
Lalu Risa pun menatap Nia seperti detektif "Lo lagi marahan sama Dion yah?, makanya nggak main sama Dion?" Tanya sahabat Nia yang membuat Nia jadi gugup.
Nia yang ditanya malah gugup "Aaapppaaan ssssiiiihhhh"
Putri pun berkata "Nia lo bilang kami itu sahabat lo, tapi buktinya aja Kamu ada masalah malah diam gini aja???, curhat dong Nia kami pasti bantu kok!!" Ucap Putri.
Nia pun menceritakan semuanya sama mereka dan mereka hanya berkata "Ooooo"
"Sabar yah Nia" Yah tapi setidaknya kan, jika Nia sudah menceritakannya, gadis itu pasti akan merasakan lebih sedikit tenang.
Setelah menceritakan semuanya mereka pun langsung keluar bermain main dan Nia tanpa sengaja melihat anak baru kelas 91 begitu juga Risa dan Putri juga melihatnya dan Risa berbisik sambil tersenyum
"Aduh ini pangeran dari mana sih masuk ke sekolah kita, ganteng banget dah ah"
Dan Putri pun berkata "Ihh lebay yah Risa, ingat christian juga!!!"
Risa pun yang mendengarnya langsung membuang nafasnya dengan berat "Hhuuuhhhh gua dah bilang kalau gua gak bakalan mau nerima nya kalau sifatnya masih gitu gitu aja" Ucap Risa kesal.
Nia mendengar dan melihat mereka jadi kesal "Ih kalian buat aku makin kesal yah, bukan nya bantu malah berantem"
Risa dan Putri pun berkata dengan serentak.
__ADS_1
"Maafin kami nia" Ucap kedua sahabat Nia dengan serentak.
Nia yang melihatnya pun berkata "Idih sok kompak lagi"
Dan tiba tiba anak baru itu datang dan berkata
"Lo namanya nia kan?" Tanya pria itu sambil tangannya menunjukkan kearah Nia.
Nia hanya diam menatapnya dan Risa yang menjawab.
"Iya dia Nia, lo kok bisa tau??" Tanya Risa.
Nia yang mendengar kata katanya kasar pada sahabat sahabatnya, tentunya saja gadia itu nggak bakalan hanya diam.
"Woi lo itu cewek apa cowok?, nyari perkara sama cewek" Ucap Nia kesal.
Suara gadis itu yang begitu besar membentaknya menjadi sebuah tatapan orang orang. Nia yang merasa malu dilihatin banyak orang pun langsung mengajak kedua teman alias sahabatnya itu masuk kedalam kelas.
Mereka pun masuk kekelas, Nia merasa hari ini itu hari yang tidak indahan bagi gadis bernama Nia, sungguh gadia itu merasa kesal
Putri bertanya pada Nia "Nia lo tadi bilang sama tu anak baru kok kata kata loh sih? kok tumben?" tanya sahabat Nia bernama Putri itu.
__ADS_1
Nia tanpa sadar emang berkata seperti itu dan Nia juga lagi malas membahasnya "Entah gak tau mungkin gara gara sudah sering dengar gitu kali" Ucapnya malas.
Risa pun berkata "Nia kayak nya menurutku mendingan kamu itu minta maaf sama Dion deh" Ucap Risa menganjurkan.
Lalu Putri bertanya ke Risa "Lo kok sarannya gitu?" Tanya Putri.
"Gue tau kok Nia, kamu sebenarnya mikirin Dion, gue juga dah ngalamin nya waktu Putri dan aku berantam sampe diam diaman, pasti itu juga lo rasakan, kehilangan satu sahabat, apalagi kalian kita kan dah hampir setengah tahun bersahabat masak dia jadi menjauh"
Nia pun berkata "Iya sebenarnya aku juga mikir gitu, tapi apa mungkin dia mau maafin aku?" Tanya Nia yang merasa pesimis.
Putri pun berkata "Pasti mau karena seorang sahabat itu nggak bakalan bisa melupakan kenangan mereka" Ucap Putri yang selalu optimis.
Nia yang mendengarnya pun mengangguk angguk "Makasih yah dah selalu ada disaat aku sedih dan susah" Ucap Nia tersenyum menatap kearah kedua sahabatnya.
Mereka pun berpelukan setelah lama berpelukan Putri dan Risa pun menyuruhnya langsung mendekati Dion dan minta maaf padanya
"Dah sana aja, gue sama Putri selalu ada kok" Ucap Risa meyakinkan.
Putri pun berkata "Pasti" Sambil mengancungkan jempolnya.
Nia merasa nggak percaya diri namun Nia harus berjuang demi persahabatan.
__ADS_1