
"Jelas dong, kami kan best friend forever" Ucap Putri yang membanggakan tentang kebersamaan dan kekompakan mereka yang sangat susah dicari orang orang saat ini.
"Tadi aku ada nampak kak Vano sama adek kelas kayak lagi debat gitu, gak tau kenapa?" Ucap Lita pada Nia.
"Adek kelas kita atau sebaya kita?" Tanya Nia dengan berusaha tenang.
"Adek kelas kita, kayak nya kelas 7'2 deh, nanti bentar lagi kan ujian kita pasti kenal" Ucap Lita menerangkan pada Nia.
"Mungkin itu suruhan guru kali" Ucap Nia berusaha tenang.
"Suruhan guru?, maksud nya apa sih?" Ucap Lita yang bingung.
"Maksud Nia itu Lita, kalau Vano itu sedang dipanggil guru melalui adik itu" Ucap Putri pada Lita.
"Tapi Pitri, masalah nya itu, hari ini gak ada apa apa, kemarin juga" Ucap Lita pada Risa, Putri dan Nia menerangkan.
"Gue percaya sama Vano, dia pasti bicara jika ada yang mengganggunya atau sesuatu hal yang ia tidak suka" Ucap Nia yang tidak mempercayai kata kara Lita.
"Yah mudah mudahan aja gak ada sesuatu" Ucap Lita berharap.
"Yaudah kita tidur aja yah, gak usah berdebat, oke" Ucap Putri yang sedari tadi dah ngantuk sengantuk ngantuknya. Waduh kasihan Putri hanya dah ngantuk.
"Yaudah kita tdur aja, good nighit" Ucap Nia dan akhirnya semuanya pun tidur.
**PAGI HARI**
Pagi pun tiba, semua orang sudah bangun untuk bergegas merasakan segarnya dan indahnya pemandangan di bukit holbung.
"Eh kita mandinya gimana?" Tanya Lita pada Risa, Putri dan Nia.
"Entahlah, gue gak mandi deh, soalnya dingin" Ucap Risa menatap pada Nia, Putri dan Lita.
"Gue juga malas" Ucap Putri menyambung.
"Sama deh" Ucap Nia ikut ikutan.
"Gue juga kalau gitu" Ucap Lita yang pasrah.
Mereka berempat pun akhirnya berkeputusan untuk tidak mandi, mereka pun hanya mengganti baju didalam tenda tersebut.
"Eh Risa, lo ada simpan celana dalam gue?" Tanya Putri pada Risa.
"Celana dalam lo kayaknya paling sudut tas lo yang dibawah" Ucap Risa menjawab ke Putri.
"Lo ada nengok tentot gue gak?" Tanya Risa pada Putri. Kini Risa yang bertanya. Bergantian.
"Hmm, kayaknya berlapis sama baju mu, coba lihat didalam nya" Ucap Putri menjawab ke Risa.
__ADS_1
"Eh kalian ada lihat sweater ku gak?" Kini Nia yang bertanya, biasanya Nia selalu lengkap tanpa bertanya.
"Nggak" Ucap Risa dan Putri dengan sangat kompak.
"Eh ini ya?" Tanya Lita pada Nia.
"Kok bisa sama mu?" Tanya Nia sama Lita.
"Tadi malam gue lihat diluar tenda,lalu gue masukkan ketenda, karena gue yakin ini itu pasti punya kalian" Ucap Lita menjawab dengan jujur pada Nia.
"Makasih yah" Ucap Nia berterimakasih pada Lita.
"Sama sama" Ucap Lita menjawab ke Nia.
"Ayo pergi ke luar kita foto" Ucap Risa mengajak para sahabatnya itu.
"Tunggu aku mau ngajak bang Vano dulu yah" Ucap Nia tersenyum pada para sahabatnya.
"Oke sana gih" Ucap Lita, Risa dan Putri tersenyum.
Nia pun dengan hati bahagia pergi ke tenda Vano.
••••••
"Gue gak bakalan jatuh cinta sama Nia" Ucap seseorang laki laki dari dalam tenda. Dari suaranya terdengar suara laki laki.
"Kalau lo gak suka, ngapain lo dekat sama dia" Ucap seseorang, yang dari suaranya seperti suara cewek.
"Kalau itu betul, habis camping gue mau lo putus hubungan dari dia" Ucap seorang gadis itu.
Sedangkan Nia yang menyadari semuanya dia pergi meninggalkan tenda milik Vano. Dia pergi tanpa suara. Gadis itu hanya bisa menangis dan menghapus air matanya agar tidak dilihat oleh orang orang.
