
**ISTIRAHAT**
Bel menandakan istirahat, semua murid murid ingin memberi cacingnya makan yang sedari tadi sudah demo, namun Nia, bukannya kekantin malah tetap belajar, Nia semakin hari semakin giat belajar, karena bentar lagi ujian semester ganjil, dia takut prestasinya menurun, dia ingin membuat prestasinya meningkat, walaupun ingin slalu memiliki prestasi meningkat, Nia tidak pernah menghalalkan segala cara, dia hanya tetap belajar.
"Nia, kami kantin luan yah" Putri dan Risa pamit ke Nia.
"Oh iya, kalian saja, dah" Nia melambai tangannya dan kedua sahabat nya itu pun pergi kekantin.
"Kenapa sibuk banget kelihatannya?" Seorang laki laki bertanya pada Nia, seorang laki laki yang tidak disangka oleh Nia.
"Eh, tumben ngajak ngomong?" Nia bukannya menjawab malah balik bertanya..
"Gue.. merasa bersalah pada mu, karena gue terlalu jahat pada mu, maaf yah Nia" Dion menundukkan kepalanya dan mengingat kejahatannya.
"Yah, kamu memang jahat, tapi kamu nggak sejahat sahabat baru mu itu" Ujar Nia dan teringat tentang apa yang diperbuat Dion, menurut Nia, Dion masih banyak kebaikannya, dan dia tidak bisa tergantikan namanya.
"Jadi kamu mau maafkan aku?" Dion bertanya dengan penuh harapan akan dijawab dengan kata iya.
__ADS_1
"Iya, aku maafin kamu" Dan yang diharapkan muncul dengan pendengarannya.
"Makasih yah Nia, selama ini aku sangat tidak yakin, bahwa kamu akan memaafkan ku" Ujar Dion dengan senang.
"Emangnya kamu gak sama pacarmu?" Tanya Nia, sambil membaca bukunya dan mencoba mengingat nya dan memahaminya.
"Oh iya hampir lupa, gua kan ada janji tadi, yaudah gue pigi dulu yah, da" Dion melambaikan tangannya ke Nia.
"Nia, ada yang nyariin lo, ni suratnya, katanya sih dari Putri sama Risa" Sherly memberi surat kepada Nia tanpa tau siapa pemilik surat sebenarnya.
ISI SURAT
kami dikamar mandi, tapi loe jangan lewat
dari kantin yeah, dari Kedua sahabat lo.
"Yaudah makasih yah" Nia pun membaca
Melihat bacaannya Nia pun langsung menyimpan semua buku pelajaran dan menuju ke arah kamar mandi.
"Yah ampun Putri, Risa, tadi katanya kekantin, ini kenapa tiba tiba kayak gini?" Tanya Nia dalam hati nya.
__ADS_1
Nia pun sampai dikamar mandi, dia menatap semua ruangan, tidak ada orang disitu, Nia tetap mencarinya.
"Putri, Risa, kalian dimana sih, aku datang ni" Nia memandang ruangan itu, tiba tiba suara cewek dari belakang.
"Ohh jadi ini namanya Nia, keren yah lo, merebut Vano dari sahabat gua" Seorang gadis yang melipat kedua tangannya didepan dadanya dan melirik dari atas sampai kebawah tubuh Nia dengan sadis.
"Siapa kalian?, apa maksudmu?" Tanya Nia dengan heran.
"Ehh loe nyari Putri sama Risa kan?, mereka gak kenapa kenapa, karena yang nulis surat itu kami bukan kedua budak mu itu" Ketus seorang gadis yang dikenal Nia, yaitu seorang cewek yang melabraknya kemarin, Karina.
"Mau kalian apa?" Tanya Nia dengan emosi.
"Kalau aku ingin memukulmu sekeras mungkin" Jawab seorang cewek, yaitu sahabat Karina.
"Kalau aku ingin mempermalukannya dengan kamera hp ku" Jawab Karina.
"Kalian pikir segampang itu?" Jawab Nia dengan lantang.
"Maksudmu gimana Karina mempermalukan nya dengan kamera hp mu?" Tanya sahabatnya Karina dengan tersenyum licik, sebenarnya dia tau, apa yang akan dilakukan sahabat liciknya itu, tapi dia berpura pura tidak tau.
"sampai sini dulu guys"
__ADS_1