Nion

Nion
KEENAM #NION#


__ADS_3

Akhirnya mereka sudah sampai di sekolah Nia dan Dion pun turun dari sepeda


"Makasih Ion"


Namun Dion hanya cuek bebek dan terus berjalan. Ngeselin bukan?. Nia pun masuk kekelas dan gadis itu melihat Risa dan Putri sedang ngobrol tentunya hati gadis itu senang melihatnya dan bergabung.


"Boleh gabung nggak?" tanya gadis itu yang membuat Risa dan Putri tersenyum dan kompak berkata.


"Tentunya boleh lo kan kawan kita juga sekarang"


Nia yang mendengarnya senyum bahagia dan mereka pun berbicara tentang SMA.


"Oh iya kalian rencana SMA mana?"


Putri pun bertanya dan Risa menjawab


"Aku tentu SMA 1 biar barengan bersama lo lagi"


Lalu giliran Nia pun untuk berkata


"Iya deh aku juga mau bareng sama kalian berdua"


Lalu Risa pun memeluk mereka berdua


"Hmmm kalian akan ku anggap sahabat ku dan jangan sampai ada yang memisahkan persahabatan kita! janji?"


Nia dan Putri pun menjawab dengan serentak

__ADS_1


"Janji"


Nia merasa senang dan bersyukur telah mempunyai teman yang langsung ingin menjadi sahabat.


"Makasih ya Putri, Risa dah mau jadi sahabat aku, padahal aku aja ngomong nya kasar banget aku kau, sedang kan kalian gaul banget ngomongnya"


Risa pun mengelus rambut sahabat barunya itu. "Tenang aja lama kelamaan kan cara ngomong itu kan, akan berubah".


Mereka pun melepaskan pelukannya tentunya orang tidak heran melihat mereka. Karena di kelas ini udah biasa seperti itu, lagi pula kan cewek sama cewek, hahaha.


Dan akhirnya bel pun berbunyi menandakan masuk dan les pertama prakarya yang tentang kerajinan tangan dan bapak Fajar pun menyuruh murid muridnya untuk bayar 15 ribu per orang untuk membeli alat kerajinan tangan, seperti lem nya, dan bahan lainya, Nia yang lupa membawa uang hanya bisa menunduk merasa takut dan tiba tiba entah kenapa Dion yang biasanya diam kini bertanya


"Mana uang mu"


Nia hanya menunduk dan menggeleng geleng lalu Dion berkata


Nia yang mendengarnya heran dan Dion berkata lagi


"Nih ya biar aku yang bayar kan"


Dan tanpa di sadari Putri dan Risa pun memperhatikan Nia dan Dion, mereka mendengarnya, lalu Risa berkata.


"Tumben baik sama orang, biasanya mah dia cuek bebek sama orang, gua aja yang dah lama deketin dia nggak ada respon"


Lalu Putri membulatkan matanya "Jadi benar Lo nya suka sama Dion?"


Risa pun mengangguk angguk, melihat reaksi nya Risa, Putri menjitak kepala nya.

__ADS_1


"Nengok dia dari apa sih?"


Lalu Risa tersenyum


"Ssst orangnya dah datang tuh"


Nia yang mendengarnya sungguh nggak nyangka mendengarkan perkataan Risa apa lagi Dion itu pendiam, cupu, ngeselin, sungguh tak menyangka namun Dion emang baik karena dia dah mau baik pada Nia, tentunya Nia akan mengucapkan makasih padanya.


"Ion maka-"


Tiba tiba kata kata Nia langsung di potong sama Dion.


"Sstt gua bantuin lo karena gua nggak mau denger bapak itu merepet, pusing kepala gue"


Nia yang mendengarnya merasa lucu, begitu juga Risa dan Putri yang sedari tadi menguping lalu Risa yang merasa cemburu pun bertanya.


"Dion lo kok tumben mau bicara?"


Namun Dion hanya diam dan menggerak kan bahu nya ke atas, Nia melihat Risa seperti merasa kecewa dan Nia merasa sedih melihatnya, Nia pun mengisyaratkan tangan nya.


"Semangat"


Putri yang mengetahui maksudnya pun tersenyum lalu mengelus Risa agar dia tenang dan semangat kembali, emangnya kenapa harus Dion coba yang cupu ini.


#JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR#


^MAAF KOLO ADA YANG NGGAK NYAMBUNG^

__ADS_1


__ADS_2