Nion

Nion
#KETUJUH BELAS# #NION#


__ADS_3

Nia mendengarnya menjadi terharu dan memeluk papa dan mamanya. Begitu juga papa dan mama Nia yang balik membalas pelukan anak tunggalnya yang imut itu.


"Makasih yah pa, mah dah beri aku selalu kasih sayang" Ucap Nia yang semakin mengeratkan pelukannya.


Begitu juga papa Nia yang semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus elus punggung anak gadis nya itu.


Setelah lama saling berpelukan akhirnya sekeluarga itu melepaskan pelukannya perlahan lahan. Mama Nia memperintahkan Nia untuk mandi dan langsung belajar baru tidur.


Nia segera bergegas mandi, setelah selesai, Nia bergegas untuk menyiapkan seragam sekolahnya besok pagi, Nia menyemir sepatu nya untuk besok kesekolah, agar besok pagi Nia nggak ribet lagi. Nia telah menyelesaikan semuanya Nia pun langsung menyiapkan roster pelajaran nya besok, dan ternyata ada pelajaran ipa


"Aduh ada ipa aku lupa nanyak PR lagi" Ucap Nia yang kebingungan hingga berbicara sendiri. Nia pun berinisiatif untuk buka buka buku nya saiapa tau Nia mengingat nya, setelah lama membuka buka bukunya dan mencoba mengingat nya, Nia pun akhirnya mengingat, kalau mereka kemarin ngerjain hal 43, Nia pun membuka dan membaca soalnya dan ternyata soal nya tentang fisika tentunya gampang dan akhirnya Nia menyelesaikan nya semuanya, Nia pun membereskan buku buku nya dan beranjak dari tempat belajar nya menuju tempat tidur dan Nia pun tertidur pulas.


Pagi pun tiba. Nia bangun telat 5 menit tapi Nia tidak terlalu mengkhawatirkan nya karena semalam sudah menyiapkan semuanya. Nia bergegas mandi, dan setelah mandi fan memakai seragam, Nia langsung sarapan setelah itu berangkat seperti biasa Dion selalu menunggunya.


Sesampai dijalan Dion pun berkata


"Nia hari minggu kerumah gue lagi napa"


"Maaf Ion aku nggak bisa janji ya, kalau bisa akan ku usahakan datang" Jawab Nia yang tak mau memberi harapan palsu.


Dion pun mengangguk angguk mengerti


"Okay" Jawabnya dengan singkat.


"By the way, maksih yah dah mau nebengin aku" Nia merasa bahagia yang telah ditebengi.


"Apa sih yang nggak sama mu?, semuanya akan ku beri" Rayu Dion yang membuat perut Nia jadi mual dan merasa geli.


"Dasar tukang gombal" Komentar Nia pada Dion.


"Hahaha" Dion malah tertawa.

__ADS_1


Entah kenapa tiba tiba Dion membawa sepedanya dengan makin cepat.


"Pegangan Nia kita mau balap" Ucap pria itu.


Nia pun langsung memegang bahunya dengan kuat karena agak sedikit takut.


"Ih ion aku takut nanti aku jatuh" ucap Nia yang merasa takut.


Dion langsung mendengarkan perkataan gadis itu dan memelankan dayungan sepedanya dan akhirnya mereka berdua sampai di sekolah.


"Maksih ya Ion" Ucap Nia pada Dion.


"Cuman bilang maksih doang?" Tanya Dion yang membuat kening Nia berkerut mendengarnya.


"Terus?" Tanya Nia bingung.


Dion menyodorkan pipinya ke arah Nia


"Ini nggak?" tanya nya yang sukses membuat Nia menjadi judes. Padahal Nia udah judes malah makin judes.


Dion pun tertawa menatapnya.


"Judes dan cerewet itulah Nia" Ledek Dion.


Nia mendengarnya hanya merasa geram dan geli dan malu malu juga, Nia tau apa maksudnya Dion menyodorkan pipinya itu.


Nia langsung bergegas masuk ke kelas, tiba tiba saja Dion menarik tangan gadis itu.


"Nia lo mau nggak ngajarin aku karate?" Ucap Dion menatap Nia.


Nia mendengarnya pun tersenyum.

__ADS_1


"Sebenarnya belajar karate itu gampang, hanya menggunakan kepercayaan diri.Dulu aku kelas 1 smp belajar karate hanya sebentar karena aku nggak tahan pulang lama lama aku kalau tidur harus lama" Ucap Nia diakhir kata dengan tawa.


Dion pun tersenyum


"Lo mah, enak bilang percaya diri tapi nanti saat gue udah menghadap Jason, entah kenapa gue langsung gemetaran"


Gadis itu pun menepuk nepuk bahu pria cupu bernama Dion itu.


"Santai ada aku" Ucapnya yang menenangkan Dion.


Mereka pun langsung bergegas masuk ke kelas.


Yah begitulah hubungan mereka sekarang makin dekat, sekarang Dion yang makin lama makin keren dan makin banyak orang yang menyukainya, tapi dia tidak mau memilih dari antara mereka yang mendewa dewa kan Dion.


 


Bel istirahat berbunyi


 


Entah kenapa Dion berteriak sendiri, seperti nggak biasanya.


"Hore" Teriak Dion.


Para siswa hanya melihat nya dengan ekspresi heran, sedangkan Dion yang dilihatin terdiam, Nia, Putri dan Risa pun menertawakan pria yang dulunya cupu.


"Hahaha" Tawa Mereka bertiga dengan serentak.


Dion pun menggarut garut kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Biasanya pria itu taku jika bel istirahat, tapi saat ini, Dion seperti tidak sadar kalau ini istirahat, dimana pria itu harus menghadapi orang orang yang sok jagoan.


Jason, christian dan Andre betul masuk ke kelas dan meminta setoran, Nia hanya memperhatikan geng yang sok jagoan itu, mereka pun mendekat pada Dion.

__ADS_1


"Mana setoran mu?" Tanya Jason kepada Dion.


#sampai sini aja dulu ya maaf kolo nggak nyambung jangan lupa like dan coment#


__ADS_2