
Mendengar perkataan Dion, hati Karina merasa emosi.
"Gimana gue gak kesal ngelihat gadis ini, dia udah merebut lo dari gue" Ucap Karina membantah.
"Ya tuh" Ucap Cika si cewek mentel.
"Ngerebut?, dari lo?, emangnya lo miliki gue atau pernah jadi pemilik gue?" Tanya Vano pada Karina. Sedangkan Karina hanya bisa menjawab dengan diam.
"Sekarang gue harap kalian pergi setelah selesai beli pesanan kalian" Ucap Vano dengan nada emosi.
"Ada hak apa lo ngusir kami?" Ucap Lita bertanya dengan nada kesal.
"Dah deh Lita, lo gak usah banyak tingkah, sampe kapan pun gue gak bakalan milih lo, karena orang yang seperti lo itu bukan tipe gue, dari dulu kakak gue larang gue dekat sama lo, ini alasan nya, lo itu posesif, orang kayak lo posesif nya gak pantas sama gue" Ucap Vano kesal tanpa peduli bahwa ucapannya itu sangat menusuk jantung hatinya Lita.
"Apa gue seburuk itu Van?, apa gue gak selyak itu?, oke fine gue menjauh dari kehidupan lo" Ucap Lita dengan tangisan air mata nya yang mengalir deras.
"Van, lo jahat banget sih, gue gak suka yah lo menghina Lita, kalau lo gak suka sama dia bilang baik baik, bukan bikin dia nangis, lo tau kan bikin nangis seorang cewek itu dosa" Ucap Dion membela sepupunya yang bernama Lita.
"Maaf Dion, gue bilang seperti itu ke dia karena gue sayang, gue mau dia sadar sama kehidupannya" Ucap Vano memberikan fakta.
__ADS_1
"Sayang kita pulang aja deh" Ajak Cika si centil.
"Yuk" Ajak Dion.
"Gue ikut" Ucap Karina dan sahabatnya.
Mereka pun pergi, dan kini yang tinggal hanya lah Vano dan Nia.
"Bang Van" Panggil Nia menatap Vano.
"Yah" Ucap Vano yang seketika nada suara yang tadi tinggi dan keras, berubah menjadi suara yang sangat lembut.
"Lo itu tomboy tapi polos yah, mereka dah jahat sama lo, wajar dong gue kasar" Ucap Vano menatap gadis yang ada dihadapan nya dengan gemas.
"Yah gue kan gak siapa siapa" Ucap Nia menatap pria yang ada dihadapannya.
"Karena aku memang telah menganggap kamu itu pa......" Tiba tiba kata kata Vano terhenti karena suara hp Vano berbunyi.
"Hallo?" Ucap Vano memulai percakapan yang ada di telfon.
__ADS_1
"Apa ada rapat UKS dadakan?, gue meluncur yah" Ucap Vano mematikan hp nya.
"Ada apa bang?" Tanya Nia yang menatap Vano sedari tadi.
"Abang ada rapat UKS dadakan" Ucap Vano menjawab ke Nia.
"Ohh, semangat" Ucap Nia dengan membuat tangan nya menandakan semangat kearah Vano.
"Yaudah gue pergi yah, kamu ganti baju gih, bau acem" Tanp lupa elusan kepala yang ada di dapatkan Nia selalu dari Vano.
Vano pun pergi meninggalkan Nia, sedangkan Nia bergegas pergi masuk kerumah nya; setelah Vano tidak terlihat lagi bayangan nya.
"Para teman lo tadi mana?" Tanya ibu Nia yang membawa bungkus bolu yang berisi kira kira 5 kotak.
"Dah pergi" Ucap Nia menatap ibunya.
"Loh?, padahal mereka dah bayar, masa mereka gak bawa kue nya, kan rugi mereka" Ucap ibunya Nia yang bawel
Sedangkan Nia hanya menaikan bahunya menandakan gak tau. Dan gadis bernama Nia itu masuk kekamarnya
__ADS_1