Nion

Nion
#67#


__ADS_3

Kini Dion dan Nia pun tiba dirumah Nia. Dion pun menghentikan sepedanya untuk Nia turun.


"Makasih yah Ion" Ucap Nia tersenyum manis.


"Sama sama" Ucap Dion menjawab dan membalas senyuman Nia yang sangat manis itu.


"Besok gue kasih tau gue sempat atau nggaknya yah" Ucap Nia memelas.


"Kalau repot besok, gak usah datang, biar gue aja yang datang kerumah lo" Ucap Dion menjelaskan.


"Maksud lo?" Tanya Nia yang bingung mempertanyakan maksud Dion.


"Iya maksud gue, besok kalau lo sibuk biar gue kesini" Lagi lagi Dion menjelaskan maksudnya kepada Nia.


Seketika Nia tersenyum menatap Dion. Banyak makna yang ia pancarkan dalam senyuman. Seketika Dion yang menatap senyuman nya. Entah kenapa hati Dion terasa hangat dan damai melihat senyuman nya. Lama rasa nya ia tak melihat senyuman Nia seindah ini. Kini mata mereka berdua beradu pandang saling menatap.


"Hkm hkm hkm" Tiba tiba ibu Nia berdeham. Entah sejak kapan ibu Nia sudah di situ.


"Eh ibu" Sapa Nia sambil tersenyum senyum merasa canggung.


"Eh tante, apa kabar tante" Dion pun menyapa mama Nia. Dion pun pura pura basa basi.


"Tante sehat kok" Ucap Mirna si ibu Nia tersenyum ramah.


"Aku pamit dulu yah tante, Nia" Ucap Dion sambil berpamitan.


Tiba tiba ibu Nia menatap anaknya sambil tersenyum.


"Hkm hkm, anak ibu ternyata sudah punya teman laki laki" Ucap Mirna tersenyum meledek anak tunggalnya itu.


"Hm dia orang nya baik kok bu" Ucap Nia membela Dion.


"Jadi dia baik, makanya kamu jadikan boy friend?" Ucap ibu Nia tersenyum ke lada putri satu satu nya itu.


Nia yang mendengarkan nya melotot. Mata nya seakan akan ingin keluar saja. Nia menatap ibu nya yang super duper jailnya.


"Ibu, bukan itu maksud Nia, maksud Nia itu dia cuman teman" Ucap Nia menyangkal ke pada ibunya.


"Oh" Ucap Mirna si ibu nya Nia dengan membulatkan bibir nya.


Sebodoh bodoh nya Nia gak tau bahasa inggris, Nia juga tau lah sedikit sedikit arti bahasa ingris juga yah.


"Yaudah kamu mandi dulu sana!, bau acem" Mirna pun memerintahkan anaknya itu untuk mandi.


Karena Nia adalah anak baik, Nia pun segera melaksanakan permintaan nya. Nia langsung kekamar meletakkan tas nya dan mengambil baju nya untuk ia pakai, selang 15 menit Nia pun telah siap ritual dikamar mandi.


Entah apa yang buat Nia tiba tiba diam duduk di meja kamarnya. Seperti lagi sedih.


"Kak Vano, kak jahat banget!" Ucap Nia bergumam.


"Padahal aku udah buat nama kehidupan di hidupku sebagai angin, ternyata itu gak pantas untuk mu kak Van" Kini Nia mulai meneteskan air mata nya, kata kata Vano yang di dalam tenda itu seakan akan terdengar keras berulang ulang. Nia pun melemparkan arahan mata nya kemana mana. Hingga akhirnya Nia menatap sebuah foto, foto yang selalu membuat dia inspirasi. Yaitu sebuah foto polwan. Polwan adalah sebuah cita cita Nia. Menurutnya Polwan itu seorang ibu yang sangat tegas. Polwan bukan hanya mendidik dan membantu sedikit orang melainkan banyak orang. Dia mampu menjadi ibu dalam lalulintas. Nia sangat bercita vita menjadi Polwan. Polwan yang sangat mandiri. Nia awal suka dengan Polwan karena saat ia di seberangkan untuk lewat jalan raya yang begitu ramai.


Awalnya Nia tidak pernah memiliki cita cita, ia hanya berfikir, bahwa kelak dewasa ia akan mempunyai pekerjaan namun bukan cita cita.


"Bodoh, ngapain juga aku menangisi orang yang gak perduli dengan ku!, lebih baik aku belajar, seorang calon Polwan harus bisa tegas!" Ucap Nia dengan semangat dan menghapus air mata nya yang sempat terjatuh dari bola matanya yang sangat indah itu. Nia pun juga mengambil buku buku nya, dan mempelajari hal hal yang tidak dimengerti.


