
Bel istirahat pun berbunyi mereka bertiga yaitu Nia, Risa dan Putri pun bersorak senang
"Yeay"
Tapi Dion malah kelihatan gelisah, Nia yang melihat nya heran.
"Kau kenapa Ion kok gelisah?"
Namun seperti biasanya Dion nggak mau jawab dan buat gadis itu menjadi kesal.
"Ehh kalau orang ngomong di jawab dong!punya mulutkan?"
Pria cupu itu pun menjawab dengan nada kesal melihat Nia yang selalu bawel jika gak dijawab omongannya.
"Percuma ngomong sama lo, nggak bisa juga lo bantuin nya mendingan diam aja! nanti lo juga tau"
Nia melihat Pria itu dengan heran, kadang baik dan kadang aneh.
Dan ternyata tanpa disadari Nia, Risa melihat Nia dan Dion seperti cemburu Nia yang menyadari pun langsung mendekati mereka dua dan menjelaskan.
"Maaf Risa aku nggak bermaksud kok, aku hanya melihatnya seperti gelisah, aku hanya ingin membantunya apa lagi dia kan dah bantu aku tadi!"
Risa pun mengangguk angguk seperti mengerti alias memang mengerti dan Putri bertanya.
"Jadi Dion ngasih tau masalahnya?"
Nia pun menggeleng geleng dan Putri pun berkata.
"Ris lo itu kok bisa sih suka sama Dion padahal kan Tian suka sama mu"
Risa hanya menggeleng geleng. Tanpa sadar Jason pun telah masuk kekelas mereka, Nia tidak sembunyi tapi buang muka dan memperhatikan anak brandel itu pelan pelan dan benar seperti dikatakan Putri dan Risa.
__ADS_1
Mereka ngompasin laki laki nya dan semua memberi jatah kecuali Dion karena uangnya habis, mereka tetap memaksa Dion namun Dion tidak memberi apa apa.
Nia hanya diam memperhatikan dan akhirnya Risa nggak bisa nahan emosinya entah dah berapa lama dia menahan emosinya.
"Tian hentikan!!, kalian apa apaan sihh?"
Tapi tetap aja mereka tidak menghiraukan Risa dan mereka membawa Dion kelapangan belakang agar guru tidak ada yang melihat dan satupun tidak ada yang berani mengatakan alias melapor kepada guru karena emang Jason sangat ditakuti orang orang karena anak karate dan dia 3 kali di bawa tanding selalu menang.
Risa merasa cemas. Mereka hanya mengikuti gerombolan itu dan Jason berkata
"Lihat guys di sekolah ini dah ada yang berani melawan Jason , enaknya di apain yah?"
Nia yang melihatnya merasa takut dan bersalah, Nia pun berusaha menolongnya.
"Aku bisa, aku kan anak karate, anak karate tidak pernah takut" Bisik Nia dalam hatinya.
Denga cepat Nia masuk ke tengah gerombolan dan Nia melihat tangan Jason hampir mengenai pipi Dion tentunya denga cepat Nia langsung menangkis nya.
"Ehh kalian boleh menang karate tapi kalian nggak boleh melawan yang nggak selevel mu, jika kalian melawan yang tidak selevel kalain, berarri kalian itu hanya banyak bacot"
"Eh lo itu yang semalam nabrak gua kan?, lo sengaja nabrak gue semalam kan?, ngapain lo sok pahlawan?"
Nia hanya tersenyum menatapnya
"Bukan mau jadi pahlawan cuman mau ngasih pelajaran aja" Jawab Nia dengan percaya dirinya.
Lalu Andre tersenyum.
"Hei kamu itu cewek, kami nggak mungkin melawan anak cewek" Jawab Christian.
Nia mendengarnya tersenyum menantang.
__ADS_1
"Jadi takut nih sama anak cewek?"
Jason yang bosan mendengarkan perbincangan mereka, tiba tiba Jason ingin menonjok muka gadis didepanya dan berkata
"Banyak bacot"
Nia dengan fokus menatap pergerakan tangan lawannya pun menangkis dan mengalah kan mereka. Awalnya Nia kira mereka lawan yang berat baginya, tapi nyatanya mereka masih level bawah Ha ha ha.
Mereka pun minta ampun kepada gadis pahlawan itu.
"Ampun ampun anak baru"
Nia pun menjawab.
"Namaku Nia, bukan anak baru"
Tanpa perduli Jason pun lari
"Iya Nia iya"
Risa mendekati Dion, eh malah Dion nya lari ke Nia dan memegang tangan dan wajah gadis yang menyelamatkan nya hari ini.
"Kamu nggak kenapa kenapa kan?" tanya Pria cupu itu dengan wajah khawatir.
Nia yang melihat Risa pun langsung melepas kan tangan Dion.
"Nggak kenapa kenapa kok"
Lalu Dion berkata
"Nia makasih ya dah mau nolongin "
__ADS_1
#SAMPAI SINI DULU YAH GUYS MAAF KOLO ADA YANG GAK NYAMBUNG#
^JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR^