
Setelah 6 hari berlalu dalam perjalanan di bus, kini para pejuang peneliti pun akhirnya sampai di sekolah mereka. Dengan hati yang lega akhirnya mereka sampai. Banyak siswa dan siswi terlihat lelah dan capek. Karena didalam bus itu sungguh membosankan. Murid dan pengawas bus 1 pun keluar begitu juga bus dua. Sebelum bubar mereka pun berbaris terlebih dahulu.
"Yah, semua murid murid, mari berbaris seperti kemarin dengan rapi, cuman 35 detik mereka pun langsung berbaris rapi.
"Sekarang kita pulang ke rumah masing masing, tapi bapak harap, kalian langsung istirahat secukupnya, dan besok bapak berharap, kalian tidak ada yang absen hanya karena sakit" Ucap kepala sekolah menerangkan ke pada murid muridnya.
"Siap pak" Ucap para murid murid itu dengan serempak.
"Sekarang kalian bubar dari barisan masing masing dengan rapi" Ucap kepala sekolah itu memerintahkan. Vano yang sebagai ketua UKS pun langsung mengambil ahli untuk membubarkan barisan.
"Baris bus satu, seluruhnya balik kanan gerak" Ucap Vano dengan suara yang di tekan agar terlihat tegas.
Semua yang berbaris (anak bus 1) pun langsung berbalik kanan dengan sanagt serempak, sudah seperti anak paskibraka saja.
"Maju jalan" Ucap Vano lagi lagi dengan suara di tekan. Dan para murid bus 1 pun berjalan, dan setelah lewat pagar sekolah, dan ada yang mengambil kendaraan nya yang di letakkan di parkir sekolah pada saat ingin pergi dua minggu lalu dan ada yang juga orang pun langsung bubar tak beraturan untuk menunggu orang tuanya atau tumpangan.
"Semuanya balik kanan gerak" Ucap Vano mengarahkan kepada murid murid yang tinggal murid bus 2.
Anak bus dua pun langsung berbalik kanan dengan serempak, sama seperti yang dilakukan para bus 1.
"Maju jalan" Ucap Vano dengan tegas. Setelah semuanya selesai bubar, Vano pun berpamitan kepada guru guru yang sebagai pengawas.
"Pak, Bu, Vano pamit pulang ya" Ucap Vano pada guru guru yang berkemas kemas barang barang nya, yang ingin pulang juga.
"Hati hati nak" Ucap bu Rosana.
"Iy, hati hati yah" Ucap ma'am bulan.
"Langsung istirahatlah" Ucap Pak Haris menyambung.
"Kalau bisa langsung meminum vitamin" Ucap kepala sekolah tersebut.
"Iya pak, bu, terimakasih atas perhatian nya" Ucap Vano dengan sangat sopan. Pria bernama Vano itu pun segera pergi dan beranjak dari kediamannya saat ini.
Vano mengambil Motornya dan menancap kan gas nya di atas 20, pria bernama Vano itu menarapi orang orang di skeliling nya, seperti ada yang sedang ia cari dari orang orang itu.
"Kemana Nia pergi yah" Gumam Vano bertanya.
"Apa jangan jangan dia du jemput oleh orang tuanya?" Tanya Vano dengan sedikit khawatir didalam hatinya. Vano pun berinisiatif untuk melihat Nia di rumahnya. Apakah dia benar benar di sana atau tidak.
Vano pun mengendarai motornya dengan sangat pelan, matanya menatapi jalan yang ia lewati. Sepang mata hitamnya itu terus mencari bentuk orang yang ia cari. Hingga akhirnya sepasang mata hitamnya itu mendapatkan dua orang yang tak lain dari hidupnya sedang berboncengan menggunakan sepeda.
"Ternyata dia sama Dion?, syukurlah ada yang melindunginya" Ucap Vano bergumam. Ekspresi wajah yang tadinya khawatir dan bingung kini menjadi lega selega lega nya mungkin dirasakan nya kini. Vano pun membiarkan Dion dan Nia pulang bersama sama tanpa di usik Vano.
•••••
"Nia, apa Vano tidak marah nanti?" Ucap Dion bertanya pada Nia.
"Itu urusan ku, lagi pula Vano orang nya baik kok, dia gak pecemburu" Ucap Nia pada Vano. Seakan akan gadis bernama Nia itu sangat mengenal sifat laki laki bernama Vano. Padahal diri nya sendiri terkadang bingung melihat sifat Vano.
"Hm, dia emang dia itu pria idaman yah" Ucap Dion sedikit melemaskan ucapannya.
"Yah, gitu lah" Ucap Nia tanpa mengetahui ekspresi Dion yang sedang cemburu atau entah lah.
"Hm, ternyata Nia sangatnmengenal sifat Vano, dan mungkin dia selalu senang jika dekat dengan Vano" Gumam Dion yang asik berpikir dengan pikirannya yang sedang kacau tanpa melihat arah jalanan.
"Dion awas" Ucap Nia yang mengagetkan Dion, dan membuyarkan pikirannya. tanpa ia sadari ia yang terus melajukan sepedanya ke arah jalan yang berbeda hingga mereka hampir kecelakaan.
"Makanya kalau berkendaaran mengerti dulu aturan lalu lintas" Ucap seorang anak maha siswa SMA ke mereka.
"Maaf kak" Ucap Dion seraya merasa bersalah. Vano pun menggohet sepedanya dengan sangat hati hati. Sedangkan Nia yang merasa tidak beres semakin heran.
"Berhenti" Ucap Nia seraya dengan suara yang lumayan tinggi.
"Ada apa?" Tanya Dion heran dan langsung memberhentikan sepedanya.
"Lo kok gak fokus gitu?" Nia pun turun dari sepeda itu dan bertanya kepada Dion. Dia yang merasa heran menatap Dion.
"Maaf, aku kecapean" Ucap Dion beralasan.
"Kalau capek bilang!, sini biar aku saja yang bawakan" Ucap Nia yang mengambil jalan tengahnya.
"Enggak biar aku aja, aku kan laki laki" Ucap Dion menolak perkataan itu.
"Apa lo ingin membunuh ku?" Tanya Nia kesal pada Dion. Karena Dion sangat keras kepala.
"Tapi-" Ucapan Dion langsung diambil alih oleh Nia.
"Gua yang bawa atau gue akan marah" Ucap Nia pada Dion.
"Iya baiklah" Ucap Dion yang mengalah. Nia pun menggohet sepeda milik Vano itu.
"Lo mau kemana?" Tanya Dion heran pada Nia.
"Emangnya kenapa?" Tanya Nia heran melihat Dion.
"Ini kan rumah lo, terus lo mau kemana?" Tanya Dion sangat heran ke Nia.
"Mau ngantar lo lah, nanti kalau lo ngelakuin kayak tadi gimana?" Tanya Nia menatap Dion heran. Nia pun terus menggohet sepeda itu. Sedangkan Dion hanya mnggerutu tak jelas. Hingga akhirnya Nia sampai kerumah Dion.
"Dah nyampek, sekarang lo masuk, makan, minum, mandi, dan tidur secukupnya, agar kita bisa berjumpa besok" Ucap Nia pada Dion. Sedangkan Dion hanya diam dan mulai merasakan getaran detak jantungnya yang mulai berpicu kencang.
"Apa dia sangat memperhatikan ku sekali saat ini" Tanya Dion bergumam seakan tidak percaya.
"Tuh kan mulai lagi bengong nya" Ucap Nia kesal menggerutu. Dion yang mendengarnya langsung membuyarkan hayalan nya dan tersenyum manis ke Nia.
"Makasih perhatiannya" Ucap Dion dengan sangat manis. Sedangkan Nia pun mulai heran melihat kemanisan kata kata yang baru di ucapkan Dion seperti tidak biasanya.
"Kenapa dia mengatakan itu dengan sangat manis?, tidak seperti biasanya saja" Ucap Nia bergumam.
"Ya udaj gue pulang dulu ya, sampai jumpa besok, istirahatlah dengan baik, agar besok kita dapat berjumpa di sekolah" Ucap Nia pada Dion. Dion pun mengacungkan jempolnya dan tersenyum manis ke Nia. Nia bergegas pulang, karena dia juga sudah sangat rindu pada kedua orang tuanya dan juga kamar nya.
