
Nia pun pulang dan akhirnya gadis itu telah sampai dirumahnya. Nia pun langsung ke kamar dan membuka roster, Tapi kalian tau nggak apa yang di pikirkan oleh Nia? yang di pikirkan adalah masa Dion yang begitu kaya tapi gayanya hanya biasa biasa saja, bahkan Dion tidak pernah menunjukkan kekayaan nya.
Nia hanya merasa malu karena dah sering ngatain Dion cupu, walau memang sebenarnya Dion itu memang cupu hahaha.
"Coba dia bergaya alias fashion pasti dia keren, eh dia malah sebaliknya cupu, tidak pandai bergaya dan awalnya pendiam" Hanya itu lah yang dibayangkan alias dipikirkan Nia.
"Apa mungkin dia kayak gitu gara gara mamanya yang terlalu sibuk pada pekerjaan hingga lupa anaknya dan papa nya begitu juga, kasihan dia untung aku nggak gitu." Lagi lagi Nia berfikir tentang Dion. Dasar Nia, terlalu sibuk mengurusi anak orang. Hadeh.
"Okay sekarang aku harus belajar dan menyusun roster ku" Nia pun langsung menghapus pikirannya tentang Dion.
"Ternyata ada pelajaran MM besok, kata Risa kemarin hal 45 LKS ada PR" Nia pun mengingat ingat PR nya dan membuka buka buku pelajaran nya.
Setelah dapat soalnya, Nia pun langsung mengerjakannya dengan senang hati karena pelajaran MM lah yang paling Dia suka, dan bahasa inggris itu lah pelajaran yang tidak Nia suka, karena gadis itu harus menerjemahkan satu per satu menggunakan kamus. Ribet.
Nia itu dulu di sekolah lama nya itu, paling terkenal padahal baru kelas 7 dah jadi anak kesayangan guru. Dan setelah naik kelas 8 lah Nia harus pindah dari sekolah nya seperti alasan awalnya yaitu karena papa nya masuk PNS. Padahal disana gadis itu selalu menang olimpiade.
Dan akhirnya Nia telah menyelesai kan pekerjaan rumah nya yang disingkat PR, Nia pun seperti biasanya langsung tidur dan kalian tau ini dah jam berapa dan ternyata sudah jam setengah enam hmm badan Nia pun terasa pegal, mungkin Nia akan bangun besok pagi kali, hahaha Nia kan kalau tidur kaya kebo susah di bangunin, okay Nia pun tidur yah dahh .
Pagi pun tiba Nia yang langsung berpamitan kepada papa dan mamanya.
"Pah mah nia pergi dulu yah"
Nia sangat terkejut melihat Dion yang ada diteras. "Kauuu?, Dion ngapain kesini?" Tanya Nia dengan dahi berkerut.
__ADS_1
Dion menjawabnya dengan gembira.
"Mau pergi bareng sama mu, kita kan dah temenan" Dion pun tersenyum.
Suer, Nia mendengarnya kaget, tapi bodoh amat, Nia nggak peduli yang penting Nia kesekolah nya nggak jalan lagi hore.
"Yaudah yuk nanti kita telat" Dion pun mengajak Nia dengan cepat, karena takut telat.
Nia dan Dion pun berangkat. Sesampai dijalan tiba tiba aja Dion mengeluh kepada Nia.
"Andai aja aku bisa seperti mu Nia yang jago karate, pemberani pasti aku nggak dihina lagi" Keluh pria cupu itu.
Nia hanya mendengarnya tanpa suara alias diam ntah kenapa hari ini tuh Nia lagi bad mood soalnya gadis itu merasa bahwa perut nya sakit banget dan tiba tiba aja Dion malah ngomel ngomel bikin Nia kesal aja.
"Ih kalau gua dulu diam lo nya marah marah, ini gua yang lagi bicara malah lo nya yang diam, gimana sih? " Kesal Dion ngomel ngomel.
"Kau sekarang banyak bacot sih?" Ketus Nia karena kesal melihat teman barunya itu.
Dion nya berkata "Yah maaf kalau mengganggu"
Dion memang benaran diam dan semuanya hening, seperti sifat biasa Nia, jika hening dia malah merasa jadi canggung. Apa lagi tadi ketusin Dion, Nia malah jadi nggak enak hati dengan Dion, Nia pun langsung mengambil pembicaraan
"Hkm Ion semalam itu emang rumahmu?"
__ADS_1
Dion hanya menjawab dengan singkat, mungkin dia kesal mendengar ketusan Nia tadi.
"Hm"
Nia pun bertanya lagi
"Kapan kapan boleh nggak main main kerumah mu?"
Lalu Dion tertawa, Nia sebenarnya kepo sama hidupnya yang penuh misteri.
Dion pun berkata
"Yes akhirnya ada temen yang mau nemenin aku lagi hore, lagian pula kan kemarin lo sendiri yang janji" Ucapan Dion yang terakhir membuat Nia mengingat janji nya yang semalam.
Dion pun bertanya ke Nia.
"Boleh kok, kapan?"
Nia pun menjawab nya.
"Kapan aku mau, aku akan bilang pada mu"
Nia pun baru sadar bahwa dia tadi lupa untuk membawa obat sakit perut, soal nya perutnya benar benar mules, mereka berhenti sebentar dan membeli obat di apotek untung Nia bawak uang banyak soalnya Nia takut lagi kejadian seperti prakarya, makanya gadis itu membawa uang banyak.
__ADS_1
Mereka pun telah membeli obatnya dan obatnya pun langsung diminum dan langsung cepat bekerja, perut Nia pun nggak sakit lagi.
#jangan lupa like dan coment maaf kolo nggak nyambung#