 


••••••


 


"Apa mungkin Nia sedang marah dengan ku?" Ucap Vano bergumam dalam hatinya sendiri itu.


"Tapi gue juga gak bisa berbuat apa Nia, gue gak papa seperti ini, asal lo bahagia, jujur selama ini gue entah kenapa seperti ada rasa untuk lo Nia, gue bingung" Lagi lagi Vano bergumam.


"Huh" Vano pun mengacak acak rambutnya dengan sangat frustasi.


"Yah gue rasa gue harus hilangkan rasa gue dari Nia, gue harus menjaga komitmen gue pada diri gue sendiri. Komitmen yang sudah ku jalani tekun dari awal masuk SMP hingga saat gue mau tamat" Ucap Vano semangat. Ia dari dulu sangat ingin sekolah diluar negeri. Hingga saat kelas 7 SMP dia merubah belajar nya, yang dulu dia hanya rangking 10 kini berubah menjadi rangking 1 bahkan Umum.


Vano pun mulai menggerak gerik kan tangannya untuk menulis sesuatu. Vano pun menceritakan itu pada buku tulis nya. Karena ia saat ini sedang tidak punya siapa siapa.yang harus mendengarkan curhatannya.


Setelah Vano siap menulisnya Vano pun mengambil buku pelajaran nya dan mulai memahami nya. Sebenarnya Vano sudah sangat memahami semuanya, namun dia selalu mengulang ulang nya hingga ia bosan. Ia tersenyum sendiri entah apa yang ia pikirkan. Ia pun selalu memahami semuanya hingga ia yang mulai lelah dan tertidur di meja belajar nya, ini sudah biasa dilakukan oleh Vano.


 


•••••


 


"Menurut lo Put, Vano itu sejahat sekarang" Ucap Risa bertanya pada Putri. Ia merasa tidak yakin dengan semua ucapan Nia tadi.


"Entahlah, susah di percaya, mungkin setiap orang akan berubah sikapnya, jika dah mengenal nama nya Cinta" Ucap Putri berpendapat.


"Tapi gue kayak gak yakin, seperti ada yang janggal di hati gue, gue kenal Vano" Ucap Risa yang terus gak percaya bahwa sepupu nya bernama Vano itu jahat.


"Gue juga sih Ris, tapi percaya sama tuhan, pasti semuanya akan di jelaskan, kita cuman nunggu waktu untuk semua ini" Ucap Putri menenangkan Risa.


"Iya kalau soal itu gue selalu percaya kok" Ucap Risa pada Putri.


"Kita makan yuk Put, lapar tau" Ucap Risa pada Putri.


"Emangnya lo ada makanan?" Tanya Putri pada Risa malas.


"Oh iya ya, pembantu gue malah pulang kampung lagi" Ucap Risa menggerutu.


"Kita makan siomay aja di depan kompleks" Ucap Risa memberi ide. Dan Putri pun menyanggupi permintaan Risa dengan menunduk nunduk kan kepalanya kebawah.


"Ayo jalan" Ucap Risa mengajak. Mereka pun berjalan kedepan kompleks mereka sambil bergurau. Hingga mereka sampai di tempat kang koja. Siomay yang sangat di sukai satu kompleks itu.


"Mang Ja, siomay nya dua ya" Teriak Risa pada tukang siomay itu.


Selang berapa menit akhir nya pesanan mereka pun datang.


"Ini non, non, yang cantik" Ucap mang Koja si tukang siomay itu pada Risa dan Putri.


"Makasih mang yang tampan" Ucap Risa yang memuji pura pura.


"Bukan mang yang tampan" Ucap Kang Koja menyalah kan ucapan Risa.


"Terus yang tampan siapa dong mang?" Tanya Putri pada mang Koja.


"Tapi Kang Koja" Ucap Kang Koja.


"Sama aja kali" Ucap Risa dan Putri serentak.


"Aeaeaeaae, kompik" Ucap kang Koja meledek.


"Kompak!" Ujar Risa dan Putri bareng bareng lagi. Kang Koja pun akhirnya tertawa terbahak bahak.


"Yaudah makan yuk" Ucap Putri mengajak Risa makan. Perut nya sudah terasa gak tahan karena lapar. Hampir 10 menit makanan mereka pun belum saja habis. Mereka asik mengobrol berdua.