Nia pun berjalan dengan sangat riangnya, hingga akhirnya dia masuk kerumahnya itu dan tersenyum dengan penuh makna.
"Nak Nia, kamu dah pulang?" Tanya Mirna yang sedang duduk di teras, Mirna pun menatap anak gadis nya yang bernama Nia itu. Terlihat dari wajah Mirna, bahwa dirinya sangat merindukan putri tunggalnya.
"Iya bu, mirna sangat lelah" Ucap Nia pada Mirna. Mirna pun tersenyum pada Nia dan mengusap lembut kepala anaknya itu.
"Ayah mana bu?" Tanya Nia yang heran melihat ayahnya tidak berada disitu.
"Ayah mu sedang mengajar anak bimbel" Ucap Mirna menjawab anak kesayangan nya itu.
Mirna pun mengambil barang barang Nia yang digandeng nya namun Nia menolaknya.
"Tidak usah bu, biar Nia saja, Nia juga mau mandi dan setelah itu Nia mau makan lalu tidur" Ucap Nia menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan nya ke ibunya.
"Yasudah, ibu masak untuk kamu aja kalau begitu" Ucap Mirna, ibunya Nia.
"Makasih buk" Ucap Nia tersenyum. Nia pun meletakan barang barang yang masih bersih dan barang barang yang baru dibeli nya sebagai buah tangan di kamarnya dan menyusun rapi ketempatnya. Sedangkan baju kotornya ia bawa ke dapur dan memasukan nya ke mesin cuci, setelah itu dia pun mengambil handuk dan baju ganti nya lalu di menutup pintu kamar mandi nya setelah itu dia mandi.
Seteh ritual nya selai 20 menit, Nia pun keluar dari kamar mandinya dan langsung kemeja makan, meja makan yang telah diisi makanan.
"Ibu buat nya banyak banget?" Tanya Nia bingung. Yah memang tidak terlalu banyak makanan nya, hanya saja berbeda seperti biasanya.
"Kamu pasti rindu makanan ibu kan?, makanya itu ibu buat banyak, makanlah!, setelah itu kamu istirahat yah!" Ucap Mirna ibunya Nia dengan sangat lembut.
"Iya, aku sangat merindukan makanan ibu, makasih bu" Ucap Nia pada ibunya dengan senang. Sedangkan Mirna ibunya Nia hanya menatap anak nya itu dengan sayu.
"Ibu ku sangat menyangi ku" Gumam Nia dengan sangat senang.
Nia pun melahap makanan nya itu dengan rakus. Gadis bernama Nia itu benar benar sangat lapar. Setelah Ni merasa perutnya sudah sangat kenyang, Nia pun menyimpan makanan itu kembali dan mencuci piring bekas nya itu. Setelah itu dia masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya diatas kasur. Kini mata Nia belum bisa tidur, dia hanya bingung dengan kata kata Vano yang sangat tidak menyenangkan itu dari tenda.
"Apa benar Vano membenci gue karena kasar banget?" Tanya Nia dalam hatinya dengan bingung, dia masih heran melihat kenyataan nya ini.
"Apa dia sejahat itu?" Tanya Nia lagi lagi bertanya. Dia sangat bingung sekali.
"Sebaiknya besok aku akan bertanya padanya, dan jika dia memang mengakinnya, aku akan memutus kan untuk menjauh darinya dan menghapuskan ke ke bohongan ku yentang status hubungan ku dengan nya, walau aku kasar aku juga masih punya hati kali, gak mungkin aku memaksa orang yang tidak suka kepada ku" Ucap Nia bergumam. Nia pun memeramkan matanya untuk bisa tertidur. Hingga ia rasa pikirannya tenang dan akhirnya Nia pun bisa untuk tidur dengan nyaman.
•••••••
Vano pun membiarkan Dion dan Nia pulang bersama sama tanpa di usik Vano.
Setelah Vano sampai di rumahnya Vano pun segera masuk ke kamarnya dan mandi. Setelah mandi Vano pun kedapur, dia sudah yakin bahwa orang tuanya tidak aka ada dirumah. Karena sibuk berkerja. Vano pun hanya mengambil susu dan cemilan dari kulkas (lemari es). Vano la pun membawa makanan itu kekamarnya dan Vano pun merebahkan badannya diatas ranjang.
