah dan Nia melihat Dion bermain dengan 3 anak perempuan lumayan cantik.


Mereka bertiga anak kelas 71, Nia melihat mereka dengan tatapan kesal karena mereka itu centil, dan baru disadari bahwa Risa dan Putri memperhatikan gadis bernama Nia.


Putri berbisik meledek ku "Hkm ada Risa kedua ni ye" Ledek gadis itu.


Nia terkejut mendengarnya "Astagah putri kamu ngejutin tau"

__ADS_1


Risa tersenyum "Masa dia yang berbisik ngejutin??, lihatin siapa??? serius banget". Ucap Risa.


Nia pun yang ditanya malah menjadi gugup "Nnn ggg aaaaa kkkkkk liiiii hhaaa tttiiiin ssiiii apaa kok". Ucap gadis bernama Nia itu gugup.


__ADS_2