"Put, put, Put, itu Raka kan?, dia ngapain?, kok berdua sama cewek?" Risa pun menunjuk kearah Raka, dan Putri pun melihat kearah dimana, Risa menunjukkan arah Raka. Putri menatap Raka dengan kesal. Tangan nya di kepal karena kegeraman nya.


"Kita pulang aja yah Ris, kalau lo lapar pesan dan bungkus aja" Ucap Putri dengan kesal.


"Tunggu yah" Ucap Risa pada Putri.


"Mang, aku dua lagi bungkus ye" Ucap Risa pada Kang Koja. Raka yang mengenali suara itu mengarahkan pandangan nya ke Risa dan Putri. Sedangkan Putri sedari tadi menatapi Raka, hingga akhirnya tatapan mereka beradu pandang. Ingin rasanya Putri selalu begini, tapi karena keadaan sekarang yang memanas, Putri langsung membubarkan pandangannya kearah lain.


"Hai" Sapa Raka. Raka dan perempuan yang ia bawa pun mendekati kearah duduk Risa dan Putri.


Selang berapa menit pesanan mereka pun siap.


"Nih no, non cantik" Ucap kang Koja, dan berharap di balas oleh Risa seperti tadi, namun sebaliknya Risa malah mengabaikan ucapan kang Koja itu.


"Nih mang" Ucap Risa membayar makanan mereka.


"Nggak di bales lagi non?" Tanya kang Koja bercanda. Risa hanya diam.


"Aeeaeeee, suasana menegangkan" Ucap kang Koja dan pergi meninggalkan mereka


Raka dan gadis yang ia bawa pun sudah tepat didepan Risa dan Putri.


"Hai" Sapa Raka lagi dengan ramah. Namun Risa dan Putri hanya menatap Raka dan gadis disamping Raka itu dengan tatapan penuh benci.


"Ris kita pergi yuk, dah siapkan siomaynya?" Tanya Putri yang mengabaikan sapaan nya Raka.


"Udah kok, yok, gerah banget disini!" Ucap Risa pada Putri. Risa pun juga ikut mengabaikan sapaan Raka. Raka yang memperhatikan mereka hanya heran, begitu juga gadis yang disampingnya.


"Ka, mereka kenapa?, lo kenal mereka mereka gak kenal lo?" Gadis yang disamping Raka itu pun bertanya.


"Kayaknya Putri salah paham Ci" Ucap Raka pada Gadis disampingnya.


"Maksud nya mereka itu salah paham sama Cici?, mereka kira Cici pacar kamu?" Tanya Cici pada Raka. Yah nama gadis disamping Raka itu ternyata Cici.


"Hmm lo benar" Ucap Raka yang masih menatap punggung Risa dan Putri yang berjalan hingga menjauh dari jarak mereka.


"Kan kita cuman sepupu, yah gak mungkin lah, dia pacar Raka?" Tanya Cici lagi lagi pada Raka.


"Bukan!, tapi gue agi PDKT sama dia" Ucap Raka menjawab pada Risa.


"Maaf yah Ka, gara gara gue lo jadi gini" Ucap Cici minta maaf, karena dia yang merasa bersalah.


"Lo gak salah kok" Ucap Raka pada Cici. Mereka pun mulai memesan.


 


••••••


 


"Gue kesal, kesal" Ucap Putri menggerutu sambil berjalan ke arah rumah Risa. Sedangkan Risa mulai merasa bingung dengan keadaan Putri.


"Kenapa sih Raka itu brengsek!" Ucap Putri lagi lagi menggerutu.


"Put lo jangan marah marah di jalan, di rumah aja yah, lo mau marah sepuasnya dirumah gue gak papa kok" Ucap Risa menyarankan Putri.


Mereka pun berjalan kerumah Risa dengan diam alias suasana hening diantar mereka berdua. Risa ingin menghibur Putri, tapi dia susah untuk menghibur Putri, bahkan Risa pun gak tau cara menghibur Putri.


Setelah selang beberapa menit mereka pun sampai dirumah Risa. Putri langsung masuk dan nangis.


"Apa gini yah, yang di bilang patah hati?" Ucap Putri bertanya.


"Apa ini yang sedang dirasakan Nia saat ini?" Lagi lagi Putri bertanya.


"Apa ini yang di sebut sakit nya PHP?, Kalau gitu seharusnya gue lebih baik gak susah kenal dia, kalau dia cuman angin yang berlaku memberi kenikmatan sementara untuk apa?" Tanya Putri lagi lagi dengan emosi. Suara nya yang begitu besar karena amarahnya, untung saja rumah Risa ada pengedap suara.


"Put, lo itu jangan langsung nangis!" Ucap Risa menenangkan sepupu sekaligus sahabat nya itu.


"Lo bilang jangan langsung nangis?, lo gak di posisi gue Ris" Ucap Putri kesal pada Risa.


"Iya, gue gak di posisi lo, lo juga gak pernah ada kan di posisi gue, saat gue suka sama Dion, dan Nia yang baru saja datang bisa akrab sama Dion, lo juga gak pernah rasain seperti itu kan?" Kini Risa pun mengeluarkan semuanya yang ia simpan selama ini dihatinya.


"Lo sebenarnya benar benar suka sama Dion?" Tanya Putri terpaku. Betapa kejut nya Putri mendengar rasa sakit yang di tahan tahan oleh Risa selama ini. Putri sangat tidak menyangka denga semua ini. Dia hanya memikirkan kesibukan nya. Dia saja yang salah paham sama Raka ke Nia aja langsung menjauh dari Nia, tapi Risa malah mempertahankan persahabatan mereka.


"Maaf Ris, gue dah egois" Ucap Putri terdiam dan menghapus air matanya dengan gusar.


"Gak seharusnya gue mikirin perasaan gue" Ucap Putri yang merasa bersalah pada perasaan Risa.


"Lo gak salah, Nia juga gak salah, hati gue saja yang gak tau tempat untuk jatuh, hati ku jatuh tempat orang yang gak mau menangkapnya, jadi saat jatuh ia langsung kebawah jadi sakit deh, maka itu gue suruh lo jangan *****, bangkit jangan jangan nangis lavi yah" Risa pun membuat inspirasi pada Putri. Putri pun Tersenyum dengan sangat sangat manis.


"Makasih banyak yah" Ucap Putri tersenyum. Mereka pun berpelukan.


 


•••••••


 


"Gue suka sama Nia, gue juga senang dengar Nia putus dari Vano, tapi hati ku jiga tertusuk lihat orang yang gue sayangi mengeluarkan air berliannya" Ucap Dion sendiri dikamarnya. Dion hanya memikirkan Nia, Nia, Nia dan Nia lagi. Dia bingung harus bagaimana. Di satu sisi senang disatu sisi lagi dia sedih.


"Hai Dion" Sapa Lita pada Dion.


"Eh, lo ngapain sini?" Tanya Dion pada Lita.


"Lo jangan sedihin Dion, seharusnya kalau Nia sedih lo itu menghibur dia, bukan malah ikut sedih" Ucap Lita menasehati Dion sepupunya itu. Ucapan Lita itu sangat bijak bagi Dion.


"Tumben lo pintar" Ucap Dion tersenyum meledek sepupunya itu. Sedangkan sepupunya itu hanya membolak balikan matanya dengan malas.


"Lo masih suka sama Vano kan?" Tanya Dion pada Lita. Lita pun diam, sepertinya dia malas menceritakan malas bercerita tentang Vano.


"Gak usah diam kali, jawab aja jujur!" Ucap Dion memerintah. Dia memperhatikan Sepupunya yang bernama Lita itu.


"Kalau sebenarnya gue masih suka dlsama Vano, tapi gue bakalan menjauh kok, karena menurut gue, berjuang itu sewajar nya saja, karena terkadang, saat kita berjuang berlebihan dia malah memandang kita hanya dengan sebelah mata nya" Ucap Lita pada Dion, sepupunya itu.


"Tapi masalah nya, Vano sama Nia dah putus" Ucap Dion memberi kabar bahagia yabg di rasa Dion.


"Oh" Ucap Lita dengan wajah datar.


"Lo kok gak bahagia sih?" Ucap Dion heran menatap sepupu nya itu.


"Terus gimana dong?" Tanya Lita heran pada Dion.


"Lo seharusnya bahagia dong, kalau bentar lagi lo akan bersama Vano" Ucap Dion lagi lagi dengan senang.


"Huftt" Lita pun mengeluarkan nafasnya dengan gusar. Sedangkan Dion yang melihat nya heran hanya diam, tidak mengerti kenapa sepupunya itu seperti itu.


"Nia dan Vano lo bilang putus, tapi Vano belum tentu suka sama gue kan, dan apa lagi kalau dia mau pacaran sama gue, gue rasa sih gue cuman pelampiasan aja" Ucap Lita menjawab ke Dion. Dion yang mendengarnya pun hanya diam. Apa yang di ucapkan oleh Lita itu sangat benar bagi nya.


"Bodoh yah gue" Ucap Dion tersenyum sedih ke Lita.


"Kenapa lo bilang diri lo bodoh?" Tanya Lita heran.


"Ia, gue rasa gue bodoh. Gue gak mikir seperti yang lo pikirkan. Yah gue mau buat Nia senang aja deh setidaknya" Ucap Dion mengambil keputusan.


"Lo hibur dia besok!" Ucap Lita pada Dion memerintah.


"Tapi gue bingung, bagaimana cara untuk menghibur nya" Ucap Dion sedikit sedih ke Lita.


"Cewek sih biasanya akan bahagia jika dikasih boneka, bunga, coklat, coba dari anatara itu pilih lalu beri ke Nia" Lita pun memberi tahu fakta tentang kesukaan cewek.


"Dia bakalan nolak, gue sama dia berantem karena itu." Ucap Dion dengan malas mengingat semua yang dulu pernah terjadi.


"Terus dia gak suka barang barang gitu maksud lo?" Tanya Lita pada Dion.


"Dia suka barang barang, tapi jika di beri cuma cuma dia gak bakalan menerimanya, dia bakalan nolak, baginya orang seperti itu orang yang sangat boros" Ucap Dion menjelaskan ke sepupunya itu bernama Lita.


"Berarti lo untu menghibur nya harus buat comedy dong, seperti badut" Ucap Lita memberi saran ke Dion sepupunya itu. Lita pun tertawa membayangkan nya.


"Itu gak ahli gue" Ucap Dion sebal dan kesal melihat sepupunya itu.


"Terus ahli lo apa?" Tanya Lita kesal ke Dion.


Mereka pun diam sejenak. Berpikir apa yang tepat.


"Gue punya ide!" Ucap Lita seketika yang punya ide cemerlang menurut nya.


"Gue lagi gak mood bercanda!" Ucap Dion ketus.


"Siapa juga yang bercanda?, orang aku serius kok" Ucap Lita menjawab ke sepupunya nya itu.


"Apa emangnya ide lo?" Tanya Dion bertanya Lita.


"Ogah, gue malas ngomong sama lo, lo orang nya ketus!" Ucap Lita sok sok marah ke Dion


"Terus gue gimana lagi sih ke lo Lita?" Ucap Dion sedikit menahan sabar nya menghadapi tingkah laku sepupunya yang bernama Lita itu. Yah mereka berdua sangat suka melakukan seperti ini, bercanda bersama, marah bersama, saling ketus ketusan, jutk jutekan. Rasa nya indah melihat mereka seperti itu. Tapi jika mereka jauh, pasti saling cari carian satu sama lain. Udah kayak abang adek aja lah mereka.


Lita mendengar suara Dion yang menahan amarah nya, langsung tersenyum jail.


"Gue mau nya lo itu senyum sambil berkata, Lita yang baik dan cantik, bagi dong ide cemerlang lo" Ucap Lita tersenyum pada Dion. Rasa nya Lita sangat senang melihat sepupunya yang satu itu di jahili.


"Lita yang baik dan cantik, bagi dong ide cemerlang lo" Ucap Dion dengan sedikit malas dan kesal.


"Harus yang bagus dong ucap nya, ucap nya seperti ini dengerin yah" Ucap Lita lagi lagi mengganggu dan menjaili Dion.


"Lita yang baik dan cantik, bagi dong ide cemerlang lo" Ucap Lita mempraktekkan ke Dion dengan suara yang sangat lembut dan seksi menggoda.


"Lita yang baik dan cantik, bagi dong ide cemerlang lo" Ucap Dion lagi lagi dengan jara malas.


"Kurang bagus Dion, harus seperti yang gie buat" Ucap Lita dengan manja.


"Lita yang baik dan cantik, bagi dong ide cemerlang lo" Ucap Lita lagi lagi mempraktekkan seperti yang ia buat dengan suara menggoda nya. Dion pun menatap nya dengan sangat kesal. Sedangkan Lita yang melihat ekspresi Dion semakin tersenyum jail.


"Lita yang baik dan cantik, bagi dong ide cemerlang lo" Kini Dion yang mulai malas pun langsung mengatakan nya seperti yang di lakukan Lita. Lita pun tersenyum puas mendengarnya.


"Oke pas banget" Ucap Lita tertawa puas dan senang.


"Gue punya ide, kalau lo kasih nyanyi aja sama Nia, lo kasih lagu ke Nia" Ucap Lita memberi ide.


