
Pagi hari yang indah, diawali juga dengan keindahan dungks, berbeda dengan seorang gadis cantik yang mungil dan tomboy, dia bukannya senang malah cemberut.
"Lihat aja tuh anak yah, mentang mentang didiami malah melunjak, awas aja kau yah ku banting disekolah" Amuk Nia pagi hari saat berjalan menuju gerbang.
SESAMPAI DIGERBANG SEKOLAH
"Niaaaaaa" Teriak kedua sahabtnya gadis itu.
"Ehhh, Putri, Risa, tumben agak cepat, biasanya mah aku luan" Ledek Nia kepada kedua sahabatnya.
"Iya, gua aja heran, kayaknya sih, mama gua ngerjain gua" Jawab Risa kesal.
"Haa....., maksudnya dikerjain sama mama mu gimana sih?" Tanyak Nia.
"Iyah Nia, gua kan semalam tidurnya nginap tempat Risa, soalnya mamaku pergi keluar kota, kan kalau di rumah si Vano gak nyaman gua, jadi kerumah Risa, baru kami muter jam alaramnya pukul 06:15, biar agak telat, ehh rupanya kami bangun malah jam 05:00, jadinya gini deh" Jawab Putri dengan kesal mengingat kejadiannya tadi pagi.
"Kami disuruh masak buat bontot, kami juga masakin untuk mu kok, biar kompak" Jawab Risa dengan senyum.
__ADS_1
"Oh iya, Nia kami tadi lihat lo kayak kesal gitu sih" Tanya Putri.
"Iyah, aku mau buat pelajaran sama Lita dan Dion, dan juga cewek sicentil itu" Jawab Nia dengan emosi.
"Emangnya orang itu ngapain lo lagi sih?" tanya Risa dengan heran.
"Kalian ingat gak? gelang yang dipake Lita pada saat dia pertama masuk" Nia bukannya menjawab malah balik bertanya.
"Oh iya gua ingat,emangnga kenapa?" tanya Risa dan Putri dengan kompak.
"Jadi, semalam aku itu memeriksa tas ku mau masukan buku pelajaran, eh aku malah dapat gelangnya ini" Kesal Nia sambil meunjukkan gelang cewek licik itu.
"Terus lo mau kasih pelajaran apa?" Tanya Putri dengan kepo alias kepingin taaooo.
"Nia, gue tau kok kalau lo marah, tapi jangan sampai lo itu jadi bodoh" Nasihat Risa dengan penuh arti.
"Maksud lo gimana sih Risa" Tanya Putri yang sedang mengerutkan keningnya.
"Gue tau maksud mu Put, makasih yah dah ingatin aku" Jawab Nia "Iyah sih, kalau aku langsung ngelabrak dia, dia bakalan ngelak, soalnya senjata kita kurang tajam" Jawab Nia sambil berfikir mengetuk ketuk keningnya dengan jari lentiknya.
"Ohhh, iya sih, dia kan ular kepala dua, jadi gimana ya" Pikir Putri.
__ADS_1
"Yaudah kita sambil jalan aja yuk, nanti ada guru yang lihat" Ajak Putri pada kedua sahabatnya.
Nanti para guru memperhatikan kita, tapi kalau mau ngomong nanti dikelas pelan pelan biar gak ada yang tau selain kita.
**MEREKA PUN BERJALAN BERSAMA**
"Hhmmm kalau aku yan Nia mending lo gak usah berurusan sama dia" Saran Risa.
"Ehh sa, asal lo tau yah, Nia mana mau berurusan sama cewek iblis itu" Jawab Putri ke Risa dengan kesal.
"Idih aku mah ogah, berurusan sama dia, masalah ku masih banyak, dia aja yang gak jelas tiba tiba aneh gitu sama ku, aku tau aku juga anak pindahan tapi jangan sinis gitu dong" Kesal Nia.
"Lo tau dia kesal sama lo gara gara apa?" Tanya Risa.
"Yah enggak lah" Jawab Nia.
"Karena lo dekat sama sepupu gua, dari SD dia suka, abang sepupu gua gak suka lihat dia dekat sama sepupuku yaitu Vano, makanya dia selalu dicueki sama Vano" Risa memberi tahu semuanya.
__ADS_1
(DAN MEREKA PUN NYAMPAI DIKELAS BERSAMA)
#SAMPAI SINI YAH GUYS, THANK YOU#