
Yah kini Nia dan Vano semakin mendekat dan nyaman, apa mungkin mereka berdua akan menjadi pasangan benaran?, mungkin saja. Emang iya dulu Nia mulai menyukai Dion, tapi cinta itu datang dan pergi sesukanya saja. Mungkin jika Nia dapat memilih dia pasti akan memilih Dion, tapi karena cinta datang dan pergi alias tidak bisa menetap entah siapa lah nanti akan menjadi berpasangan dengan mereka bertiga.
"Hai Nia" Sapa Vano kedepan Nia, sedangkan Nia yang sedari tadi konsentrasi membaca kini menutup bukunya.
"Hai kak Vano" Ucap Nia tersenyum menyapa dan menatap pria dihadapannya.
"Loh kok bukunya di tutup?, tadi kayak lagi serius banget nih?" Ucap Vano menatap kearah Nia.
"Iyah nih kak Vano, dari tadi aku baca baca buku bahasa Indonesia, untuk cari inspirasi" Ucap Nia mengeluh pada pria yang ada dihadapan nya.
"Inspirasi?, maksudnya?" Ucap Vano heran, kenapa gadis dihadapan nya tiba tiba mencari inspirasi?.
"Yah bang, gue mau cari inspirasi untuk lomba kontes nanti" Ucap Nia senyum menatap Vano.
"Emangnya kontes apa?" Ucap Vano yang ingin tau.
"Kontes membuat cerita inspirasi bang di sekolah ini" Ucap Nia menjeda.
"Emangnya bang Vano gak tau?" Tanya Nia menatap kearah Vano yang sama menatap kearah Nia.
__ADS_1
"Nggak?, soalnya aku tadi gak ada dikelas, cuman ada di UKS, soalnya banyak hal yang harus dikemasi" Ucap Vano menerangkan ke Nia.
"Ohh, emangnya kemasin apa bang?" Tanya Nia yang hanya mengerti sepenggal maksud.
"Kemasin tenda tenda sama alat P3K, sama bagian alat alat kesehatan dan juga bagian alat dan bahan untuk kemping nanti" Ucap Vano menjelaskan dengan detail.
"Kemping?, kemana bang?" Tanya Nia yang heran mendengar perkataan nya Vano.
"Katanya sih didaerah luar provinsi, dan banyak memilih didaerah provinsi sumatera utara" Ucap Vano menjawab pertanyaan Nia.
"Berapa hari bang?" Tanya Nia lagi lagi. Dasar Nia banyak tanya deh.
"Kurang lebih satu bulan" Ucap Vano.
"Iya soalnya kan kelas sembilan ini saya hanya fokus ke bagian UKS biar gampang masuk SMA di Amerika" Ucap Vano senang.
"Oh" Ucap Nia. Sedangkan Nia hanya mengucapkan singkat tanpa ada tatapan senang.
"Kamu kenapa?" Tanya Vano yang menyadari ekspresi wajah Nia.
__ADS_1
"Gak papa kok bang, bang Vano bisa pergi gak?, aku mau fokus cari inspirasi" Ucap Nia aga sedikit memelankan suaranya.
"Oh iya, maaf tadi dah ganggu" Ucap Vano sedikit sedih dan heran akan reaksi Nia yang tak terduga.
Vano pun pergi meninggalkan Nia, Vano pergi dengan hati yang aga kecewa, bimbang, bingung dan heran akan tingkah laku Nia.
Sedangkan Nia membuka bukunya kembali dan membaca, tapi ekspresi wajah nya kelihatan sedih dan kesal.
"Lo kenapa?" Ucap Putri yang membuat Nia terkejut.
"Ihh lo ngejutin aja sih" Ucap Nia kesal menatap kearah Putri.
"Apaan sih Nia, baru aja suara nya pelan dah kejut, emangnya lo mikirin apa sih?" Ucap Risa terheran heran menatap Nia.
"Nggak ada deh" Ucap Nia sedikit gugup.
"Gue tau kok, lo itu mikirin Vano yah?" Ucap Putri tersenyum meramal.
"Kok tau" Ucap Risa meledek Nia.
__ADS_1
"Apaan sih Risa, Putri" Ucap Nia kesal.
"Enak yah kayak lo, punya dua pilihan cowok, cowok tergantung pula tuh" Ucap Risa menatap ke Nia.