"Yaelah, gue kok bodo banget yah satu hari ini, gue gak ada akal sedikit pun untuk kayak gitu" Ucap Dion yang sadar mendengar ucapan sepupunya itu, sungguh tidak terpikirkan oleh nya.


"Baru sadar lo yee" Ucap Lita meledek Dion sepupu nya itu.


"Dion, buat tiga lagu dong, please!" Ucap Lita memelas ke Dion.


"Ogah" Ucap Dion menjawab.


"please" Ucap Lita memelas ke Dion.


"Lo harus bujuk gue dengan lembut!" Suruh Dion ketus ke Lita. Dion pun tersenyum jail ke Lita sepupu nya itu


"Gue kayaknya di kerjain nih" Ucap Lita menyindir Dion. Dion hanya senyum menahan tawa.


"Lo harus bilang gini, Dion yang tampan buat lagu untuk gue sepupu lo yang super duper jelek dan jahat ini" Ucap Dion sambil tersenyum jail ke sepupu nya itu.


"Dion yang tampan buat lagu untuk gue sepupu lo yang super duper jelek dan jahat ini" Ucap Lita dengan Senyuman yang sangat sangat kecut.


"Idih kecut amat non" Rayu Dion pada sepupunya itu.


"Seperti ini, Dion yang tampan buat lagu untuk gue sepupu lo yang super duper jelek dan jahat ini" Ucap Dion dengan sangat menggoda.


"Dion yang tampan buat lagu untuk gue sepupu lo yang super duper jelek dan jahat ini" Kini bukan kecut, malah jadi jutek.


"Ayo, ayo, ayo" Ucap Dion yang sok sok kan ingin membuat Lita semangat.


"Huft" Lita pun mengeluarkan nafasnya dengan sangat gusar ke Dion.


"Dion yang tampan buat lagu untuk gue sepupu lo yang super duper jelek dan jahat ini" Ucap Lita dengan sangat menggoda, Dion yang mendengarnya pun tersenyum senang dan tertawa puas mendengarnya.


"Akhirnya dia menyadari kalau dia jelek dan jahat" Ucap Dion dengan senang dan bahagia.


"Cepat nyanyi atau nggak gue sumpel!" Ucap Lita dengan sangat ketus dan garang. Dion pun tertawa sambil mengambil gitarnya, dia pun mulai bernyanyi berjudul "Kekasih bayangan"


Padamu pemilik


Hati yang tak pernah kumiliki


Yang hadir sebagai


Bagian dari kisah hidupku

__ADS_1


Engkau aku cinta


Dengan segenap rasa di hati


Selalu 'ku mencoba


Menjadi seperti yang engkau minta


Aku tahu engkau sebenarnya tahu


Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu


Kau sembunyikan rasa cintaku


Di balik topeng persahabatanmu yang palsu


Kau jadikan aku kekasih bayangan


Untuk menemani saat kau merasa sepi


Bertahun lamanya kujalani kisah


Cinta sendiri


Mungkin memang benar


Cinta itu tak lagi berharga


Semua percuma


Bila engkau tak punyai harta


Aku tahu engkau sebenarnya tahu


Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu


Kau sembunyikan rasa cintaku


Di balik topeng persahabatanmu yang palsu


Kau jadikan aku kekasih bayangan


Untuk menemani saat kau merasa sepi


Bertahun lamanya kujalani kisah


Cinta sendiri


Cinta sendiri


O-ho ...


Aku tahu engkau sebenarnya tahu


Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu


Kau sembunyikan rasa cintaku


Di balik topeng persahabatanmu yang palsu


Kau jadikan aku kekasih bayangan


Untuk menemani saat kau merasa sepi


Bertahun lamanya kujalani kisah


Cinta sendiri


Cinta sendiri


Suara yang sangat merdu, diiringi dengan suara gitar yang sangat sesuai. Lita pun sungguh sungguh senang mendengarnya. Gak sia sia juga Lita membujuk Dion.


"Udah kan?" Ucap Dion bertanya pada Lita sepupunya itu.


"Ih kan curang, seharusnya kan 3, plis" Ucap Lita memaksa ke Dion.


"Gue kan gak ada bilang 3, cuman nyuruh lo bilang seperti yang gie bilang" Ucap Dion dengan sangat sangat menyebalkan bagi Lita.


Lita hanya menggerutu kesal aangat sangat kesal nya.


"Yaudah gue nyanyi sekali lagi nih yah" Ucap Dion pada Lita, sedangkan Lita tetap kesal melihat nya.


"Gue nyanyi atau enggak nih?" Tanya Dion pada Lita. Lita tetap diam kesal.


"Lo mau nggak?" Ucap Dion lagi lagi ke Lita.


"Sebelum tiga gue gak mau!" Ucap Lita dengan kesal.


"Iya iya" Ucap Dion yang semakin nggak tega melihat sepupunya itu.


Dion pun segera menyanyikan lagu yang berjudul "Bukan cinta biasa".


 


Isi lagu


 


Begitu banyak cerita


Ada suka ada duka


Cinta yang ingin ku tulis


Bukanlah cinta biasa


Dua keyakinan beza


Masalah pun tak sama


Ku tak ingin dia ragu


Mengapa mereka selalu bertanya


Cintaku bukan di atas kertas


Cintaku getaran yang sama


Tak perlu di paksa


Tak perlu di cari


Kerna ku yakin ada jawabnya... ohhh


Andai ku bisa merubah semua


Tapi tak mungkin


Ku tak berdaya


Hanya yakin menunggu


Jawabnya...


Janji terikat setia


Masa merubah segala


Mungkin dia kan berlalu


Ku tak mahu mereka tertawa


Diriku hanya insan biasa


Miliki naluri yang sama


Tak ingin berpaling


Tak ingin berganti


Jiwa ku sering saja berkata... ohh


Andai ku mampu ulang semula


Ku pasti tiada yang curiga


Kasih kan hadir


Tiada terduga


Hanya yakin menunggu


Jawapan...


Cintaku bukan di atas kertas


Cintaku getaran yang sama


Tak perlu di paksa


Tak perlu di cari


Kerna ku yakin ada jawabnya... ohhh


Andai ku bisa merubah semua


Tapi tak mungkin


Ku tak berdaya


Hanya yakin menunggu


Jawabnya ohhh


Diriku hanya insan biasa


Miliki naluri yang sama


Tak ingin berpaling


Tak ingin berganti


Jiwa ku sering saja berkata


Andai ku mampu ulang semula


Ku pasti tiada yang curiga


Kasih kan hadir


Tiada terduga


Hanya yakin menunggu


Jawapan... hmmmmmm...


Cintaku bukan di atas kertas


Cintaku getaran yang sama


Tak perlu di paksa


Tak perlu di cari


Kerna ku yakin ada jawabnya... ohhh


Andai ku bisa merubah semua


Tapi tak mungkin


Ku tak berdaya


Hanya yakin menunggu


Jawabnya...


Lita yang mendengarnya pun melambai lambaikan tangan nya seperti sedang konser nya, sedangkan Dion yang bernyanyi, pun sambil menghayati lagu yang di hidangkan nya itu. Lita rasanya sangat membawa lagu itu ke hati nya. Sampai sampai ia menangis. Terharu banget sih. Haduh, haduh, haduh, haduh, haduh, haduh.


"Eh jangan nangis dong" Ucap Dion menghapus air mata Nia.


"Gue terharu banget Dion" Ucap Lita pada Dion sambil menyeka air mata yang ingin terjatuh kembali. Dion pun menatapnya tersenyum, tangisan bahagia.


"Gue lanjut lagi gak?" Tanya Dion pada Lita. Lita pun dengan cepat mengiyakan dengan menggunakan gerakan kepala nya yang naik keatas turun kebawah.


"Hapus dulu air mata nya, nanti kalau mama gue lihat, mama gue bisa ngira yang aneh aneh lagi tentang kita" Ucap Dion memerintahkan ke Lita. Lita pun dengan cepat menghapus air matanya dan langsung memancarkan senyuman nya ke Dion. Dion yang menatap Lita pun langsung membalas senyuman Lita.


Kini Dion menyanyikan yang berjudul "Takkan terganti".


 


Isi lagu


 


