Nion

Nion
#37# "makin sakit 02"


__ADS_3

"Apaan sih beb, kok lo malah narik gue, lo tau kan kak Vano siapa?" tanya Cika dengan memastikan Dion, seperti mereka kenal betul dengan Vano.


"Heeh apaan lo bawa bawa nama sepupu gue" Tanya Putri dengan heran.


"Ehhh lo sepupunya, tapi lo gak tau apa yang terjadi, dan lopacarnya, tapi lo gak tau kalau Vano itu dekat ke siapa?" Tanya Cika dengan heran.


"****** aku, ada apalagi ini, aduh, kenapa sih orang orang disini pada kepo sama Bang Vano, heran dah" Batin Nia dengan wajah yang pura pura gak takut padahal benaran takut.


"Memangnya sepupu gua dekat sama siapa, hah?" Tanya Risa dengan lantang dan kesal.Tentu saja Risa kesal, pasti yang dimaksudnya Cika sicewek mentel itu adalah orang yang dibenci Risa dan Putri. Yaitu Lita.


"Yah kak Karina lah, siapa lagi kalau bukan kak Karina" Jawab Cika dengan ketus dan kesal.


"Karina?, ohh aku tau Karina anak kelas 9 kan?, yang labrak aku?, hah pantas aja dia ditinggalin bang Vano, orang posesif, baru dekat aja dah baper, untung sifat bang Vano nggak kayak sahabat lama ku, yang gitu baiknya ehh tiba tiba ada pacarnya yang ngomong kalau aku itu orang nya baperan, tapi maaf, aku udah punya pacar, aku tidak akan melepaskan nya begitu saja" Kini tatapan Nia begitu kejam.


"Emangnya lo, pikir segampang itu" Cika tersenyum licik.

__ADS_1


"Cika, lo kenapa sih harus gitu?" Eentah kenapa Dion membela Nia.


"Ehhemm tumben bela sahabat gua" Mendengar pembelaan yang tak pernah di lakukan seseorang itu, Putri sahabat Nia pun merasa heran.


"Nggak kok, gua selalu bela siapa yang benar" Jawab Dion dengan lantang.


"Apaan membela kebenaran, jadi itu sahabat baru lo yang pura pura kehilangan dompet salah? lo diam aja" Kesal Risa dengan emosi.


"Maksud mu apaan pura pura?" Kini Lita yang maju untuk berbicara.


"Jago banget yah kalian aktingnya, sampe sampe aku geram sendiri" Kesal Nia melihat mereka semuanya yang sok gak tau.


"Dah Nia, lo lempar aja gelang yang udah ada ditas lo" perintah Putri, yang merasa muak dengan hal bodoh itu menurutnya.


"Ni ku kembaliin sama mu, tapi kalian jangan pernah nyuruh ku untuk lepaskan bang Vano, karena dia milik ku seorang" Nia mengucapkannya seperti mereka berdua itu benar benar pacaran, padahal mereka hanya pura pura.

__ADS_1


"Maksudnya Lita hanya pura pura?" Tanya Dion dengan tidak percaya.


"Lo jangan pernah mendekati dia, karena dia itu pantas sama yang lebih dari mu, lo itu pantasnya sebagai pembantunya atau nggak bodyguard nya, bar bar" Lita tertawa dan pura pura tak mendengar kata kata Dion, alias mengalihkan pembicaraan Dion.


"Lita, lo jahat banget sih" Kesal Dion.


"Apaan sih Dion, lo jangan gilak gara gara dia, asal lo tau yah, lo kaya, gak cupu lagi dan bahkan kedua orang terganteng setelah Vano, baik, jadi gak sepantasnya lo deket deket sama anak tukang kue" Kini Lita benar benar keterlaluan menghina orang.


"Karena itu lah aku memilih nya, dia berbeda dari cewek lain, dia sangat menarik" Tiba tiba seorang cowok datang dan memuji muji Nia, yaitu Vano.


"Berbeda? yah jelas, dia berbeda dengan cewek yang ada disini, dia tidak ada mewahnya" Lita membulinya lagi.


Mendengarnya Vano kelihatan sangat marah begitu juga Dion, mereka ingin sekali memberi pelajaran namun bel masuk telah berbunyi.


"SAMPAI INI DULU YAH GUYS"

__ADS_1


__ADS_2