Nion

Nion
#KE DUA PULUH# #NION#


__ADS_3

Risa pun mengajak kedua sahabatnya untuk masuk kelas


"Masuk yuk woi udah mau bel nih" Ucap Risa menyadarkan kedua sahabatnya.


Nia dan Putri pun kompak mengatakan


"Ayuk"


Mereka pun masuk, Nia tau, bahwa dirinya akan berursan sama Dion tapi mau bagai mana lagi Nia tidak dapat menghindar Dion, walau persoalanya Nia malu.


Mereka pun masuk ke kelas dan yang Nia katakan tadi benar, bahwa dirinya tidak dapat menghindar dari Dion, Dion sudah di situ duduk, Nia pun duduk dan membelakanginya dan pria itu bertanya


"Nia tadi kok cepat banget perginya?" Tanya Dion yang membuat Nia susah menjawab.


Nia melamakannya untuk menjawab dan tiba tiba saja para murid menyambut seseorang guru yang masuk kekelas sembilan dua.


"Pagi buk" Sapa murid sembilan dua.


buk Anita sudah masuk aku pun merasa lega.


Nia yang mendengarnya hanya memperhatikan ibu itu menerangkan walau Nia tau Dion melihatinya, hanya saja gadis itu pura pura fokus padahal fakta nya, dia nggak bisa fokus pikiran nya melayang layang hingga bel pun berbunyi menandakan istirahat.


Nia mendengarnya langsung menghentakan kaki nya ingin berlari, namun percuma, langkahnya terhenti karena tangan gadis itu di genggam oleh Dion.


"Kamu kenapa sih nia?, aku ada salah apa?" tanya Dion mengerutkan kepalanya.


Nia yang mendengar kata kata Dion tertawa geli.


"Ih ngomongnya aku kamu" Protes Nia.


Tiba tiba saja Risa berkata


"Ada yang mulai suka ni ye" Ledek Risa


Sedangkan Putri bersiul "Piwit"


Dion yang merasa terganggu pun ngomel

__ADS_1


"Kalian bisa nggak sih pergi?" Omel dan kesal Dion.


Risa dan Putri pergi melambaikan tangannya


"Dada" Ucap mereka berdua.


Nia yang merasa takut bahwa Dion akan membicarakan tentang semalam langsung mencari percakapan lain alias mencari topik.


"Hm Ion maaf ya jaketnya lupa bawak" Nia pun mencari percakapan, tapi sepertinya dia salah mencari topik, bukannya bicara yang lain malah Nia nya yang bicara semalam.


Dion mendengar nya tersenyum


"Nggak papa tapi lo tadi kok kayak menjauh?" Tanya Dion bingung.


Nia malah menjadi menggeleng dan gugup "Sisi aappaa yang menghindarr" Kata kata Nia terasa susah diucapakannya.


Dion berkata apa yang dipikirkannya.


"Apa gara gara semalam ya?" Ucapnya tentang yang dipikirannya.


"Iya aku malu" Ucap Nia, seraya malu.


Dion berkata


"Santai aja nggak bakal di bilang ke siapa siapa kok" Ucap Dion.


Nia pun mengangguk angguk. Tiba tiba Dion memberi gadis itu sebuah kotak belanjaan yang berisi jam tangan, dress, hils dan kets, lee, topi dan kaos


Nia yang melihatnya kaget banget


"Untuk apa" Ucap Nia heran.


Dion menjawahnya.


"Ucapan makasih karena dah mau temani aku bermain dan mau melindungi ku juga jadi sahabat ku, aku belinya semalam tapi gara gara kamu buru buru pulang aku pun jadi lupa ngasih nya"


Nia pun menjawabnya.

__ADS_1


"Pantesan banyak banget biayanya" Jawab Nia dengan ketus.


Dion malah tersenyum


"Apa sih yang nggak sama mu?" Gombal pria itu ke gadis itu.


Nia pin memberi kotak itu kepadanya alias menolaknya.


"Dasar boros, nih aku ngak mau, aku jadi sahabat itu tulus Dion, ini malah boros,dah kasih sama cewek lain aja aku nggak mau" Ucap Nia kesal.


Tapi Dion tetap maksa


"Plis dong kapan kapan nggak lagi deh" Ucap Dion memaksa Nia.


Nia pun berkata.


"Nggak, aku nggak mau, makasih" Ucap Nia.


Dion berkata lagi


"Aku kasihnya ikhlas kok" Ucapnya lagi dengan sedikit memaksa.


Nia pun tetap menggeleng dan anehnya Dion mengancam gadis itu.


"Kalau kamu tetap nggak mau, aku akan nggak mau ngomong sama mu lagi dan aku nggak mau antar jemput lagi" Ancam pria itu.


Sedangkan Nia mendengarnya berkata.


"Aku kamu?, terus ngancam dong" Ucap Nia yang mendengar perkataannya.


Dion hanya diam dan Nia berkata


"Yah bodoh amat aku nggak peduli tetap nggak yah nggak" Ucap Nia, Nia yakin bahwa Dion itu hanya bercanda.


Gadis itu pun keluar dan hanya berpikir sendiri. sebenarnya Nia suka dengan benda benda nya bagus bagus lagi, tapi Nia nggak mau di anggap teman apa lah, apalagi sampe repotin gitu dan Nia juga nggak enak hati melihatnya seperti itu Nia merasa bersalah tapi jika Nia ambil Nia akan lebih merasa bersalah lagi mending gadis itu menolaknya, tapi apa mungkin Dion seriusan dengan ucapannya, haduhh gadis itu pun jadi bingung.


#JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN MAAF KALAU NNGAK NYAMBUNG#

__ADS_1


__ADS_2