Nion

Nion
#44# "Semakin akrab kembali"


__ADS_3

Dion dan Nia pun sampai di UKS.


Seperti biasa penjaga nya Vano, pastilah Vano yang selalu jumpa, diakan ketua esrtakulikuler


UKS di sekolahnya, dan mungkin SMA akan dapat beasiswa sekolah khusus kedokteran di Amerika sampai kuliah.


"Eh Nia, lo gak papa kan?" Vano bertanya dengan cemas dan heran, soalnya dia tadi ninggalin gadis itu masih baik baik aja, tapi kenapa kini dia ke UKS.


"Aku baik baik aja kok sayang" Sayang. Nia sangat sengaja mengatakan sayang, agar Dion percaya mereka masih pacaran.


"Hah" Vano heran, perasaan tadi Nia dan Vano setuju tapi kenapa begini sekarangnya.


"Sebenarnya bukan Nia yang sakit, tapi gue" Dion yang semakin gak nyaman pun berbicara keintinya.


Terlihat dari wajah Dion, bahwa Dion sedang cemburu.


"Oh lebam" Vano menjeda dan berjalan menuju meja, mengambil sapu tangan dari saku celananya, dan air didalam sebuah mangkok.


"Nih, mending Nia kompres Dion yah, soalnya saya mau pergi ke perpustakaan, soalnya ada buku yang harus saya ambil" Vano pamitan tanpa lupa elusan dikepala Nia.


"Iya pasti kok" Jawab Nia.

__ADS_1


Senang. Itulah yang dirasakan Dion, didalam hatinya, mendengar Nia akan berdua dengannya.


"Sini biar aku kompres, biar lebam dan sakitnya berkurang" Nia sangat perhatian dan mengompres lebam dipipi kanan Dion dengan sangat berhati hati.


Sedang kan Dion rasanya "Deg deg deg" Suara jantung yang tiba tiba bergemuruh cepat.


Mata yang terus menatap kearah wajah indah imut mungil lucu seorang gadis, gadis yang sedang mengompres lebam diwajah nya.


Gemes. Dion merasakan kegemasan melihat gadis didepannya.


"Kamu itu bikin gemes tau" Dion menghentikan tangan Nia dan memegang pergelangan nya untuk menahan tangan nya bergerak.


"Gak usah aneh aneh, aku dah punya pacar" kesal Nia menepis tangan Dion dan melanjutkan mengompres.


"Gak usah berharap lagi Ion, aku dah ada milik orang, salah kamu dulu tiba tiba musuhin aku" Kesal Nia tanpa tau maksud.


"Maksudnya?, aku kan bilang kamu buat gemes, bukan aku bilang aku berharap sama kamu" Dion semakin menjebak.


"Mmmm" Kini Nia malu, pipinya yang putih berubah menjadi mereh merona karena malu.


"Kan kamu itu gemesin kaya anjing ku dirumah, tau gak sih, dia gemesin banget" Tawa Dion yang merasa senang telah menjebak gadis didepannya itu.

__ADS_1


"Apaan sih, sama samain aku sama hewan, gak ada akhlak kamu mah" Sebal Nia.


"Yah ngambek ni" Goda Dion.


"Ntahlah" Nia tetap terus melanjutkan aktivitasnya tapi pada saat dia di sama samain kayak hewan peliharaan Dion yang bikin gemes Dion, kini Nia mengompres Dion dengan tenaga lumayan kuat.


"Auuu, sakit tau" Dion memegang tangan Nia untuk menghentikannya.


Tangannya yang dipegang dengan bersamaan mereka berdua refleks langsung saling tatapan, tatapan yang lumayan agak lama. Hingga tanpa sadar bahwa Vano telah datang ke UKS membawa buku yang dimaksudnya.


"Hkkm, hkm, hkm, lama lagi gak?" Ledek Vano.


Mereka berdua yang sadar langsung merasa salah tingkah dan canggung.


"Ah aaa" Nia yang langsung menyimpan mangkok berisi air, pura pura gak liat orang.


"Hmm" Sedangkan Dion pura pura menatap langit langit ruangan tersebut.


Vano yang melihat hanya menggeleng.


"Bang, kami gak.." belom sempat berbicara Vano langsung menunduk nunduk dan berkata.

__ADS_1


"Gak papa kok" Jawabnya dengan santun.


__ADS_2