Nion

Nion
#48# "Apaan sih"


__ADS_3

Dan teriakan itu adalah teriakan dari Karina, Lita, Cika dan sahabat Karina.


"Sayang kok pulangnya bisa samaan sama Nia si centil sih" Ucap Cika dengan nada suara men tude tel mentel.


"Alay banget dah" Ucap Nia yang jijik lihat sifat pacarnya Dion.


"Sewot banget lo" Ucap Cika marah tapi tetap aja masih nada mentelnya itu.


"Lo gak malu yah Dion, pulang bareng Nia padahal Nia kan lagi bareng pacarnya" Ucap Lita menatap sahabatnya dari kecil bahkan sepupuan.


"Eh gak usah banyak tanya, sebenarnya kalian ngapain kesini?" Tanya Vano yang udah geram sedari tadi menatap mereka dengan kekesalan yang ditahan tahan sedari tadi.


"Santuy aja bro" Ucap sahabat Karina yang sok akrab dengan Vano.


"Sekarang gue lagi gak bisa sabar bro, gimana dong" Ucap Vano semakin kesal.

__ADS_1


"Santai aja, gue sama geng gue gak bakalan ngapain pacar lo kok, kami cuman lagi mesan ku bolu" Ucap Karina tertawa sinis menatap Vano dan Nia juga Dion bergantian.


"Apaan sih, lo beli kue dari sini?" Tanya Nia kesal menatap keempat gadis itu yabg sangat jahat itu. Mereka tidak bisa dipercaya, mereka manusia yang tidak mempunyai hati.


"Lo kok marah sih Nia kami belanja disini" Ucap Karina yang disengaja kan suara nya keras agar ibunya dengar didapur.


"Kau apaan sih" Ucap Nia semakin kesal.


"Loh, nak Nia kamu kok gitu sih kepembeli nak" Ucap mama Nia bertanya.


Andai Mirna mamanya Nia tau, bahwa keempat perempuan licik itu udah lukai anak tunggal nya itu, mungkin dia udah mengusir keempat orang itu.


Sedangkan Karina yang merasa disalah kan alias memang salah, merasa kesal menatap Vano, tapi bagaimana pun gadis itu tidak bjsa membenci Vano, karena Vano istimewa baginya.


"Oh cuman gitu rupanya, kirain Nia marah marah sama kalian, tapi putri tante baik kok" Ucap Mirna membela anak gadisnya itu.

__ADS_1


"Kalau gitu kalian disini dengan tentram dan damai lagi ya, biar tante ngurusin Kuenya, 5 bungkus kan?" Mirna pun bertanya memastikan pesanan keempat perempuan itu.


"Haa-a Iya tante-" Ucap Karina sendiri yabg sok manis didepan mamanya Nia.


Sedangkan yang tiga lagi gak perduli sama sekali.


"Kalian berdua ngapain masih disini?" Tanya Lita yang bingung menatap Vano dan Dion.


"Kak Lita, jangan usir yayang Diooon" Ucap Cika yang mentalnya setengah mati.


"Kami berdua mau jagain Nia dari empat setan yang sedang menjelma manusia cantik" Ucap Vano judes dan ketus.


"Kami memang cantik dari dulu ya kan" Ucap Cika yang membuat orang mungkin akan kesal dan mau muntah.


"Iya kalian itu cantik, tapi sayangnya kalian itu berhati iblis yang paling jahat dineraka" Ucapan Vano sangat Menusuk hati, jika orang itu punya hati.

__ADS_1


"Eh bang Vano, gak usah lebay deh, kalau kami gak punya hati gak mungkin aku bisa menyukai yayang Dion, dan Kak Karina dan Kak Lita suka sama Lo yang gak ada kelebihannya sedikitpun" Ucap Cika simanja dan mentel yang sok sokaan melawan.


"Kalau lo emang suka sama Dion buat dia nyaman bukan buat dia risih, gitu juga sama kedua sahabat lo itu, kalau memang cinta sama saya, seharusnya mereka bahagia melihat saya bahagia sama Nia bahagia, bukan malah nyakitin Nia terus" Ucapan Vano yang semakin emosi dan kesal.


__ADS_2