Nion

Nion
#33# "DION BERMIMPI"


__ADS_3

Ini lah yang dikhawatirkan, saat dimana, kita melupakan masalah dengan tidur. Karena masalah itu akan menghantui kita pada saat tidur, gimana caranya??, gimana lagi kalau tidak bermimpi yang buruk.


 


"**DALAM MIMPI DION**"


 


"Dion.., kamu kenapa sih jahat sama ku" Tanya Nia pada Dion.


"Ehh.. Nia" Sapa Dion "Bukannya jahat kok Nia, sebenarnya...." Kata kata Dion terpenggal, kerana Nia langsung memotong perkataannya.


"Udah lah Ion, aku tau kok kalau kau marah gara gara gak ku terima barang yang kau beri kan?, dan aku bilang kalau kau itu boros" Jawab Nia dengan ketus.


"Yah..., awalnya gue kesal, tapi...... gue gak tenang kalau teman berantem gue itu lo" Jawab Dion dengan wajah kesedihannya.


"Kenapa harus gak tenang?, dulu kan kau yang benci sama ku, kenapa sekarang kau bilang gak tenang?" Tanya Nia dengan sewot.


"Karena.... gua kan dah sahabat lo" Jawab Dion dengan senyumnya.

__ADS_1


"Sahabat??, kau???, mana mungkin orang kayak mu bisa sahabat, hah?" Tanya Nia dengan nada sedikit ditinggikan.


"Emangnya kenapa? kan lo yang bilang kalau kita sahabat?" Tanya Dion dengan nada sedikit bertanya, menatap kearah Nia.


"Iyah, aku dulunya mikir kalau kau itu layak dapet teman, layak disahabati, tapi setelah semuanya yang kubuat, kau malah gini sekarang" Jawab Nia dengan wajah sedihnya.


"Maksudnya, gini sekarang?" Tanya Dion dengan heran.


"Yah..., coba kau pikir sekarang kau gimana?, setelah aku disakiti sama pacarmu, difitnah sama sahabat barumu, lalu kau bilang sahabat???, dan kau ninggalin kami cuman gara gara Cika Ion, kau pergi ke mall bersama nya" Jawab Nia dan kini air matanya yang mengutarakan perasaan yang ada didalam hatinya.


"Tap-" Dion belum selesai ngomong dah dipotong.


"Lah? kok lo langsung nyerah sih Nia?, seharusnya lo itu berjuang dong, gue juga minta maaf, gue tau, gak harusnya gue marah, itu hak loh" Dion pun mengeluarkan semua yang ada dalam hatinya.


"Hah?, aku langsung nyerah? coba pikir! aku pertama mau berteman harus ngalahin berandalan sekolah, setelah itu kau marah marah, dan setelah itu kau dan pacarmu hina aku, lalu Lita tiba tiba gak senang entah kenapa, itu kau bilang langsung nyerah, ingat aku juga punya sahabat yang lebih pantas ku perjuangkan" Kini suara Nia yang sedikit meninggi, menjadi benar benar meninggi.


"Maksud lo apa sih Nia, gue ngomongnya baik baik, lo kok jadi bentak?" Tanya Dion, kini suarannya lebih tinggi.


"Aku gini gara gara kau Dion, dan kini kau buat aku takut dengan suaramu, kau tau cewek itu paling benci dengan suara yang keras" Kini Nia mulai menunduk, dan menangis dalam tunduk kannya.

__ADS_1


"Itulah cewek, takut dengan suara keras, tapi cewek suka membentak" Kesal Dion dan suaranya pun mulai mengecil.


"Kamu tau cewek kenapa seperti itu?, karena ulah mu" Jawab Nia dan kini suaranya benar benar meninggi.


"Kenapa lo jadi nyalahin ke gue?" Kini pun Dion menguatkan suaranya tidak mau kalah kuatnya.


"Iya karena kau udah buat ku nangis" Teriak Nia.


"Ohh karena lo cewek tomboy, jadi lo gak terima gue giniin, denger yah kalau gue itu cowok, gue bisa lebih kuat dari lo" Jawab Dion dengan nada yang begitu benar benar kuat hingga Nia tak habis pikir.


"Sekarang, kau tampar gue, tampar gue, biar aku tau kalu kau itu kuat" Kini Nia memegang tangan Dion dan menyuruh Dion untuk menamparnya.


"Plaak" Suatu tangan nyampai ke muka Seorang gadis itu.


"Kau berani memukul seorang Clarinia firasta?" Kini tangan Nia mengepal "Boommmm" Suara pukulan.


"Aaaaaaaaaaaaa" Teriak Dion dan terbangun.


"Dion?, bangun sayang dah jam 6, dari tadi mama bangunin gak bangun bangun, yang terpaksa mamak tampol" Mamahnya Dion pun menyadarkan anaknya dari mimpi buruknya.

__ADS_1


"SAMPAI SINI DULU YAH GUYS"


__ADS_2