
Yah tidak sesuai perkiraan yang katanya 7 hari akan sampai ternyata mereka lebih cepat sampai dari perkiraan mereka. Mereka semua telah tiba di Sumatera. Dan mereka akan meneliti tentang alam pegunungan. Dan mereka akan menginap disebuah desa yang daerah Toba.
Jalan yang sangat menyeramkan membuat bulu kudak pada merinding. Namun mereka akan tetap menjalaninya hingga akhirnya mereka tiba disebuah desa yang bernama sianjur. Disini kendaraan sangat langkah. Angkot pun tidak ada. Kini mereka akan meneliti sebuah tumbuh tumbuhan yang akan mereka dapati didaerah situ. Tapi mereka akan memukainya besok, karena mereka pastinya sudah kelelahan.
Para murid murid pun disuruh untuk masuk kesebuah vila yang sudah dipesan untuk mereka.
"Para siswi berada di kamar sebelah kanan, dan setiap kamar terisi lima belas orang. Dan sebelah kiri para siswa. Sama halnya bagian isi seperti perempuan. Dan para guru akan mengawasi disetiap satu ruangan satu. Saya diruang satu disebelah kiri dan pak Haris disebelah kiri nomor dua, dan bapak kepala sekolah kita akan di nomor 3 sebelah kiri. Sedangkan bu Rosana disebelah kanan nomor satu, bu Friska nomor dua sebelah kanan. Dan nomor tiga mam Bulan disebelah kanan, mengerti?" Ucap pak Syahdanil menjelaskan.
"Mengerti pak" Sahut para siswa/i memahami.
"Bus satu berbaris para cewek ceweknya beda sama cowok" Kini pak haris pun membagi bagikan kamar pada semuanya.
Dan untungnya pada saat membaginya Nia, Putri dan Risa disatukan oleh pak Haris. Untung saja pak Haris mengenali mereka. Sedikit lega lah hati Nia, Risa dan Putri (Tiga bersahabat itu). Tapi yang mengejutkan bagi mereka, mereka harus satu kamar dengan Karina dan Lira. Itu sangat ditakutkan oleh ketiga bersahabat itu.
"Risa, Putri kita satu kamar" Ucap Nia bergembira.
"Iya nih pasti seru deh" Ucap Risa berseri seri kesenangan.
Sedangkan Putri hanya menyilangkan tangan nya didepan dadanya dan tidak berbicara.
Yah Nia dan Putri udah memaklumi nya, karena akhir akhir ini Putri sering seperti itu.
Mereka pun masuk dengan hati yang sangat gembira kecuali Putri. Tapi karena tatapan Karina dan Lira yang begitu sinis mah menjadi penghalang kebahagian Risa dan Nia.
"Nia, lo lihat deh tatapan nenek lampir itu, kayaknya kejam amat dah" Ucap Risa memperhatikan Karina dengan pura pura tidak lihat.
"Iya aku lihat, jangan dilihati kali nanti merasa orangnya" Ucap Nia sedikit berbisik pada Risa.
"Kalian mau ngobrol aja atau mau ngapain nih?" Tanya Putri yang kesal menatap mereka.
"Gue mau nya tidur dibawah aja yah Put, lo dikasur atas" Ucap Risa memohon pada Putri.
"Iya Put kau kasur atas aja, biar aku dan Risa bisa ngobrol berseberangan, kan kau lagi jijik ngobrol sama ku" Jawab Nia sedikit merendahkan dirinya.
Putri pun naik keranjang atas dan mulai asik pada dirinya sendiri sedangkan Risa dan Putri pun mengobrol.
"Tok tok tok" Suara pintu terketuk.
"Masuk" Ucap para orang yang ada disitu.
"Eh Lira dan Karina kalian pindah dikamar diseberang, kamar nomor satu, soalnya kami dipindahkan kesini" Ucap Lita dan satu cewek entah siapa namanya.
Terlihat dari wajah Nia dan Putri yang senang karena setan dari kamarnya sudah pergi sedangkan Lira dan Karina malah terlihat sebaliknya kesal, marah dan emosi.
"Apaan sih dipindah pindahkan, gue dah nyaman disini" Ucap Risa kesal.
__ADS_1
Lira dan Karina pun membawa tasnya keluar dan pergi dari kamar itu.
"Akhirnya" Ucap Lita senang.
"Lit, mereka dah pergi ke kamar sebelah kan?" Tiba tiba saja seorang laki laki masuk menyelinap begitu saja, dan ternyata Vano.
"Udah kok, mereka pun juga nantinya akan diawasi sama bu Rosana kan kalau bu Rosana hadir, jadi gak bisa macam macam" Ucap Lita pada Vano.
Sekarang ini para guru belum masuk, mungkin mereka lagi nyari udara segar, lagi pula ini baru jam 6 sore, yah pantas belum masuk kamar karena masih sore.
