Nion

Nion
#NION# "PULANG SEKOLAH#


__ADS_3

Bel pun berbunyi menandakan pulang. Tentu Nia bingung, bagaimana mungkin dia bisa melawan orang orang disana, mereka banyak sedangkan Nia?, hanya sendiri. Belum lagi ada The king, bisa ambayar nih.


"Nia lo gak usah takut yah, aku yakin kok lo gak bakalan kalah, percaya diri aja" Nasehat Putri karena mengetahui masalah yang dialami Nia.


"Maaf yah, soalnya mama gue lagi sakit jadi gue dan Putri harus segera berangkat" Risa pun memberi alasan sebelumnya, tentu saja Putri ikut karena dia sepupu kandungnya mereka sangat dekat, makanya tante Novi mamanya Putri meminta untuk jenguk tante Susi.


"Tenang aja kok, aku ngerti masalah ini" Jawabnya.


"Lo sama Vano dan Dion aja deh, Vano biar gue suruh gak usah jenguk mama gue" Ujar Risa dengan memukul pundak Nia dengan pelan.


"Emangnya gak papa?" Tanya Nia.


"Gak papa, lo sana aja deh mendingan sebelum Vano sama Dion pulang," Ujar Putri.


"Okey, see you" Nia pun langsung pergi menggendong tas ransel hitamnya dan menuruni anak tangga dengan tergesa gesa.


"Ion, tunggu" Panggil Nia, Nia tidak memberitahu nya tadi, tapi sekarang dia tidak berani menyembunyikannya.


"Ada apa yah"


"Kita pulang bareng yah"

__ADS_1


"Lo gak sama pacar lo?"


"Iya, gue pulang sama bang Vano, tapi sama mu juga" Pinta Nia dengan sedikit memelas.


"Maksudnya kita satu motor bertiga?"


"Bukan, kamu naik speda mu sendiri dan gue sama bang Vano" Pinta nya Nia lagi dengan sedikit memelas.


"Kok aneh yah" Tanya Dion dengan heran.


Nia pun menjelaskannya dengan panjang lebar menggunakan 1 menit, dengan tergesa gesa.


"Oke oke, lo cari Vano sana" Pinta Dion.


"Ini hari rabu, bang Vano tugas kebersihan UKS Senin, Rabu, Jumat. berarti dua ada di UKS." Nia pun mengingat aktivitas Vano dan segera pergi ke UKS untuk memastikannya.


Dan ternyata benar, Vano ada disitu bersama dengan petugas UKS lainnya.


"Eh Nia ada apa" Tanya Vano, yang menyadari keberadaan Nia.


"Yaelah Van, ngomong sama pacar kok pake nama, buat sebutan sayang dong" Goda salah satu petugas UKS yang ada disitu.

__ADS_1


"Jomblo diam aja, nanti baper" Ledek Vano.


Nia pun langsung memotong pembicaraan mereka berdua.


"Aku bisa ngomong berdua" Tanya nya kepada petugas UKS agar memberi izin keluar.


"Yaudah kalau mau ngomong tinggal ajak dia mau kemana, diakan ketua, jadi tinggal ngatur" Jawab wakil ketua petugas UKS.


"Makasih bang" Jawab Nia dan menundukan kepalanya sebagai tanda ucapan makasih.


Dan Nia pun menggenggam tangan Vano dengan erat dan mengajak nya berbicara agak jauh dari lokasi ruangan UKS.


"Lo mau ngapain sih Nia?" Tanya Vano dengan lembut dan mengelus kepala Nia dengan lembut, yang selalu membuat Nia nyaman dekatnya.


"Aku pulang bareng bang Vano yah" Nia pun memohon ke Vano dengan sedikit memelas.


"Yah gak papa" Jawab Vano karena memang sudah biasa gitu.


"Tapi Dion mengikuti kita dari belakang" Ucapan gadis itu mampu membuat seorang Vano bingung.


"Kenapa, kok aneh yah" Vano adalah orang kedua yang mengucapkan aneh sesudah Dion.

__ADS_1


Dan Nia pun harus menjelaskannya kembali, hingga akhirnya Vano berkata.


"Oooooooo"


__ADS_2