Telah lama sendiri


Dalam langkah sepi


Tak pernah kukira bahwa akhirnya


Tiada dirimu di sisiku


Meski waktu datang


Dan berlalu sampai kau tiada bertahan


Semua takkan mampu mengubahku


Hanyalah kau yang ada di relungku


Hanyalah dirimu


Mampu membuatku jatuh dan mencinta


Kau bukan hanya sekedar indah


Kau tak akan terganti


Tak pernah kuduga bahwa akhirnya


Tergugat janjimu dan janjiku


Meski waktu datang


Dan berlalu sampai kau tiada bertahan


Semua takkan mampu mengubahku


Hanyalah kau yang ada di relungku


Hanyalah dirimu


Mampu membuatku jatuh dan mencinta


Kau bukan hanya sekedar indah


Kau tak akan terganti


Meski waktu datang


Dan berlalu sampai kau tiada bertahan


Semua takkan mampu mengubahku


Hanyalah kau yang ada di relungku


Hanyalah dirimu


Mampu membuatku jatuh dan mencinta


Kau bukan hanya sekedar indah


Kau tak akan terganti


Kau tak akan terganti


Telah lama sendiri


Dalam langkah sepi


Tak pernah kukira bahwa akhirnya


Tiada dirimu di sisiku


Meski waktu datang


Dan berlalu sampai kau tiada bertahan


Semua takkan mampu mengubahku


Hanyalah kau yang ada di relungku


Hanyalah dirimu


Mampu membuatku jatuh dan mencinta


Kau bukan hanya sekedar indah


Kau tak akan terganti


Tak pernah kuduga bahwa akhirnya


Tergugat janjimu dan janjiku


Meski waktu datang


Dan berlalu sampai kau tiada bertahan


Semua takkan mampu mengubahku


Hanyalah kau yang ada di relungku

__ADS_1


Hanyalah dirimu


Mampu membuatku jatuh dan mencinta


Kau bukan hanya sekedar indah


Kau tak akan terganti


Meski waktu datang


Dan berlalu sampai kau tiada bertahan


Semua takkan mampu mengubahku


Hanyalah kau yang ada di relungku


Hanyalah dirimu


Mampu membuatku jatuh dan mencinta


Kau bukan hanya sekedar indah


Kau tak akan terganti


Kau tak akan terganti


Dion pun menyanyikannya berulang ulang, kini air mata Lita turun lebih deras.


"Gue mau satu lagi dong yang judul nya bentuk cinta, tapi di ulang ulang seperti barusan" Ucap Nia sambil menghapus air matanya itu dan kembali tersenyum. Dion menatap nya dengan sayu.


"Suara dan lagu gue nyakitin hati lo, gue gak mau nyanyi lagi!" Ucap Dion menolak.


"Yang ini gue gak bakalan nangis kok" Ucap Lita menyangkal.


"Janji?" Ucap Dion memastikan.


"Janji!" Ucap Dion menyanggupi permintaan Dion yang satu ini.


"Yaudah, gue bakalan nyanyi, asal lo jangan nangis, gue bakalan nyanyi yang judul bentuk cinta" Ucap Dion pada sepupunya itu bernama Lita.


Isi lagu


Aku tak tau apa yang lain


Darimu hari ini


Apa itu karena sepatu flatmu?


Atau kukumu


Yang baru kau warnai?


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Kini 'ku tau apa yang lain


Darimu hari ini


Itu bukan karena sepatu flatmu


Atau kukumu yang baru kau warnai


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Cuma dirimu


Untukku bentuk cinta itu kamu


Ya kamu


Aku tak tau apa yang lain


Darimu hari ini


Apa itu karena sepatu flatmu?


Atau kukumu


Yang baru kau warnai?


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Kini 'ku tau apa yang lain


Darimu hari ini


Itu bukan karena sepatu flatmu


Atau kukumu yang baru kau warnai


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Cuma dirimu


Untukku bentuk cinta itu kamu


Ya kamu


Aku tak tau apa yang lain


Darimu hari ini


Apa itu karena sepatu flatmu?


Atau kukumu


Yang baru kau warnai?


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Kini 'ku tau apa yang lain


Darimu hari ini


Itu bukan karena sepatu flatmu


Atau kukumu yang baru kau warnai


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Cuma dirimu


Untukku bentuk cinta itu kamu


Ya kamu


Lita pun tersenyum riang mendengarkan lagu nya, apalagi Dion mengulanginya sampai tiga kali. Rasa nya Lita sangat senang. Begitu juga Dion, walau sebenarnya telapak jari jari Dion rasanya mau koyak semua. Tapi dia senang melihat sepupunya itu tersenyum bahagia, bahkan menangis hanya karena terharu.


"Gue numpang tidur yah Dion disini" Ucap Lita ke Dion.


"Banyak mau nya lo yah nyet, yaudah kita bobo bareng aja, ucap Dion pada sepupunya itu. Ini sudah hal biasa dilakukan mereka berdua. Dari mulai mereka balita selalu seperti ini. Hanya saja saat SMP kelas 7 mereka harus dipisahkan antara jarak, Lita yang harus mengikuti dimana papa mya berada bekerja. Mereka berdua sangat rindu suasana ini. Benar benar sangat rindu.

__ADS_1


__ADS_2