Nion

Nion
#36# "MAKIN SAKIT"


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Nia untuk membuat sakit hati Dion, Cika dan Lita, mungkin diantara mereka bertiga yang akan sakit itu hanya lah Lita, karena Vano itu senjata untuk Lita.


"Tinnnn, Tinnnn, Niaaaaa" Suara klakson sepeda motor dan teriakan seorang laki laki, yang sangat dikenali oleh Nia.


"Eh bang Vano, kok tiba tiba datang?" Tanya Nia dengan heran dan penuh tanya, karena musuhnya itu kan akan berjumpa disekolah, kenapa harus sampai dirumah?, itulah yang ada dibenak Nia.


"Yaelah, kan lo itu mau bales dendam, dan caranya, gua harus nebengin loe pulang pergi, biar para fans gua benar benar yakin" Vano pun menjelaskannya dengan detail hingga Nia baru sadar siapa Vano, yaitu cowok yang baik, ganteng, pintar, pendiam, dan disukai para gadis gadis kelas 9.


"Iya juga sih, hampir lupa" Jawab Nia dan naik ke atas tempat duduk.


 


**SESAMPAI SEKOLAH**


 


"Eh sayang, nanti kamu, aku antarin pulang" Vano pun pura pura romantis pada Nia, karena ada cewek kelas 9 yang menatap mereka dan setelah mendengar kata kata Vano pada Nia mereka kelihatan jijik pada Nia, tatapan mereka sangat jelas.

__ADS_1


"Tatapannya sinis banget dah, emang nya aku salah apa?" Tanya Nia dengan heran.


Vano yang mendengarnya langsung menarik Nia dan duduk didepan parkiran motor yang tepat disitu ada bangku, dan mereka pun duduk berdua.


"Itu yang gua takuti Nia, lo nanti akan tersakiti, gua aja bingung, apa lagi lo, padahal gak tau apa apa, cuman gara gara satu yang mau dibalas malah beribu yang membalas" Vano menjelaskan keresahaan nya dengan sangat detail hingga Nia paham dan sangat mengerti.


"Iya kok Bang Vano, aku paham tentang masalah itu, aku yakin aku bisa menghadapinnya kok bang" Jawab Nia dengan penuh kepercayaan dan kesemangatan nya untuk balas dendam pada Lita.


Balas dendam memang lah tidak sebaiknya di lakukan, karena itu salah, jika Nia balas dendam maka Nia sama saja seperti Lita, namun dia harus melakukannya agar mereka tau balasannya.


"Semangat terus yah Nia, jangan pernah bersedih, tetap lah tersenyum" Vano pun memegang kedua pipi gadis yang ada dihadapan nya dengan gemas dan memberantakan rambutnya dengan mengelus elus rambutnya.


"Makin imut deh" Goda Vano dan menarik hidungnya lembut.


"Makasih yah bang, dah buat aku senang" Nia merasa bersyukur mempunyai seorang laki laki yang begitu baik padanya.


"Iya, yaudah masuk yuk, biar gue antar yah kekelas mu" Ajak Vano kepada Nia dan memegang tangannya dengan lembut.

__ADS_1


Tentu saja perjalanan mereka dipenuhi gosip dengan para kakak kelas Nia.


"****** aku, kayaknya perang dimulai nih" Batin Nia dengan penuh ketakutan.


Dan mereka berdua pun sampai dikelas nya Nia.


"Baik baik yah sayang, jangan nakal nakal" Vano pun melanjutkan sandiwara nya dan pergi, sebelum pergi Vano tidak lupa mengelus kepalanya dengan lembur dan mencubit pipinya dengan gemes.


"Akhirnya kalian dua jadian" Tiba tiba Putri berbicara dan seakan akan Putri tidak tahu bahwa mereka berdua hanyalah pacar bohongan.


"Iyah nih, kalian berdua cocok tau" Jawab Risa dengan nada menggoda, dan pura pura gak tau juga, seperti yang dilakukan Putri.


"Eh kok lo bisa dekat dekat sama bang Vano?" tanya Cika sicewek mentel yang super duper sok cantik.


"Gara gara sifatnya yang baik" Jawab Putri dengan lantang.


"Cika, lo apaan sih, gak bolehlah gitu" Melihat

__ADS_1


pacarnya yang centil itu, Dion pun langsung menarik nya.


"SAMPAI SINI DULU YAH GUYS"


__ADS_2