
"Kalau nggak mau kenapa?" Kini Dion menantang mereka, baru pertama kali Dion menantangnya, padahal sudah lama dia di kompasin. Emang betul yah, jadi cupu itu gak enak.
Andre dan Tian langsung bergegas untuk memegang tangan Dion, sedangkan Jason saat ingin menumbuk pipi nya, Nia melihatnya bergegas mengahalangi nya dan yang terjadi adalah pipi Nia yang mulus itu lah jadi sasarannya. Nia merasakan suatu templokan dipipinya Nia, yang begitu sakit, Nia yang di tonjok hanya memegang pipinya.
"Nia" Teriak Dion.
Jason dan kedua anak buah nya Jason merasa senang dan menang
"Makanya jangan sok jadi pahlawan, yaudah yuk Tian, Andre" Ucap Jason, hingga membuat seorang gadis tomboy itu marah.
Nia mengepalkan kedua tangan nya dan menumbuk meja, semua memperhatikan nya dan Jason yang mendengar suara dentangan meja pun berhenti, Nia dengan sigat menarik tangan anak brandel itu.
"Kau sudah berani memukul ku? seorang Clarinia firasta, dan bukannya minta maaf, malah merasa bahagia, sekarang kau harus rasakan ini" Ucap Nia dengan emosi.
Nia pun menumbuk pipi Jason, sampai bibirnya berdarah, sedangkan kedua anak buah nya yang melihat nya langsung pergi berlari, Jason juga begitu, sambil melap darah nya, memang darahnya tidak terlalu banyak.
Dion langsung memegang tangan Nia yang biram karena memukul meja dan juga pipi nya karena di pukul Jason.
"Ya ampun Nia, tangan lo biram dan pipi lo juga" Ucap Dion khawatir.
Nia yang mendengar tersenyum.
"Nggak kenapa kenapa kok dah biasa" Ucap Nia dengan rileks.
Risa dan putri yang sedari tadi memperhatikan dengan kompak mereka mengatakan.
"Cie ada yang mulai perhatian ini yeah" Ucap kedua sahabatnya Nia.
__ADS_1
"Apaan sih, gue memperhatikan dia karena hati gue merasa bersalah, seharusnya gue yang di gebukin bukan Nia" Ucap Dion merasa bersalah.
"Namanya juga sahabat yah saling membantu dong" Ujar Nia dengan senyuman ikhlas.
Risa meledek Dion lagi lagi.
"Hati ku merasa bersalah atau hatiku merasa ada yang tiba tiba seperti jatuh cinta" Ujar Risa bercanda.
Dion semaki lama semakin kesal.
"Apaan sih, pikiran nya negatif thinking banget dah" Ucap Dion kesal.
Putri ikut ikutan meledek Dion.
"Udah bilang aja, kalau memang iya" Putri ikut ikutan berujar bercanda.
"Ini kayak nya kalian dah gila deh, atau lupa minum obat ya?" Tanya Nia pada kedua sahabatnya itu yang suka meledek.
Dion juga ikut berkata
"Eh dasar gila" Ucap Dion kesal.
Risa dan Putri berkata dengan kompak.
"Gini gini banyak yang suka" Ucap Putri dan Risa yang sepupuan itu.
Nia mendengar mereka hanya tertawa geli dan Dion membuat gayanya pura pura ingin muntah.
__ADS_1
"Uek uek ada plastik nggak mau muntah gua" Ledek Dion.
Mereka pun kelamaan bercanda, hingga akhirnya bel pun berbunyi, semuanya masuk dan giliran les pelajaran ipa dan ternyata buk Saia nggak bisa datang karena ada acara kelurga dan keempatnya sahabat itu pun bermain di kelas yaitu bermain true or there yaitu jujur atau tantangan caranya yah itu, mereka akan ompiang siapa yang berbeda sendiri akan di beri pilihan mau jujur atau tantangan dan mereka pun ompiang.
"Ompiang ala yu gambreng" Dan ternyata yang beda sendiri Dion dan Dion memilih tantangan, dan yang beri tantangan ya Risa karena sebelah kirinya adalah Risa
"Sekarang lo salam orang yang paling lo suka di kelas ini"
Tiba tiba Dion langsung menyalam Nia.
Risa yang melihat nya pun langsung heran
"Kirain gua" Gurau Risa.
Nia hanya berpikir kalau Dion itu menyalam Nya karena dalam kelas tapi kalau diluar kan belum tentu, lagi pula Nia menganggapnya hanya sebagian teman nggak lebih.
Setelah Dion melakukan tantangannya, mereka pun ompiang lagi dan ternyata Nia dan ketiga orang yang menjadi lawan Nia dalam permainan ini menanyakkan pilihannya dan tentu Nia memilih untuk jujur, agar nggak rempong. Dion yang bertanya karena Dion yang ada disebelah kiri Nia.
"Siapa yang kamu suka saat ini?" Tanya Dion yang sedang menatap Nia.
Nia yang ditanya pun jadi teringat dengan Farhan, yaitu orang yang dari dulu Nia sukai tapi Farhan tersebut nggak pernah peka.
"Farhan, orang yang dulu kunanti nantikan" Jawab Nia, yang membuat ketiga sahabat nya itu bingung.
Setelah lama bermain, akhirnya bel pulang pun berbunyi, lalu Putri, Risa dan Dion pulang dan seperti biasa, Nia akan pulang seperti biasa yaitu selalu akan bersama Dion.
#dah dulu ya maaf kalau nggak nyambung jangan lupa like dan coment#
__ADS_1