
Kini Dion dan Nia sudah mulai akrab, tapi Nia sama Lita semakin menjadi jadi permasalahannya karena Vano yang selalu dikira orang orang pacar Vano. Begitu juga Cika, kini Cika semakin kesal melihat Nia yang dekat dengan Nia.
Hari hari Nia semakin berabe. Masalah dengan fans Vano saja belum selesai ditambah lagi Dion, orang kedua yang disukai disekolah mereka. Yang dulunya cupu.
BEL ISTIRAHAT
"Nia kantin yuk" Dion yang semakin akrab.
"Aku lagi malas gerak nih Ion, kau aja yah" Nia memelas pada Dion.
"Yaudah deh, kamu emangnya gak beli apa gitu?" Dion bertanya.
"Nggak usah, lagian aku masih kenyang kok, istirahat kedua nanti aja deh"
"Yaudah, aku beliin mineral aja yah"
"Makasih yah".
__ADS_1
Nia pun dikelas, sedangkan Dion berjalan menuju kantin.
"Woi, lo itu dah malas hidup yah" Cika yang tiba tiba masuk ke dalam kelas 8-2.
Tanpa disadari Nia, ternyata Lita masih didalam kelas, hanya mereka bertiga didalam kelas, sedangkan Putri, Risa dan Dion ke kantin.
"Mungkin ini adalah hari menyenangkan bagi lo, hari yang tak kan pernah lo lupakan" Lita menyambar perkataan dan langsung berjalan kedepan Nia.
"Kalian kenapa sih?" Tanya Nia yang membuat mereka tertawa lucu.
Tiba tiba suatu gerakkan jalan dari depan semakin mendekat, yang membuat Nia merasa lega akan hadirnya Sahabatnya itu.
"Apa? lo nanya kami kenapa?" Dugaan Nia salah, ternyata yang datang bukan sahabat Nia melainkan lawannya yaitu Karina dan sahabatnya itu.
"******" Nia membatin di hatinya.
"Kenapa?, lo takut yah hah" Karina yang memperhatikannya dengan wajah menjijikan.
Mungkin jika Lita dan Bella akan dilawan itu sangat mudah, tapi ini dia harus melawan empat orang yang gak waras, bisa berabe.
"Tenang aja gak usah takut Nia, gue sama sahabat gue mau minta maaf kok" Tiba tiba Karina ketawa mengejek.
__ADS_1
Nia hanya diam tak bergerak rasanya sangat susah untuk membasmi mereka.
"Lo tau gak sih, kalau hari ini pulangnya cepat, gara gara nanti ada rapat, jadi kami mau ingati aja, hati hati yah" Cika membisik ketelinga Nia.
Mereka berempat tertawa dengan menjijikan bagi Nia.
"Kalian kira aku takut?, mau apa pun yang kau buat pada ku Lita, tetap aja aku sama Vano gak bakalan bisa menjauh, begitu juga kau Karina dan Cika, kalau kau selalu posesif ke Dion, maka jangan harap kalau dia bertahan" Nia berbicara dengan kepala yang sangat geram melihat cara cara mereka semua.
"Apa urusan lo, ngatur ngatur gue, dia pacar gue, so gue yang tau ngadepin nya" Jawab Cika kesal.
"Terus ngapain dong, kau kesini kalau gak cemburu kaya yang lain" Tanya Nia dengan alis sebelah diangkat.
"A aa paan.. sssiihh" Cika menjawab gugup.
"Dan kau karina dan Lita, kalau kalian berdua terus gini, tentu aja Vano akan tetap mempertahankan aku dan menganggap kalian rendah di matanya" Nia berkata fakta.
"Mau dia bilang atu anggap kami seperti itu pun aku dan Karina gak peduli, karena yang layak kami berdua bukan lo" Kesal Lita.
"Oh, berarti kau rela dong cintamu dibagi dua" Tanya Nia kearah Lita.
"Dah deh lo itu gak usah banyak tanya, lo tunggu aja nanti" Karina yang kesal mendengarkan pembicaraan kami pun mengajak teman ******* nya pergi.
__ADS_1