Sedangkan Vano melihat kearah Nia dan tersenyum, sedangkan Nia hanya membuang muka nya. Keran wanita bernama Nia itu masih kesal pada laki laki yang bernama Vano itu.
Walaupun begitu Nia juga masih kepo (kepingin taoo) apa saja yang terjadi hingga Lita dan gadis yang gak tau namanya itu bisa pindah kesini.
"Ris, kau tau gak kenapa mereka berdua bisa pindah?" Tanya Nia heran pada Risa.
"Lo salah nanya orang Nia, sedari tadi itu gue sama lo dan lo gak tau apalagi gue" Ucap Risa pada Nia.
"Kalian pada bingung yah?" Tanya Lita pada Nia dan Risa. Nia dan Risa sontak langsung kaget. Perasaan mereka baru ngelihat Lita berada ditempat tidurnya, ini kok udah dihadapan mereka aja.
"Eh" Kaget Nia. Dan begitu juga Risa.
"Iya gue mau ngomong kejadiannya.
Flashback on.
"Eh Lira, lo bawakan yang gue bilang tadi" Ucap seorang wanita dan wanita itu bernama Karina. Karina seorang musuh Nia.
"Bawak kok, Ini kan" Lira pun menjawab dan memberi sebuah obat tidur pada Karina.
"Lo ingat kan tugas lo" Ucap Karina pada Lira.
"Ingat dong, masukan ini kedalam makanan atau minuman milik gadis kampung itu dan setelah itu kita bawa deh dia ke gudang bari kita sekap" Ucap Lira dengan keji sekeji kejinya.
Sedangkan Vano yang mendengar dari balik dinding pembicaraan mereka langsung pergi berlari dengan diusahakan tidak ada suara.
Kini Vano pun menyusun strategi agar gimana Nia tetap aman.
"Pak haris" Panggil Vano pada seorang laki laki berbadan kekar.
"Ada apa nak Van" Sapa pak Haris itu pada Vano.
__ADS_1
"Pak gue mau mindahkan Lita sama temannya kekamar yang ditempati oleh Nia, kan mereka satu kelas jadi mereka akan nyaman jika terus bersama kan pak" Ucap Vano memberi alasan yang bohong pada pak Haris.
"Ada benarnya juga sih, kamu aja yang nangani, soalnya bapak mau nyari udara" Ucap bapak itu pasrah pada Vano.
Flashback off.
Nia yang mendengarnya merasa sedih dan bersalah pada Vano karena udah mencuekinya sedangkan Risa malah terharu.
"Hmm so sweat banget, gue terharu ngelihat perjuangan sepupu gue, gak nyangka gue" Ucap Risa dan menghapus air matanya.
"Ya ampun Risa lo alai banget dah" Ucap Nia yang melihat sifat sahabatnya yang satu itu.
"Kalian seru banget dah" Ucap Lita dan pergi meninggalkan Nia dan Risa.
"Eh kita keluar yuk, nyari udara segar, kan disini banyak buah buahan" Ucap Risa mengajak Nia.
"Ayuk" Jawab Nia pada Risa. Dan mereka pun melangkah kan kakinya.
"Oh iya Putri masa sendiri?" Ucap Nia pada Risa.
"Oh iya" Jawab Risa yang baru ingat bahwa ada Putri.
Mereka bersua pun mundur mundur lagi dan memanggil Putri.
"Put lo mau ikut gak, gue mau pergi sama Nia nih" Ucap Risa pada Putri.
"Ikut" Jawab Putri dan menutup novelnya. Dan langsung beranjak kebawah.
Putri orangnya sangat suka membaca Novel, itu salah satu hobinya, membaca. Tapi cuman baca novel doang yah.
Mereka bertiga pun pergi dari kamar itu.
Mereka melewati kamar kamar yang berderet itu dan mereka di taman vila itu, yang tertata rapi bunga bunga. Mereka duduk di ayunan mereka sangat menghayati nyamannya udara yang ada disini, udara nya sangat segar.
"Eh lihat deh, ada yang sedang berpelukan disana" Kini Putri berbicara dan memperlihatkan orang yang sedang berpelukan.
Nia dan Risa pun menyaksikan pelukan mereka dan mengamati siapa orangnya
"Lita dan Vano" Ucap Putri, Risa dan Nia (ketiga sahabat). Mereka mengucapkan nya dengan kompak.
"Lo gak marah" Ucap Putri pada Nia.
"Mungkin aja mereka cuman pelukan karena untuk menenangkan satu sama lain, gue juga pernah meluk Raka seperti itu karena dia lagi depresi cuman karena cinta rumitnya" Ucap Nia menjelaskan.
"Maksudnya" Ucap Risa dan Putri pun bertanya bersamaan ke Nia.
__ADS_1