
"Jadi ibu itukan wali kelas 9-9 jadi pastinya ibu itu nggak bisa datang kekelas ini, dia sibuk, dia juga dah ijin ke Boy kok" Risa pun ngomong dengan tuntas tanpa halangan.
"Ibu itu wali kelas 9?" Tanya Nia
"Iya" Jawab Putri
"Tapikan ibu itu ngajar kelas 8" Nia agak bingung.
"Iya, tapi anak 9-9 bandelnya tak ampun, cuman ibu Sakdia doang yang bisa nanganinya, semenjak ibu itu jadi wali kelas disitu, kelas 9-9 udah jarang masuk BK" Risa pun menjelaskannya.
"Yaudah, kita keluar aja yuk, gerah aku disini" Nia pun mengajak mereka berdua ke perpustakaan.
"Ahh Nia, lo aja deh, gua lagi mager, apalagi ke perpustakaan" Raisa menolak dan begitu juga Putri.
"Ogah dah Nia masuk situ, gua kan malas baca" Itulah alasan Putri.
Yah mereka berdua malas membaca, berbeda dengan gadis remaja yang satu ini, jika dia bosan dia akan membaca tapi kalau lagi bosan baca baca dia akan mengganggu sahabatnya.
"Yaudah aku pergi sendiri mau minjam buku perpustakaan nanti aku kesini lagi" Nia pun pergi.
"Ehh bang" Nia sedikit berteriak dan berlari.
Seorang laki laki itu melirik dan melihat orang orang disekelilingnya "Saya" tanya seorang laki laki remaja itu.
"Iya, semalam abang kan yang ngambil novel yang berjudul (Don't worry, we are ghost)" Tanya Nia.
__ADS_1
"Oh adek yang teriak semalam?" Cowok
itupun mengenal gadis remaja didepannya itu
"Iya, tapi nggak gue gak bawa nivelnya dek" Laki laki itupun menjawab pertanyaan gadis didepannya.
"Yahh padahal aku mau baca lagi, soalnya lagi bosan nih" Nia pun malah kecewa "Abang kelas berapa?" Tanya Nia
"Kelas 9-1 dek" Laki laki itupun menjawabnya
"Lo Nia firasta?" Laki laki itupun bertanya.
"Kok tau?" Tanya Nia pada orang yang ada didepannya itu.
"Iya tau lah, lo kan terkenal sama orang Jason, christian dan Andre, dan gua juga sepupunya Putri dan Risa anak UKS" Pria itu pun memperkenalkan dirinya namun bukan memperkenalkan namanya.
"Perkenalkan nama aku Devano panggil aja Vano" Sambil memberi salaman tangannya
"Senang bertemu dengan abang" Nia pun membalas salamannya.
Dan tanpa disadari Dion sedang menatap mereka berdua dengan wajah kesal.
"Kalau bosan bisa ajak abang aja" Vano pun memberi tawaran kepada Nia.
"Makasih tawarannya bang" Nia pun mengucap terimakasih "Oh iya bang, nanti aku ulang tahun, datang yah, acaranya jam 3 mulainya dan mungkin selesai jam 7" Nia pun mengundang seorang laki laki remaja didepannya itu. Nia mengundang nya karena Nia yakin pria itu orang baik, apalagi sepupu sahabatnya.
__ADS_1
"Oke" Vano pun menerimanya "Mau kekelas atau perpustakaan" Vano pun bertanya.
"Ke kelas aja deh, tadi cuman mau ngambil buku itu, soalnya kocak" Nia pun memberi alasannya mengapa ingin keperpustakaan.
"Yaudah bareng aja yuk" Ajak laki laki remaja itu.
"Gak jadi kedalam?" Tanya gadis itu heran.
"Nggak" Jawab laki laki remaja itu.
Dan mereka pun berjalan menuju kearah 8-2 sambil tertawa tertawa entah apa yang dibicarakan.
"Hahahahhahahahahaaaaa bang Vanooo" Teriakan para kaum hawa yang ada dikelas 8-2 kecuali sepupunya itu.
"Idih alay banget" Teriak Risa ke para kaum hawa yang lain.
Devano itu orang yang sangat pintar dan ganteng dikelas 9, cuman dia agak pemalu namun ramah makanya cewe cewe di sekolahan pada baperan.
"Haiiii" Sapa nya dengan ramah "Gua pergi dulu yah Nia" Laki- laki itupun permisi dan mengusap kepala gadis itu.
"Ihhhhh apaaan siihhhh kok diaaaa" Teriak para kaum hawa yang centil.
"Sonia sianipar/sonia anipar"
like dan komen juga follow nanti difolback dah
__ADS_1
^NION^