Nion

Nion
#40# "Vano dan Nia"


__ADS_3

Mereka pun sampai di UKS, Nia hanya mengelus elus benturan kepalanya pada dinding, kepala Nia berdarah namun sedikit, sedangkan Lira, yaitu sahabatnya Karina telah sadar kan diri.


"Nia lo gak papa kan?," Tanya putri khawatir pada sahabatnya.


"......" Nia hanya diam dan mengelus elus kepalanya, dan melap darah dikepalanya.


"Kalian kok bisa begini?" Tiba tiba seorang petugas UKS datang dan ternyata petugas nya adalah Vano "Sayang kamu kok bisa gini sih?" Tanya Vano sambil melap bagian luka yang ada di kepala Nia, tiba tiba ada suara sedang berdesis kesakitan.


"Ahhhh sakit" Desis Lira sahabat Karina dan menyadarkan diri dari pingsan nya.


"Lira lo gak papa kan?" Tanya Karina seorang cewek licik dan jahat.


"Dah santai aja" Lira tersenyum padanya.


"Sayang, kamu kok bisa gini?, cerita dong" Tiba tiba suara Vano agak lebih keras.

__ADS_1


"Nggak ada kok sayang, santai aja" Jawab Nia yang mulai merasa agak mendingan.


Mendengar suara Vano, bibir Karina dan Lita langsung berbeda, yang biasanya warna agak merah kini menjadi warna putih pucat, hatinya tiba tiba seperti di sambar petir disiang bolong, pikirannya kacau.


"Apa nggak ada?" Tiba tiba Risa marah "Jadi ceritanya gini Van, waktu gua sama ni si Putri mau kantin kami ajak dia jajan, ehh dia nolak, lalu kami berdua pergi kekantin, tiba tiba kami mau kekelas si Sherly bilang, Nia mana? tadi kalian ngirim surat keseorang untuk manggil Nia ke toilet, eh kalian ada disini rupanya, kami pun langsung ketoilet dah ternyata ada mereka berdua" Risa menjelaskan nya panjang lebar sesuai detail.


Karina dan Lira hanya diam dan menunduk ketakutan, namun Vano hanya menggelengkan kepalanya "Yaudah kamu makan roti aja yah, biar aku beliin,dan kamu Riko urus kedua orang brengsek itu" Vano menyuruh Riko, Riko ada seorang teman Vano dalam bidang UKS mereka berdua selalu kompak dan ceria.


"Siap" Riko semangar menjawabnya, dan Vano pergi kekantin untuk membeli roti dan sebuah minuman, agar Nia dapat makan dengan kenyang, Vano pun telah selesai belanja.


"Ini kan bekas mu" Nia ingin menolaknya, Nia menolak bukan karena jijik, melainkan segan, bagaimana mungkin cewek dan cowok minum satu botol


"Minum aja, dan makan" Vano pun memerintahkan gadis nya yang pura pura pacaran.


Nia pun memakan dan minum karena dipaksa Vano, Vano bukannya langsung ke kelasnya mengikuti palajaran malah menemani Nia di UKS, makanan yang diberi Vano tinggal sedikit lagi, tiba tiba Vano mengambil sisah roti yang Nia makan.

__ADS_1


"Ehh kok diambil sih" Kesal Nia pada laki laki yang ada di depannya, laki laki yang akhir akhir ini dekat padanya.


"Aku mau memakannya" Jawab Vano.


"Ihh jorok tau, bekas aku" Kesal Nia pada Vano.


"Bodoh amat, yang penting punya pacar aku" Jawab Vano dengan wajah mengesalkan.


"Padahal mereka hanyalah pura pura pura pacaran kenapa sedekat ini yahh" Batin Putri dalam hatinya.


"Mereka kayak pacaran betulan deh" Batin Risa dalam hatinya dan memperhatikan dan mendengar omongan yang ada didepannya.


Sedang kan kedua iblis yang ada disitu melihat dengan penuh kebencian dan keirian hati, hati yang panas melihatnya, mata yang melotot, tangan yang mengepal, itulah yang dilakukan kedua iblis itu.


"SAMPAI SINI DULU YEE, KAYAKNYEE AYE AKAN LAME UPNYA, SAMPA LIKE BANYAK DULU BARU BUAT LAGI, SEMANGAT TEROS"

__ADS_1


__ADS_2