
Hmmmmmmm, hari ini adalah hari yang harus dilewati Nia dengan hati yang bimbang, bimbang karena apa? apalagi kalau bukan karena tentang masalah yang ada disekolahnya itu.
"Hmmm, hari ini aku harus berangkat sekolah" Natin Nia dalam hatinya "Mah pah, Nia berangkat sekolah yah" Pamit Nia pada orang tuanya.
"Tinnnnnn tinnnnnnn" Suara clacson sepeda motor "Nia berangkat bareng yuk" Ajak seorang laki laki yang Nia kenal suaranya.
"Itu kayaknya suara bang Vano deh" Tebak Nia dalam hatinya, bergegas keluar "Ehh bang Vano" Sapa Nia
"Berangkat bareng yuk" Ajak laki laki itu
"Oke" Jwab gadis remaja imut itu.
DIPERJALANAN
"Nia, lo biasanya, pigi sekolah naik apa?" Tanyak seorang laki laki remaja yang sedang mengendarai sepeda motornya itu.
"Dulunya naik sepeda sama Dion, setelah musuhan yah jalan deh, kalau naik motor dilarang papa, dan kalau naik sepeda, gak punya hahahaha" Tawa Nia diakhir keterangannya.
"Jadi loh gak capek?" Tanya laki laki remaja itu.
"Dah biasa bang" Jawab gadis itu.
Bang Vano melirik wajah gadis yang sedang dibawaknya itu dari kaca spion "Tuh wajah kok cemberut sih?" Tanyak laki laki remaja itu, "Bentar lagi mau nyampek kekerajaan kita hahahahha" Sela percakapannya laki laki itu tertawa.
"Hahahahah kerajaan apa sih" Tawa Nia dengan kencang.
"Kamu belum tenang yah, padahal semalam dah abang buat ketenangan" Prihatin Vano ke Nia.
"Dah kok bang" Jawab gadis itu dengan setengah berbohong.
"Coba lo diri dan teriak diatas sepeda motor abang dengan kata aaaaaaaaa" Pinta bang Vano pada Nia
"untuk apa yah?" Tanya Nia heran.
__ADS_1
"Coba ajah deh pasti semuanya berubah masalahnya" Pinta bang Vano.
Nia melakukan seperti yang dikatakan Vano "Aaaaaaaaaaaaaaa" Teriaknya "Seru banget bang" Teriaknya pada pria bernama Vano. "Hahahahahahahhaha" Tawa Nia dan duduk kembali seperti semula.
"Dah fress?" Tanya bang Vano dan melirik wajahnya dari kaca spion.
"Dah bang, makasih yah" Jawab Nia dengan wajah tersenyum.
"Baguslah" Jawab Vano
SESAMPAI SEKOLAH
"Pokoknya gak boleh lagi sedih, tetap senyum, namanya kehidupan, ada seru ada tidak itulah kehidupan" Bang Vano mengingatkan gadis remaja yang didekatnya itu.
"Makasih yah bang, dah ngingatin aku" Kata gadis remaja itu.
sesampai dikelas
"Kamu baik baik yah Nia sayang" Vano mengucapkan sayangnya seperti tidak merasa bersalah, "Dah gak usah sedih sedih, santai aja ah nanti kita pulang bareng yah" Mengusap kepala gadis remaja yang didepan nya itu dengan gemas.
"............." Sedangkan Nia bingung kenapa laki laki remaja yang dekat beberapa hari ini tiba tiba berubah, tiba tiba menjadi so sweet pada dirinya.
"Dah, kamu baik baik yah" Vano pun pergi, meninggalkan gadis itu dengan penuh tanya.
"Iya yah ternyata dia cepat baperan sayang" Tanpa disadari Nia, pacarnya Dion ada disana.
"Eh Nia lo pacaran sama sepupu gue" Tanya Risa
"Selamat yah Nia, gue senang sepupu gua pacarannya sama lo, gak sama orang yang salah" Menatap seorang gadis yang sedang menampakkan wajah iblisnya.
__ADS_1
"Yaelah, senang banget sih loh Putri sama Risa ngelihat sepupu lo pacaran sama pencuri" Dion mengatakannya dengan muka yang menantang "Apalagi dia cepat baperan" Fitnahnya lagih
"Eh Dion..., lo yah gak tau diri banget" Teriak Putri.
"Udahhhh, gak usa dilawan" Nia pun meletakan tas nya dan duduk disampingnya Dion.
"Ehhhh lo pergi dari duduknya ayang Dion gue" Teriak gadis mentel itu.
"Sekarang aku tanya sama kau, apa lagi masalah ku sama mu?" Tanya gadis yang Penuh fitnahan orang orang.
"Ahhhhhh" Desis Nia, tiba tiba ada yang narik Nia dengan kasar.
"Maksud lo apa dekat dekat sama Vano?" Tanya seorang cewek "Dasar cewek ganjen" Jeda nya. "Murahan yah lo" Teriak cewek itu. Entah siapa namanya, tiba tiba saja dia melabrak Nia.
"......." Nia hanya diam.
"Murahan banget tuh" Teriak pacarnya Dion.
"Heh, lo jangan sesukanya yah" Teriak Putri.
"Woii, kalau sesama cewek bisa gak, gak usah gitu amat, gue temannya laki laki, dia gak genit kok" Bela Dion
"Udahhhhhhhhhh" Teriak Nia "Kalau kau mau marah nanti sama cowok mu langsung" Marah Nia dengan kesal "Dan kau Dion, gak usah bela aku, kalau kau masih dendam" Nia melihat kearah Dion dan duduk.
"Ehh cewek resek, lo udah dibantu bukannya makasih malah marah marah sama ayang beb gue" Teriak gadis mentel itu.
"Udah deh Cika, lo juga mending keluar dari kelas" Teriak Dion pada pacarnya, dengan wajah kesal pacarnya pun pergi.
"Apaan sih Dion sok sokan bela cewek ganjen itu" Teriak Lita
"Ehh Lita, lo diam yah" Teriak Putri dan Risa dengan kompak.
"Idih sok kompak" Teriak Lita dengan jijik.
Nia hanya diam, padahal biasanya dia selalu tertawa jika melihat sahabat sahabat nya itu ngomong sok kompak, namun kini seperti banyak beban yang dipundaknya "Yah tuhan kenapa harus banyak masalah yang engkau beri kepada ku, belum selesai yang satu udah datang seribu masalah yang belum kutahu harus bagaimana menghadapinya" Batin Nia dalam hatinya, air matanya ingin menetes namun dia malu ingin mengeluarkannya, karena baginya hanya orang lemah yang mengeluarkan air matanya didepan orang orang.
"Jangan lupa like dan comment yah guys"
__ADS_1