
Nia pun mengangguk angguk dan meninggalkan Dion karena takut Risa marah, Nia juga kedua sahabatnya pun masuk ke kelas dan Risa berkata.
"Bagaimana mungkin gue suka sama Tian kalau sikap nya aja kayak gitu, dengarkan omongan ku aja nggak mau"
Lalu putri menjawab.
"Lah kalau Dion malah cuek bebek lagi"
Lalu Risa curhat. "Iya sih waktu kelas tujuh aja aku deketin dia, dianya malah marah"
Nia yang selalu kepo pun bertanya.
"Emangnya dia bilang apa Risa?"
Lalu Risa membuat perjanjian kepada para sahabat nya.
"Tapi jangan bilang sama siapa siapa soalnya malu gue ingatnya" Kesal Risa.
Kedua sahabatnya Risa pun mengangguk angguk dan melihatnya Risa pun menceritakan semuanya ke mereka.
"Dia bilang, lo Risa yah? kita satu kelas ya,? loh bisa nggak sih jauh dari gua?, gua risih!!, dari situ gua mulai hilang rasa dan sekarang gue nggak terlalu suka lagi"
Mendengarnya Putri merasa tak percaya "Ah masa sih?"
Risa pun menjawab dengan kesal.
"Terserah lah, aku ngomong suka sama dia gara gara baper aja karena Nia yang tiba tiba di bayarin"
Putri pun tetap nggak percaya.
"Jadi kau kenapa tadi melihatnya seperti cemburu?"
Risa pun menggeleng dan menaikan pundaknya.
__ADS_1
Bel pun berbunyi menandakan masuk pelajaran seni yang gurunya buk Friska, ibu guru itu nggak datang dan Putri pun memang sudah tau sifat ibu itu, ibu itu jarang masuk ke kelas untuk ngajar tentunya aja kelas mereka kayak pasar, ribut nya tak ampun.
Nia pun memilih untuk diam membaca buku dan tiba tiba Dion menutup buku milik Nia dan mengajak gadis itu ngobrol.
"Hkm Nia nanti kita pulang bareng yuk!"
Nia mendengarnya heran dan memegang kening milik pria yang dijuluki oleh Nia cupu.
"Nggak lagi sakit kan Ion?" Tanya Nia heran.
Dengan cepat Dion menggeleng geleng.
"Yah ucapan makasih aja" Jawabnya.
Nia pun menjawab "Ya elah kau aja tadi bantuin aku juga nya"
Dion pun berkata
"Jadi nggak mau ni? yaudah" Dion bertanya Dion lagi menjawab. Aneh.
"Iya aku mau"
Tiba tiba Dion memberi tangan nya untuk salaman.
"Kita temanan yah?" Ajak Dion.
Lawan bicara pria itu pun mengangguk angguk, tapi tanpa di sadari ternyata Risa dan Putri menguping dan Putri berkata
"Jadi teman nya cuman Nia tuh, kami ber 2 nggak" Ledek Putri.
Mendengar ledekan putri, Nia dan Dion pun melihat kebelakang, dan Dion pun berkata
"Yah kalau kalian mau, gue dengan senang hati memerimanya" Jawab Dion.
__ADS_1
Risa dan Putri pun mengangguk angguk memauinya dan mereka bersalaman lalu Nia dan Dion pun menghadap ke semula. Tiba tiba Dion berbisik.
"Makasih dah mau jadi teman ku" Ucapnya dalam bisikan dengan wajah tersenyum.
Nia tersenyum "Asal jangan diam diam lagi" Ancam nya.
Dion pun membuat jempol nya ke Nia
"Siap boss".
Jangankan Nia, gue aja heran ngelihat sifat ni anak ada gila gilanya, kadang baik kadang ngeselin dan kadang seperti sekarang ini semangat banget. Sungguh aneh tapi nyata.
Yaudah sih yang penting Dion nggak diam diam lagi nggak ngeselin lagi, jadi nggak terlalu buruk buruk lah hari hari Nia duduk padanya.
Putri dan Risa berkata kompak
"Cie sekarang kompak lah yah dah akur"
Dion yang mendengarnya tersenyum.
"Nggak cuman sama Nia aja, kalian juga"
Lalu Putri menyindir Risa
"Hm yah mudah mudahan nggak ada cinlok yah, cinta lokasi"
Mendengar nya Risa tersenyum ditahan tahan.
"Okay kolo gini dari awal kan seru, gak kayak dulu, tunggu di panggil harimau nya baru mau ngomong" Nia pun berkomentar.
Pria cupu itu hanya senyum, sungguh melihat sifatnya Dion, Nia heran kenapa coba tiba tiba baik? mau berteman dan ngomong? kayaknya sih ada mau nya?, tapi Nia dan kita pembaca juga nggak boleh seuzon yah, nuduh nuduh orang yakan!? nama nya juga berubah yah seperti ini lah menjadi berbeda dari sikap awal.
#SAMPAI SINI YAH GUYS KOLO NGGAK NYAMBUNG MAAF YA#
__ADS_1
^JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT^