
ISTIRAHAT
Semua murid istirahat, pergi kekantin untuk membeli apa yang diinginkan agar perut dapat diisi, namun ketika ketiga sahabat ingin pergi menuju kantin, tiba tiba saja ada cowok yang menghalang langkah mereka.
"Niaaaa" Teriak cowok yang suaranya kedengaran sedang sesak karena capek berlari.
Nia yang merasa namanya dipanggil, melirik kearah sumber suaranya, yah dan ternyata dia mengenal sosok cowok yang ada depannya, cowok yang ganteng, putih, mancung, alis tebal, mempunyai lesung pipi dan mata coklat, bibir merah.
"Eh kak Vano, ada apa kak" Sapa Nia dengan sangat ramah padahal dia masih kesal dengan kejadian yang semalam, gara gara dia, Nia kena labrak sama kakak kelas dan gara gara dia juga Lita jadi jahat sama Nia.
"Lo gak papa kan?, soalnya semalam gua denger lo di marahin sama Karina" Vano melihat dari ujung kaki sampai ujung rambutnya, namun ternyata tidak ada yang lecet dari nya, sedikit pun itu.
__ADS_1
"Santai aja kale Van, lo kagak tau apa, kalau nih orang terkenal gara gara apa?" Putri membangga bangga kan sahabatnya itu dengan kata katanya.
Yah memang, Nia terkenal karena kejagoan dia karate, semua musuh musuh yang ada disekolah ini dilawannya.
"Ohh iya, bang Van, aku mau minta tolong" Nia memelankan suaranya dan membuat nada untuk meminta sesuatu.
"Emangnya ada apa Nia? kok kayaknya serius amat?" Tanya Vano dengan nada herannya pada gadis yang dekat padanya itu.
"Bang Vano mau nggak sebagai pacar pura pura aku?" Ucapan Nia sangat memelan dan penuh harapan bahwa akan dijawab dengan kata "Iya".
"Yaelah Van, lo gimana sih, terima aja kali, coba lo pikir!!, kalau misalnya lo ada yang dekatin, lo bawa aja Nia, biar semua takut" Merasa bosan Putri pun langsung to the point.
"Malah gua mikir sebaliknya, kalau dia pura pura sama gua, nanti anak kelas 9, bisa bisa labrak dia lagi" Jawab Vano dengan nada sedikit perhatian.
"Ah bodo, itu masalah terakhir" Jawab Nia dengan nada frustasi.
__ADS_1
"Emangnya untuk apaan sih" Tanya Vano dengan penuh selidik seperti detektif.
"Jadi aku mau balas dendam, jadi dianya suka sama kk, yah aku pura pura pacaran sama kakak aja lah" Jawab Nia dengan kesal mengingat semua kejadian yang dilakukan mereka bertiga.
"Yaudah deh" Jawab Vano dengan pasrah.
"Bang Vano serius?" Dengan senang Nia langsung memeluk laki laki yang ada dihadapannya dan tanpa di sadari Dion ada tepat dibelakangnya Vano.
Yah pastinya Nia langsung memulai adegan yang pura pura, untuk membalas kekejihan yang dilakukan Cika, Dion, dan Lita.
"Makasih yah sayang, suer aku gak nyangka, kamu ngajak aku nanti pulang sekolah belajar bareng, aku senag banget soalnya tugas ku itu lagi banyak" Nia pun memulai sandiwara nya dengan cara itu, dan pas pula mereka lagi banyak tugas dan Vano orang yang terpintar, jadi ide Nia mengatakan seperti itu adalah hal yang tepat.
"Eh kok langsung ngatakan sayang?, apa ada orang nya disini, orang yang didendam kan Nia yah?" Vano bertanya dalam hatinya, untung aja hanya dalam hati, kalau sempat Vano langsung mengatakannya, bisa gagal rencana Nia.
"SAMPAI SINI DULU YAH GUYS"
__ADS_1