Vano mengemil sambil tidur.
"Gue heran kenapa Nia berubah?, dan bahkan omongannya saja diubahnya sekali" Gumam Vano heran dalam hatinya.
"Andai gue gak diancam oleh cewek sialan itu, pasti aku bakalan menemani Nia selalu. Tapi karena cewek sialan itu aku malah memberi Nia berdua bersama si Dion" Ucap Vano menggerutu.
"Tapi kenapa Nia kadang kadang seperti malas berbicara dengan ku ya?, apa jangan-jangan Dion yang menghasutnya?" Tanya Vano dalam hatinya. Vano hanya memikirkan Nia dan Dion sambil mengemil di kamar nya itu.
"Gue juga kesal tau lihat Nia dan Dion bersama. Padahal aku kan juga cuman pacaran sama Nia dengan kata pura pura, kok aku jadi baper?, seharusnya aku harus bisa menjaga komitmenku pada diriku" Ucap Vano yang masih berpikir tentang kekesalan nya pada Nia dan Dion yang sering bersama saat di sumatera utara.
"Huh entahlah, seharusnya itu akunya bahagia, dan aku bisa menikamati alam disana yang sangat berbeda dengan alam ku yang penuh polusi" Ucap Vano dengan kesal dan menggerutu.
Vano pun terus mengerutu gerutu dan mengemil. Hingga ia rasa perutnya kenyang. Vano pun membersihkan bekas makanannya dan bungkus makanan nya dan membersihkan tempat tidurnya. Pria itu sangat tidak suka dengan penampakan kotor. Pria itu sangat pembersih. Jika menurutnya kotor maka dia akan membersihkannya tanpa disuruh. Vano setelah selesai membersihkan tempat tidur nya, pria itu pun langsung merebahkan badannya diatas ranjangnya. Pria itu pun akhirnya tidur. Karena badannya sudah lelah.
•••••
"Put, lo tidur rumah gue aja ya, ples, soalnya mama gue pergi" Ucap Risa memohon pada Putri. Padahal rumah mereka berdua dekat.
"Yaudah tapi gue pamit sama mama gie dulu baru gue kerah lo, sambil bawa baju gue" Ucap Putri menyanggupi permintaan sepupu dan sekaligus sahabatnya itu.
"Baiklah, gue ikut kerumah lo yah, setelah itu kita kerumah gue" Ucap Risa memohon ke Putri.
"Terserah lo dah" Ucap Putri tersenyum menatap ke sepupunya dan sekaligus sahabtnya.
"Pak kusman kayak nya dah datang, yuk" Ajak Putri ke Risa untuk masuk kemobilnya
Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun sampai dirumah Putri, Putri dan Risa pun turun dari mobilnya. Dengan cepat Putri pum langsung mencari mama nya.
"Mama" Panggil Putri sambil mencari cari mamanya.
"Mama sedang masak untuk mu, jangan berlari lari nanti kamu jatuh" Ucap mama nya Putri pada Putri. Dengan cepat Putri memeluknya, sedangkan Risa yang mengikuti Putri dibelakang. Risa pun menyalam mama nya Putri dengan sangat ramah.
"Kamu kenapa kesini?, kamu mau nginap rumah tante?" Tanya mama nya Putri dengan sangat lembut dan ramah.
"Bukan tante, malah maksud saya datang kesini untuk sebaliknya" Ucap Risa tanpa takut atau pun gugup. Karena ini sudah hal biasa bagi mereka.
"Oh, yasudah, kalau begitu kalian makan terlebih dahulu ya" Ucap mama nya Putri itu pada Risa. Mereka berdua pun duduk di meja makan sambil menunggu makanan tersebut.
Setelah mereka makan, mereka pun langsung ke kamar Putri mengambil baju seragam dan baju tidur milik Putri. Mereka pun langsung pergi dan berpamitan. Setelah sampai di rumah Risa, mereka pun langsung mengambil cemilan dari lemari es (kulkas) dan juga minuman bersoda. Mereka pun juga menghidupkan sebuah lagu dari laptop. Yaitu lagu yang berjudul "celengan rindu".
isi lagu
Aku kesal dengan jarak
Yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa
Berbincang dengamu di-Whatsapp
Aku kesal dengan waktu
Yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak
Agar aku bisa menikmati tawamu
Inginku berdiri di sebelahmu
Menggenggam erat jari-jarimu
__ADS_1
Mendengarkan lagu Sheila on Seven
Seperti waktu itu
Saat kau di sisiku
Dan tunggulah aku di sana
Memecahkan celengan rinduku
Berboncengan denganmu
Mengelilingi kota
Menikmati surya perlahan menghilang
Hingga kejamnya waktu
Menarik paksa kau dari pelukku
Lalu kita kembali menabung rasa rindu
Saling mengirim doa
Sampai nanti sayangku
Jangan matikan HP-mu
Kau tahu aku benci khawatir
Saat kau tak mengabari
Aku tak suka bertanya-tanya
Inginku bakar dia yang sering
Mention-mention-an denganmu di Twitter
Namun kau selalu menyakinkanku
'Tuk tumbuhkan percaya
Bukan rasa curiga
Dan tunggulah aku di sana
Memecahkan celengan rinduku
Berboncengan denganmu mengelilingi kota
Menikmati surya perlahan menghilang
Hingga kejamnya waktu
Menarik paksa kau dari pelukku
Lalu kita kembali
Menabung rasa rindu saling mengirim doa
Sampai nanti sayangku
Papa rapa -papa rapa paparapa papa
Papa pa raraa -ra-ra
Hingga kita bertemu
mereka pun mendengarkan lagu itu sambil tersenyum senyum dan mengemil.
"Andai penelitian ku itu bersama Raka, pastinya lebih menyenangkan, gue dapat menatap mata nya yang menggemaskan itu" Ucap Putri seakan tersenyum tersenyum sendiri. Risa juga tersenyum sendiri.
"Andai Vano mengenalkan kami berdua lebih cepat, pasti dia sudah mengajak ku untuk meneliti bersamanya" Ucap Risa tersenyum senyum sendiri. Fiks mereka berdua mulai kumat gilanya cuman gara gara yang nama nya cinta cinta itu.
"Memang celengan rindu sangat susah untuk di tahankan" Ucap Risa dan Putri bersamaan. Mereka berdua saling beradu pandang, Setelah 5 detik kemudian mereka berdua tertawa bareng.
Setelah mereka mendengarkan lagu berjudul Celengan rindu, mereka pun memutar lagu yang berjudul "Love story".
Isi lagu nya.
I'll be waiting, all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story, baby, just say, "Yes"
So I sneak out to the garden to see you
We keep quiet, 'cause we're dead if they knew
So close your eyes
Escape this town for a little while, oh oh
'Cause you were Romeo, I was a scarlet letter
And my daddy said, "Stay away from Juliet"
But you were everything to me
I was beggin' you, "Please don't go, " and I said
Romeo, take me somewhere we can be alone
I'll be waiting, all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Romeo, save me, they're tryna tell me how to feel
This love is difficult, but it's real
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Oh, oh
I got tired of waiting
Wonderin' if you were ever comin' around
My faith in you was fading
When I met you on the outskirts of town, and I said
Romeo, save me, I've been feeling so alone
I keep waiting for you, but you never come
Is this in my head? I don't know what to think
He knelt to the ground and pulled out a ring
And said, "Marry me, Juliet
You'll never have to be alone
I love you and that's all I really know
I talked to your dad, go pick out a white dress
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh
'Cause we were both young when I first saw you.
Kini mereka mendengar lagu itu semakin mulai gila hanya karena kebuxinan mereka yang baru baru saja mengenal nya.
Setelah lama menghayal mereka pun mulai tidur karena terus menghayal.
•••••••
"Hm entah kenapa hati ku berdetak sekencang ini" Gumam Dion tersenyum.