"Loh, Vano nya mana Nia?" Tanya Putri pada Nia.
"Vano lagi beresin sesuatu" Ucap Nia menjawab ke Putri. "Dia lagi beresin hubungannya" Sambung Nia dalam hatinya.
"Yaudah kita aja yang berfoto" Ucap Risa lada Nia.
"Iyah" Ucap Nia memaksa senyum nya.
Sudah puluhan foto yang mereka ambil, mereka pun m3mberes beres tenda milik mereka.
Setelah membereskan tenda milik mereka, akhirnya pun semua siswa baris berbaris.
Dan setelah mendengarkan pengumuman mereka pun masuk ke bus sesuai seperti kemarin. Sekarang mereka akan pergi ke pantai pasir putih parbaba setelah itu mereka akan kearah tomok dan sigale gale. Setelah itu mereka akan pulang ke Jakarta kembali.
Sepanjang perjalanan Nia hanya diam menatap ke arah kaca dan menghapus hapus air matanya yang tiba tiba keluar.
__ADS_1
"Nia lo nangis" Tiba tiba saja Vano bertanya pada Nia. Vano ternyata memperhatikannya.
"Gak ah kak, gue cuman capek aja" Ucap Nia pada Vano.
"Kak?, Gue?. Sejak kapan seorang Nia mengucapkan kata kata itu" Ucap Vano ngeledek Nia.
"Sejak gue sadar, kalau kata kata gue itu kasar" Ucap Nia lagi lagi merubah kata katanya itu pada Vano.
"Lo itu gak usah merubah kata kata lo Nia, yang penting hati lo aja tetap baik dan tulus" Ucap Vano menceramahi Nia.
"Sejak kapan seorang Vano bisa tulus?" Ucap Nia sedikit menyindir Vano.
"Gue serius Nia" Ucap Vano pada Nia.
"Mulut bang Vano banyak tipu muslihatnya rupanya" Batin Nia dalam mengamati Vano.
"Lo mau tidur?, sini ke pundak gue aja" Ucap Vano pada Nia.
"Gak kak, gue gak mau ngerepotin kakak" Ucap Nia pada Vano.
"Gak kok, kakak gak merasa direpotin" Ucap Vano pada Nia.
"Gak deh kak, ada hati yang harus dijaga" Ucap Nia sedikit menyindir pada Vano.
"Ha?, lo dah punya gebetan antara sini?" Tanya Vano heran. Dasar Vano, gak sadar dia. Nia padahal menyindirnya.
"Yah menurut gue gak ada yang bisa menghalanginya kak, kakak kan cuman pacar pura pura ku begitu juga kakak, aku itu kan cuman pacar pura pura kakak" Ucap Nia pada Vano.
"Lo kok kayak nya beda banget dah Nia, ada masalah" Ucap Vano dengan khawatir pada Nia.
Namun Nia hanya diam tanpa ada kata, dia lebih memilih diam tanpa berkutik, dia malas membahas tentang semua. Dia tau dia akan tersakiti.
"Nia lo demam ya?" Ucap Vano pada Nia lagi lagi dengan khawatir.
"Gue cuman butuh waktu istirahat kak, gak usah dikhawatirkan kak." Ucap Nia pada Vano.
"Kenapa gue gak bisa memperhatikan lo?" Tanya Vano heran lada Nia.
"Kita gak usah dekat dulu ya kak, plis, gue lagi malas" Ucap Nia menatap Vano. Tatapan Nia adalah tatapan kebencian.
"Lo beda banget sih" Ucap Vano lagi lagi mempertanyakan sesuatu pada Nia.
"Bukan urusan lo" Ucap Nia galak. Vano yang mendengarnya langsung diam tak berkutik.
"Maaf kalau gue galak" Ucap Nia tanpa menatap ke Vano. Nia lebih memilih untuk menikmati jalan yang sangat ekstrim dan menakutkan itu, namun dibalik itu juga ada pemandangan nya sangat indah.
Melihatnya Nia pun memfoto jalanan yang ekstrim. Nia juga mengambil buku deary nya.
__ADS_1
**Jalan Danau toba ini mengajarkan ku tentang hidup. Dibalik curam dan menakutkan tapi banyak hal yang istimewa yang akan didapati setelah kita jalani. Begitu juga hidup, akan banyak masalah dan beban yang harus dilewati, tapi jika kita jalani kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat**.
Setelah menulis Nia pun memilih untuk menyimpan bukunya dan kini dia pun mulai mengaantuk dan akhirnya dia pun menutup matanya dan tertidur.