
Hati Nia sangat sedih namun wajah selalu tersenyum. Pasti kalian tahu rasanya bagaimana.
"Nia, lo yakin akan tetap baik baik aja" Putri seorang sahabatnya itu bertanya.
"Yakinlah, kenapa harus sedih" Jawab seoeang gadis remaja itu dengan tipu muslihat nya.
"Dah Nia, gak usah bohong deh gua tau kok kalau hati lo itu bagai ditusuk duri jadi kalau mau nangis, nangis aja" Risa pun berusaha menenangkan sahabatnya itu.
Namun tanpa disadari ada seorang yang memperhatikannya didepannya berdiri
"Dah gak usah sok sedih, dah nyurik juga, gak usah munafik, siap siap aja malu" Kata seorang gadis licik itu kepada Nia
"Maksud loh apa sih?" tanya Putri dengan kesal.
"Putri, udah gak usah dilayani, aku mau keluar nyari udara segar, kalian sini aja" Pinta Nia pada kedua sahabatnya.
"Idih, ada yang sok stres hahaha" Tawa cewek licik itu.
"Dasar gilak" Teriak Nia pada gadis licik itu dan bergegas pergi.
Sekarang tujuan Nia perpustakaan atau taman karena hanya kedua tempat itu yang agak sepi dan tentram, namun pada perjalanan "Ihhh ini kan yang namanya Nia anak kelas 8-2, yang nyurik kotak pensil Lita"
Teriak kumpulan satu geng..
"sabar Nia sabar" Nia mengelus dadanya.
Nia pun masuk keperpustakaan namun dia jadi badmood dan sangat malas ketika melihat kumpulan geng yaitu kumpulan pacar Dion, juga Dion entah sejak kapan disini.
"Hmmm kayaknya aku harus pergi, dari pada harus berurusan sama cabe cabean alias mulut ember" Kata Nia dalam hatinya.
Namun pada saat berbalik dan
"Brukk" Kaki Nia keseleok karena jegalan seorang cewek dan seorang cewek itu ternyata satu geng pacar Dion.
"Ops maaf, perlu dibantu gak, tapi gue lupa bawa location, jadi nanti gak bisa bersihin tangan gue deh dan parahnya kalau ketularan mencuri gimana, gak mau bantu deh" Jawab gadis licik itu.
"Hahahahaha gadis pencuri jatuh" Teriak pacar Dion.
Melihatnya Dion hanya diam, Nia merasa malu dan pergi walau kakinya sakit.
"Aduh sakit banget ahhh" Bisik Nia dalam hatinya. Dan nia pun pergi ke UKS.
"Eh Nia..kamu kenapa dek?" Tanya Bang Vano pada gadis mungil itu.
__ADS_1
"Cuman keseleok doang bang" Jawab Nia dengan senyuman.
"Makanya jangan suka karate anak orang" Tawa bang Vano dan mengusap kepalanya.
"Ihh bang Vano kebiasaan deh" Kesal Nia dan tertawa.
"Soalnya rambutnya gemes" Jawab Vano
"Hm" Jawab Nia "Yaudah sembuhkan kakinya dong" Pinta gadis itu pada anak laki laki itu yang ada didepannya.
"Diam yah" Vano memegang kakinya "Krekkk, kreekk" Suara kaki Nia yang sedang diputar.
"Oh my god, sakit banget bang" Teriaknya namun tidak terlalu kencang.
"Dah sembuh kok" Jawab laki laki itu tersenyum.
"Ah masak sih" Jawab Nia dan berdiri dengan pelan pelan "Iya gak sakit lagi" Jawab Nia dengan heran, "Makasih yah bang" Ucap Nia tersenyum.
"Sama sama" Jawab Vano "Emangnya kenapa bisa keseleok sih?" Tanya Vano
"Ada masalah deh" Jawab Nia merahasiakan.
"Ohh, kamu ada masalah, yaudah ikut abang aja untuk menghilangkan masalahnya" Pinta laki laki itu.
"Udah tenang aja, nanti aku permisikan, yang masuk guru agamakan?" Tanya laki laki itu.
"Hm" Gadis itu mengangguk angguk.
Mereka pun pergi ketaman sekolahnya
"Haa, ngapain kesini bang?" Tanya Nia.
"Temani abang untuk mengamati semuanya" Pinta bang Vano
"Katanya mau hilangkan masalah" Jawab Nia
"Kan kalau dekat gue kan lo jadi tidak bermasalah" Hombal laki laki itu.
"Widih jago gombal" Senyum Nia
"Tuh kan kamu aja dah tertawa" Tunjuk bang Vano
"Iua deh" Jawab Nia sambil tertawa
__ADS_1
"Sekarang kamu tulis orang yang buat kamu kesal di pohon itu dan berdoa kepada tuhan agar masalah mu cepat selesai" Pinta bang Vano ke Nia.
"Eangnya ada faedah nya?" Tanya Nia
"Hm, ada yaitu agar masalah mu kau letakkan dipohon ini bukan dihatimu mu lagi" Sambil memegang dadanya bang Vano sendiri.
"Makasih yah bang sarannya" Nia memberi senyuman yang hangat pada bang Vano, yang akan membuat orang akan jatuh cinta padanya.
"Yah ampun, kamu manis banget kalau senyum" Batin laki laki itu.
setelah gadis itu mengukir nama yang dia benci bang Vano mengajaknya langsung keliling taman hingga akhirnya bel.
"Yaudah kekelas mu bareng aja yah" Ajak Vano
"Hmm" Nia pun mengikutinya, berjalan bersebelahan.
dan sesampai kelas nya Nia, seperti biasa kaum hawa akan teriak "Bang vanooo" Namun bang Vano tidak memperdulikannya.
"Makasih yah bang Van, hari ini aku cukup bahagia" Kata Nia pada bang Vano.
"Hm selama aku bisa merusaki rambutmu" Tawa bang vano dengan jail.
"Vanooo" teriak Lita "Lo Vano kan?" Pasti kan Lita dengan senyum bangga.
"Lita?" Dengan wajah biasa aja, Vano bertanya.
"Iya, lo ngapain sama cewek pencuri?" Tanyaknya pada Vano.
Nia yang dikatakan seperti itu hanya menunduk.
"Apaan sih, gue kenal Nia, dia orangnya baik, berbeda dengan lo" Vano membela Nia.
"Makasih pujiannya bang" Jawab Nia.
Lita hanya mendengus kesal dan pergi.
"Gue tau kalau hati lo itu baik" Kata Vano sambil mengelus kepalanya, kini Nia tidak melawan dia hanya menatap Vano dan berkata...
"Aku senang berjumpa sama mu bang, kau orang yang baik, bahkan lebih mengenalku padahal baru dekat berbeda dengan salah satu sahabat ku" Nia agak menyindir Dion
"Yaudah yang penting hatinya dah legah, abang pigi dulu ya, dah" Pamit Vano ke gadis remaja imut itu.
#NION JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT#
__ADS_1