Dion pun melakukan kata kata Nia, kecuali yang langsung tidur, Dion bukan nya langsung tidur, Dion malah mengambil gitarnya dan memainkan nya. Dia pun menyanyikan judul lagu "Bukan cinta biasa"
isi lagu
Begitu banyak cerita
Ada suka ada duka
Cinta yang ingin ku tulis
Bukanlah cinta biasa
Dua keyakinan beza
Masalah pun tak sama
Ku tak ingin dia ragu
Mengapa mereka selalu bertanya
Cintaku bukan di atas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu di paksa
Tak perlu di cari
Kerna ku yakin ada jawabnya... ohhh
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu
Jawabnya...
Janji terikat setia
Masa merubah segala
Mungkin dia kan berlalu
Ku tak mahu mereka tertawa
Diriku hanya insan biasa
Miliki naluri yang sama
Tak ingin berpaling
__ADS_1
Tak ingin berganti
Jiwa ku sering saja berkata... ohh
Andai ku mampu ulang semula
Ku pasti tiada yang curiga
Kasih kan hadir
Tiada terduga
Hanya yakin menunggu
Jawapan...
Cintaku bukan di atas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu di paksa
Tak perlu di cari
Kerna ku yakin ada jawabnya... ohhh
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu
Jawabnya ohhh
Diriku hanya insan biasa
Miliki naluri yang sama
Tak ingin berpaling
Tak ingin berganti
Jiwa ku sering saja berkata
Andai ku mampu ulang semula
Ku pasti tiada yang curiga
Kasih kan hadir
Tiada terduga
Hanya yakin menunggu
Jawapan... hmmmmmm...
Dion pun menyanyikan nya dan setelah itu juga dia mengingat tentang kenangan mania dan pahitnya bersama Nia. Dion pun menarik bibirnya keatas menjadi lekukan senyuman yang sangat manis.
Setelah yang lagu itu selesai, Dion pun menyanyikan lagu lagi yang berjudul "Bentuk Cinta"
ISI LAGU
Aku tak tau apa yang lain
Darimu hari ini
Apa itu karena sepatu flatmu?
Atau kukumu
Yang baru kau warnai?
Pernahkah kau bertanya
Seperti apa bentuk air tanpa wadah?
Pernahkah kau mengira
Seperti apa bentuk cinta?
Rambut warna warni bagai gulali
Imut lucu walau tak terlalu tinggi
Pipi chubby dan kulit putih
Senyum manis gigi kelinci
Membuatku tersadar
Bentuk cinta itu
Ya kamu
Kini 'ku tau apa yang lain
Darimu hari ini
Itu bukan karena sepatu flatmu
Atau kukumu yang baru kau warnai
Pernahkah kau bertanya
Seperti apa bentuk air tanpa wadah?
Pernahkah kau mengira
Seperti apa bentuk cinta?
Rambut warna warni bagai gulali
Imut lucu walau tak terlalu tinggi
Pipi chubby dan kulit putih
Senyum manis gigi kelinci
Membuatku tersadar
Bentuk cinta itu
Ya kamu
Pernahkah kau bertanya
Seperti apa bentuk air tanpa wadah?
Pernahkah kau mengira
Seperti apa bentuk cinta?
Rambut warna warni bagai gulali
Imut lucu walau tak terlalu tinggi
Pipi chubby dan kulit putih
Senyum manis gigi kelinci
Rambut warna warni bagai gulali
Imut lucu walau tak terlalu tinggi
Pipi chubby dan kulit putih
Senyum manis gigi kelinci
Membuatku tersadar
Bentuk cinta itu
Ya kamu
Cuma dirimu
Untukku bentuk cinta itu kamu
Ya kamu
Dion pun semakin mengingat ingat semuanya tersenyum senyum sendiri. Dion pun memilih satu lagu lagi untuk di nyanyi kan oleh nya, Dion pun memilih lagu yang berjudul. "Terlalu cinta"
Isi lagu
RINGKASAN
LIRIK
DENGARKAN
ORANG LAIN JUGA MENELUSURI
Lirik
Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta diaэ
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta diaэ
__ADS_1
Dion pun tersenyum dan setelah itu dia meletakan gitarnya di tempat biasa ia letakkan. Lalu dia memejam kan mata nya.
"Selamat istirahat bawel" Ucap Dion tersenyum manis. Dion pun tertidur pulas.